BPBD Kota Padang Catat 6.989 Kejadian Bencana Semester I 2026, Kekeringan Jadi Dampak Terbesar

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selain kekeringan, BPBD mencatat 384 kejadian gempa bumi yang dirasakan masyarakat selama Januari hingga Juni 2026.( poto : langgam.id )

Selain kekeringan, BPBD mencatat 384 kejadian gempa bumi yang dirasakan masyarakat selama Januari hingga Juni 2026.( poto : langgam.id )

Sumatera Barat, seriusnews.id – Kejadian bencana di Kota Padang sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 6.989 kasus berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang. Dari total tersebut, dampak kekeringan mendominasi dengan 6.530 warga mengalami gangguan akses air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menegaskan tingginya angka kekeringan tidak berkaitan dengan musim kemarau. Ia menyebut kerusakan infrastruktur pascabencana memicu gangguan distribusi air ke permukiman warga.

Menurut Hendri, jaringan irigasi Gunung Nago yang jebol menjadi salah satu penyebab utama distribusi air tidak berjalan normal. Di saat yang sama, banyak sumur warga berhenti mengalir sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

“Data kekeringan itu merupakan dampak pascabencana. Salah satunya karena jaringan irigasi Gunung Nago jebol sehingga distribusi air terganggu. Selain itu, banyak sumur warga yang tidak lagi mengalirkan air,” ujar Hendri, Senin (15/6/2026).

Kerusakan Infrastruktur Picu Krisis Air

BPBD menilai gangguan infrastruktur memberi dampak langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Kerusakan jaringan air memperpanjang proses pemulihan setelah bencana.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem di Padang Picu Pohon Tarok Tumbang, Rumah Warga Rusak Berat

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak bencana tidak selalu muncul dalam bentuk banjir atau longsor. Gangguan layanan air juga dapat memengaruhi aktivitas masyarakat dalam jangka waktu yang cukup panjang.

BPBD terus mendorong percepatan pemulihan infrastruktur agar pasokan air kembali normal. Langkah itu menjadi bagian penting dalam mengurangi dampak lanjutan pascabencana.

Gempa dan Pohon Tumbang Masih Mendominasi Catatan

Selain kekeringan, BPBD mencatat 384 kejadian gempa bumi yang dirasakan masyarakat selama semester pertama tahun ini.

BPBD juga mencatat 57 kejadian pohon tumbang. Selanjutnya, terdapat sembilan kasus warga tenggelam atau hanyut, dua kejadian banjir, dua longsor, satu puting beliung, dua abrasi pantai, serta dua kejadian kebakaran hutan, lahan, dan bangunan.

Data tersebut memperlihatkan bahwa ancaman bencana di Kota Padang masih beragam. Karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu menjaga kesiapsiagaan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Refleksi Seabad Gempa Padang Panjang 1926: Penguatan Mitigasi dan Kearifan Lokal Sumatra Barat

BPBD mencatat penurunan pada sejumlah jenis bencana dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Jumlah pohon tumbang turun dari 234 kasus menjadi 57 kasus. Jumlah banjir juga menurun dari 54 kejadian menjadi dua kejadian, sedangkan longsor berkurang dari 11 kejadian menjadi dua kejadian.

Hendri menilai penurunan itu menunjukkan hasil dari penguatan mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan. Namun, ia tetap meminta masyarakat menjaga kewaspadaan terhadap potensi bencana.

Ia menambahkan bahwa cuaca yang berubah dan kerentanan sejumlah wilayah masih memerlukan perhatian bersama.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana, termasuk jaringan irigasi dan sumber air masyarakat,” katanya.

BPBD Kota Padang juga mengimbau masyarakat segera melaporkan potensi bencana di lingkungan masing-masing. Respons cepat memungkinkan petugas menangani kondisi lebih awal dan menekan dampak yang lebih besar.(ar)

Berita Terkait

Kebakaran Hebat Hanguskan Rumah Warga di Padang Pariaman, Kerugian Capai Rp500 Juta
Warga Terjebak di Sungai Lubuak Jambak Padang Berhasil Dievakuasi Tim SAR
Banjir Bandang Pasaman Terseret Arus, Tim SAR Masih Cari Korban Hilang
Langkah Strategis Pemko Padang Percepat Revitalisasi Kota Tua untuk Wisata Sejarah dan Kuliner
Gubernur Sumbar Tinjau Flyover Sitinjau Lauik Pembangunan Fisik Dimulai
Satgas PRR dan Pemko Padang Pantau Pembangunan Huntap Balai Gadang
Padang Rancak Award 2026 Sesi Kedua Hadirkan Puluhan Inovasi Unik Warga
Keturunan Pendiri PT Semen Padang Asal Belanda Lakukan Napak Tilas Sejarah
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 08:47 WIB

Kebakaran Hebat Hanguskan Rumah Warga di Padang Pariaman, Kerugian Capai Rp500 Juta

Minggu, 20 September 2026 - 21:10 WIB

Warga Terjebak di Sungai Lubuak Jambak Padang Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Minggu, 20 September 2026 - 21:05 WIB

Banjir Bandang Pasaman Terseret Arus, Tim SAR Masih Cari Korban Hilang

Sabtu, 19 September 2026 - 20:23 WIB

Langkah Strategis Pemko Padang Percepat Revitalisasi Kota Tua untuk Wisata Sejarah dan Kuliner

Jumat, 18 September 2026 - 13:16 WIB

Gubernur Sumbar Tinjau Flyover Sitinjau Lauik Pembangunan Fisik Dimulai

Berita Terbaru

Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.I.P., hadir menyambut para peserta dan pengurus APWI.(poto: kominfo).

Pemerintahan

Jamnas APWI IV NTB Mendorong Inovasi Birokrasi ASN

Senin, 21 Sep 2026 - 09:35 WIB