Kabupaten Agam, seriusnews.id – Dua jorong di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, dilanda banjir pada Senin malam (6/7/2026). Banjir Sungai Batang Agam terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan sungai yang mengalami pendangkalan. Akibatnya, empat rumah terendam dan puluhan warga terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam langsung berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari untuk mendata dampak banjir. Selain itu, BPBD juga menjalin komunikasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) V guna menangani pendangkalan sungai yang diduga memperparah luapan air.
Curah Hujan Tinggi Picu Luapan Sungai Rendam Permukiman Warga
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghofur, mengatakan curah hujan yang tinggi menjadi pemicu utama banjir. Kondisi aliran sungai yang mengalami pendangkalan membuat debit air tidak mampu tertampung sehingga meluap ke kawasan permukiman.
“Curah hujan tinggi dan pendangkalan aliran sungai. Banjir merendam sejumlah rumah warga,” kata Abdul Ghofur pada Selasa (7/7/2026).
Banjir pertama kali berdampak di Jorong Labuah. Air setinggi sekitar 50 sentimeter menggenangi dua rumah warga dan memaksa masyarakat meninggalkan tempat tinggal mereka untuk sementara waktu.
Sebanyak 50 warga memilih mengungsi ke rumah kerabat maupun warga lain yang berada di lokasi lebih aman. Langkah itu dilakukan untuk menghindari risiko apabila debit air kembali meningkat.
Empat Rumah Terendam Delapan Puluh Warga Terpaksa Mengungsi Sementara
Selain Jorong Labuah, banjir juga melanda Jorong Kubu. Di kawasan tersebut, air setinggi sekitar 50 sentimeter kembali merendam dua rumah warga.
Sebanyak 30 jiwa mengungsi ke rumah keluarga dan kerabat terdekat hingga kondisi memungkinkan untuk kembali ke rumah masing-masing.
Dengan demikian, total empat rumah terdampak banjir di dua jorong tersebut. Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi mencapai 80 jiwa.
Genangan air tidak hanya memasuki permukiman. Banjir juga menggenangi jalan sepanjang sekitar delapan meter dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter.
Kondisi tersebut membuat kendaraan kesulitan melintas. Arus lalu lintas di lokasi pun terganggu selama genangan masih menutupi badan jalan.
BPBD Agam Koordinasikan Pendataan Serta Penanganan Pendangkalan Sungai Bersama
BPBD Agam bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian. Petugas segera berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah nagari untuk melakukan pendataan terhadap rumah maupun warga yang terdampak.
Pendataan menjadi langkah awal sebelum pemerintah menentukan kebutuhan penanganan lanjutan. Proses tersebut juga bertujuan memastikan seluruh warga terdampak memperoleh perhatian sesuai kondisi di lapangan.
Di sisi lain, BPBD Agam juga berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) V terkait pendangkalan aliran sungai. Pendangkalan di nilai menjadi salah satu faktor yang memperbesar potensi luapan air ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Pemerintah berharap koordinasi itu dapat mempercepat penanganan terhadap kondisi sungai sehingga risiko banjir serupa dapat di minimalkan. Hingga Selasa pagi, pendataan masih terus berlangsung, sementara warga terdampak tetap mengungsi di rumah kerabat sambil menunggu situasi kembali aman.(ar)









