Sumatera Barat, seriusnews.id – Bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang sejumlah wilayah Sumatera pada akhir November 2025 meninggalkan duka mendalam. Oleh karena itu, Pewarta Foto Indonesia menggelar pameran foto Prahara Pulau Emas guna merawat memori kolektif masyarakat atas peristiwa bersejarah tersebut.
Pewarta Foto Indonesia merancang agenda pameran visual ini melalui kolaborasi strategis bersama Yayasan mataWaktu dan PT PLN. Selanjutnya, para penyelenggara memilih pelataran Istano Basa Pagaruyung sebagai lokasi acara karena memiliki nilai kebudayaan Minangkabau yang sangat kuat.
Karya Visual Terbaik Jurnalis Foto Empat Kota
Penyelenggara menghadirkan puluhan karya visual terbaik hasil rekaman lensa para fotografer profesional dari Aceh, Medan, Padang, hingga Jakarta. Selain itu, pameran ini menampilkan potret nyata kerusakan infrastruktur sekaligus momen heroik para petugas saat memulihkan jaringan listrik daerah.
Listrik menjadi urat nadi utama yang memicu percepatan kebangkitan ekonomi serta kehidupan sosial warga pascabencana. Oleh sebab itu, setiap foto yang terpajang mampu menyampaikan pesan kemanusiaan yang sangat mendalam kepada para pengunjung pameran.
Refleksi Visual Kebangkitan Warga Pasca Bencana Sumatera
Ketua PFI Padang, Arif Pribadi, memimpin langsung persiapan pameran serta pembenahan bingkai foto di kompleks Istano Basa Pagaruyung. Di samping itu, beliau menegaskan bahwa pameran foto kebencanaan seperti ini merupakan peristiwa seni visual pertama yang bertempat di sana.
“Kalau menurut saya, ini adalah suatu pameran yang luar biasa yang ada di Pagaruyung. Mungkin sebelumnya belum ada pameran foto bencana seperti ini di sini,” ujar Arif Pribadi saat menjelaskan signifikansi acara.
“Jadi, mari kita saksikan pameran besok yang akan ditampilkan oleh kawan-kawan PFI,” tambah Arif Pribadi mengundang partisipasi publik.
Edukasi Mitigasi Serta Ruang Kontemplasi Kebangkitan Masyarakat
Penyelenggara membuka pameran bersejarah ini secara gratis tanpa memungut biaya masuk dari para pengunjung yang datang. Lebih lanjut, masyarakat dapat menyaksikan pameran pada Senin, 27 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Lokasi pameran berada di Kompleks Istano Basa Pagaruyung, Jalan Sultan Alam Bagagarsyah, Jorong Balai Janggo, Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar. Dengan demikian, tempat ini menawarkan perpaduan magis antara kemegahan arsitektur tradisional Minangkabau dengan pesan jurnalisme visual yang menggugah empati.
Penyelenggara berharap pameran fotografi jurnalistik ini sanggup memberikan edukasi mitigasi bencana sekaligus menjadi ruang kontemplasi bagi publik. Selain itu, para pencinta seni, budayawan, hingga masyarakat umum dapat meresapi semangat pantang menyerah para penyintas.
“Mari luangkan waktu untuk hadir, menikmati suasana sejuk di kawasan Istano Basa Pagaruyung, sembari meresapi pesan kemanusiaan,” tutur Arif Pribadi.
Ia memungkas pernyataannya dengan mengajak publik menghayati semangat kebangkitan yang terpancar dari setiap bingkai foto. Oleh karena itu, kehadiran masyarakat menjadi bentuk apresiasi nyata bagi perjuangan para penyintas bencana Sumatera.(ar)









