A24 Gandeng Google DeepMind dalam Kemitraan AI Senilai USD 75 Juta untuk Transformasi Produksi Film

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Google yang terpasang di Silicon Valley, San Francisco, Amerika Serika.( Ilustrasi  poto : ANTARA )

Logo Google yang terpasang di Silicon Valley, San Francisco, Amerika Serika.( Ilustrasi poto : ANTARA )

Jakarta, seriusnews.id – Studio film independen A24 resmi menjalin kemitraan strategis dengan Google melalui unit riset kecerdasan buatan DeepMind. Kolaborasi ini mencakup investasi sekitar USD 75 juta yang ditujukan untuk pengembangan teknologi berbasis AI dalam produksi film.

Kemitraan AI A24 Google menjadi langkah penting bagi studio yang dikenal berani bereksperimen dalam industri perfilman independen. A24 kini memperluas pendekatan kreatifnya dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk membangun sistem kerja baru bersama para peneliti DeepMind.

Dalam kesepakatan ini, A24 mendapatkan akses ke riset serta infrastruktur AI milik DeepMind. Sebagai bagian dari kolaborasi, peneliti DeepMind juga akan terlibat langsung dalam pengembangan alur kerja baru di lingkungan produksi A24.

Namun, kesepakatan tersebut menegaskan bahwa Google tidak memperoleh akses ke perpustakaan konten maupun data milik A24. Kedua pihak fokus pada pengembangan alat dan sistem kerja, bukan eksploitasi konten film yang sudah ada.

Scott Belsky, yang memimpin divisi teknologi A24 Labs, menyebut kerja sama ini berbeda dari kemitraan AI lain di industri hiburan. Ia menekankan bahwa A24 ingin mempertahankan kendali kreatif sekaligus membuka ruang eksperimen bagi para pembuat film.

Baca Juga :  Pemko Padang Gelar PIAGEX 2026 untuk Cetak Talenta Digital

Belsky menjelaskan bahwa alat yang dikembangkan tidak akan sekadar mengandalkan sistem berbasis perintah teks sederhana. Ia menilai pendekatan tersebut justru harus mendukung proses kreatif, bukan menggantikannya.

Tren Industri: Studio Film Mulai Masuk ke Teknologi AI

Langkah A24 mengikuti tren yang semakin meluas di industri hiburan global. Sejumlah studio besar mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam proses produksi dan pengembangan konten.

Lionsgate sebelumnya memperluas kerja sama dengan perusahaan AI Runway untuk mengembangkan proyek berbasis teknologi. Sementara itu, Netflix juga mengambil langkah serupa dengan mengakuisisi startup AI InterPositive untuk memperkuat alat produksi kontennya.

Berbeda dari pendekatan tersebut, A24 menegaskan bahwa fokus mereka adalah membangun alat kreatif yang tetap menjaga orisinalitas dan kontrol artistik para pembuat film.

Dari pihak Google DeepMind, Vice President of Product Eli Collins menekankan pentingnya kolaborasi langsung antara teknologi dan kreator. Ia menilai inovasi AI akan lebih efektif jika dikembangkan bersama pembuat film yang memahami kebutuhan produksi secara nyata.

Baca Juga :  Bayar PBB di Sawahlunto Kini Praktis Pakai QRIS

Collins juga menyebut bahwa terobosan teknologi sering terjadi ketika alat AI berada di tangan para pemikir kreatif di industri masing-masing.

Posisi A24 di Industri Film Independen

A24 di kenal sebagai studio yang konsisten mendorong karya orisinal dengan pendekatan berisiko tinggi. Film seperti Moonlight, Lady Bird, hingga Everything Everywhere All at Once memperkuat reputasinya di industri global.

Kesuksesan film Backrooms juga menunjukkan daya tarik kuat A24 di kalangan penonton muda. Data PostTrak mencatat sekitar 85 persen penonton film tersebut pada akhir pekan pembukaan berusia di bawah 35 tahun.

Meski industri mulai mengadopsi AI, kekhawatiran publik terhadap teknologi ini masih cukup tinggi. Sebuah studi Pew Research menunjukkan sekitar setengah orang dewasa di bawah usia 30 tahun menilai AI dapat berdampak negatif bagi masyarakat.

Di tengah kekhawatiran tersebut, kemitraan seperti A24 dan DeepMind mencoba menawarkan pendekatan yang lebih terkontrol, dengan menempatkan kreator sebagai pusat pengambilan keputusan.(ar)

Berita Terkait

Dosen IPA UNP Latih Ibu Dasawisma Padang Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin
Perbedaan Notebook dan Laptop yang Wajib Anda Ketahui
Optimalkan Potensi Energi Baru Terbarukan, Pemprov Sumbar Gandeng Dewan Energi Nasional
PT Semen Padang Sulap Panas Buang Jadi Listrik Berskala Besar
Pemko Padang Adopsi Aplikasi QRESTO Pajak Daerah Transparan
Meta Batasi Penggunaan Instagram dan Facebook Remaja Maksimal Dua Jam
BPBD Kota Padang Uji Sirene EWS Tsunami dan Banjir Berfungsi 100 Perksen
Harga HP Xiaomi Redmi Poco Terbaru Per Agustus 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 14:09 WIB

Dosen IPA UNP Latih Ibu Dasawisma Padang Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:34 WIB

Perbedaan Notebook dan Laptop yang Wajib Anda Ketahui

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Optimalkan Potensi Energi Baru Terbarukan, Pemprov Sumbar Gandeng Dewan Energi Nasional

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:58 WIB

PT Semen Padang Sulap Panas Buang Jadi Listrik Berskala Besar

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Pemko Padang Adopsi Aplikasi QRESTO Pajak Daerah Transparan

Berita Terbaru

Wali Kota Padang Fadly Amran memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan di Aula Bagindo Aziz Chan, Gedung Balai Kota Padang, Rabu (9/9/2026).(poto: padangkita.com).

Pemerintahan

Wali Kota Padang Fadly Amran Lantik 234 Pejabat Pemko Padang

Kamis, 10 Sep 2026 - 14:23 WIB

Rapat Evaluasi Realisasi PAD Triwulan III Tahun 2026 di Ruang Abu Bakar Jaar Balai Kota Aie Pacah pada Rabu (9/9/2026).(poto: padangkita.com).

Pemerintahan

Pemko Padang Kejar Target PAD Triwulan III 2026

Kamis, 10 Sep 2026 - 14:12 WIB