Padang, seriusnews.id – Tim dosen Departemen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar program pengabdian masyarakat untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah rumah tangga di Kota Padang. Oleh karena itu, kegiatan yang menyasar Kelompok Dasawisma Matoa ini berfokus pada edukasi serta pendampingan pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomis.
Selain itu, program bertajuk “Pemberdayaan Komunitas Ibu melalui Edukasi dan Pendampingan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Bernilai Ekonomi untuk Mendukung SDGs” tersebut berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026. Sementara itu, lokasi pelatihan bertempat di Perumahan Pondok Indah Permai, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kota Padang.
Fatma Wati, M.Pd., memimpin langsung tim pengabdian ini bersama lima anggota akademisi lainnya. Selanjutnya, tim akademisi tersebut beranggotakan Ade Sazaliana, M.Pd., Azza Nuzullah Putri, M.Pd., Firda AzZahra, M.Pd., Dr. Tuti Lestari, M.Si., dan Dra. Yurnetti, M.Pd.
Pelatihan Praktis Mengubah Limbah Jelantah Menjadi Lilin
Pada dasarnya, pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para ibu dalam memproses limbah domestik. Dengan demikian, tim pengabdian menerapkan pendekatan praktik langsung agar seluruh peserta leluasa memahami setiap tahapan pengolahan.
Secara khusus, fokus utama kegiatan menyasar pemanfaatan limbah minyak goreng bekas atau minyak jelantah. Melalui bimbingan intensif tersebut, tim akademisi mengajarkan teknik mengubah sisa minyak dapur menjadi produk lilin alternatif.
Awalnya, para dosen memperagakan penggunaan alat serta bahan pendukung secara terperinci di depan peserta. Kemudian, ibu-ibu Dasawisma Matoa mempraktikkan sendiri seluruh proses pembuatan lilin hingga menghasilkan produk akhir yang siap pakai.
Di sisi lain, Fatma Wati menegaskan pentingnya memulai langkah pemilahan maupun pengolahan limbah dari lingkup keluarga terdekat. Sebab, ia berharap pemahaman baru ini mampu mengubah pola pikir masyarakat terhadap keberadaan sampah.
“Kami ingin mengajak masyarakat melihat sampah dari sudut pandang yang berbeda. Tidak semua limbah harus langsung dibuang,” ujar Fatma Wati.
Bahkan, menurutnya, keterampilan yang tepat bakal mengubah limbah rumah tangga menjadi barang yang berdaya guna sekaligus berpotensi menghasilkan rupiah.
Respon Positif Komunitas Ibu Dan Komitmen SDGs
Tentu saja, Kelompok Dasawisma Matoa menyambut antusias seluruh rangkaian acara pendampingan dari tim dosen UNP ini. Maka dari itu, Ketua Kelompok Dasawisma Matoa, Zuriyati, menilai materi pelatihan sangat aplikatif dan memberikan dampak langsung bagi para anggotanya.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena para anggota mendapatkan pengetahuan dan keterampilan terkait pengolahan limbah rumah tangga, salah satunya minyak jelantah yang dapat diolah menjadi lilin,” ungkap Zuriyati.
Oleh sebab itu, ia pun berharap tim pengabdian UNP dapat menggelar kegiatan serupa secara berkala di wilayah mereka. Pasalnya, kesinambungan program sangat penting untuk menjaga konsistensi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Hasilnya, evaluasi menunjukkan para peserta berhasil menguasai teknik dasar pembuatan lilin berbahan baku minyak jelantah. Akibatnya, keterampilan baru ini dapat mendorong kemandirian warga dalam mengelola limbah domestik secara bertanggung jawab.
Akhirnya, aksi nyata ini menjadi wujud kontribusi Departemen Pendidikan IPA UNP dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pada akhirnya, pemanfaatan limbah secara berkelanjutan bakal meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus merawat kelestarian alam.(ar)









