Era AI Mengubah Segalanya, Jensen Huang Sebut Jurusan Kuliah Tak Terlalu Penting

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pendiri dan CEO Nvidia, Jensen Huang, tiba untuk pertemuan dengan Komite Perbankan Senat di Capitol Hill di Washington, D.C., AS, 3 Desember 2025. (REUTERS/Evelyn Hockstein)

Foto: Pendiri dan CEO Nvidia, Jensen Huang, tiba untuk pertemuan dengan Komite Perbankan Senat di Capitol Hill di Washington, D.C., AS, 3 Desember 2025. (REUTERS/Evelyn Hockstein)

JAKARTA, seriusnews.id – Banyak calon mahasiswa memilih jurusan kuliah dengan pertimbangan matang karena berkaitan dengan peluang karier di masa depan. Namun, CEO Nvidia, Jensen Huang, memiliki pandangan berbeda mengenai hal tersebut.

Menurut Huang, perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuat pilihan jurusan tidak lagi menjadi faktor paling menentukan. Ia menilai kemampuan memanfaatkan AI jauh lebih penting daripada pilihan bidang studi.

Huang menegaskan bahwa semua disiplin ilmu tetap memiliki peran penting pada masa depan. Karena itu, mahasiswa tidak perlu terlalu fokus pada jurusan yang dipilih. Sebaliknya, mereka perlu mencari cara agar AI dapat membantu proses belajar, mengasah keterampilan, dan mendukung pencapaian tujuan karier.

Baca Juga :  Sering Dekat dengan Kita! Ini Hewan Pembawa Hantavirus yang Harus Diwaspadai

Selain itu, Huang mendorong generasi muda untuk memanfaatkan AI sebagai alat pendukung pengembangan diri. Menurutnya, teknologi tersebut mampu membantu seseorang meningkatkan kemampuan dan produktivitas.

Huang menempuh pendidikan teknik elektronik di Universitas Negeri Oregon sebelum melanjutkan studi magister teknik elektro di Stanford University. Meski berkarier di industri teknologi, ia mengaku akan memilih mendalami ilmu fisika jika memiliki kesempatan mengulang masa kuliah.

Pandangan yang sama juga datang dari salah satu pendiri Anthropic, Jack Clark. Ia mengambil jurusan sastra Inggris dan penulisan kreatif saat menempuh pendidikan tinggi. Menurut Clark, pemahaman sejarah dan kemampuan membangun narasi tentang masa depan memberi manfaat besar bagi pekerjaannya di bidang AI.

Baca Juga :  Kementan Bongkar Sengketa Harga dan Mutu Beras Fortifikasi Stunting

Di sisi lain, pendiri Anthropic, Daniela Amodei, mengajak generasi muda untuk mengembangkan kemampuan yang belum mampu ditiru teknologi secara optimal. Ia menyebut keterampilan komunikasi, berpikir kritis, dan pemahaman humaniora sebagai bekal penting untuk menghadapi perkembangan AI.

Menurut Amodei, kemajuan AI justru meningkatkan nilai kemampuan manusia dalam memahami orang lain, berkomunikasi secara efektif, dan menganalisis persoalan secara mendalam. Karena itu, ia menilai bidang humaniora akan semakin relevan pada masa depan. (nr*)

Berita Terkait

Erupsi Gunung Anak Krakatau Memaksa Enam Bandara Tutup Sementara
Erupsi Gunung Anak Krakatau Picu Dentuman dan Getaran di Jawa Barat
BMKG Deteksi 2.671 Titik Panas di Sumatera, Sumsel dan Riau Tertinggi
Cara Cek Desil Bansos DTSEN dan Pemutakhiran Data Kesejahteraan
DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Sah Desember 2026
Prabowo Setujui Usulan BNPB Soal Gudang Logistik Bencana Daerah
Menkomdigi Meutya Hafid Minta KPI Menjaga Kualitas Siaran Era Digital
Misi Kemanusiaan PT Semen Padang Kirim Relawan Bencana NTT
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 20:38 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Memaksa Enam Bandara Tutup Sementara

Minggu, 6 September 2026 - 20:32 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Picu Dentuman dan Getaran di Jawa Barat

Jumat, 4 September 2026 - 20:29 WIB

BMKG Deteksi 2.671 Titik Panas di Sumatera, Sumsel dan Riau Tertinggi

Kamis, 3 September 2026 - 15:33 WIB

Cara Cek Desil Bansos DTSEN dan Pemutakhiran Data Kesejahteraan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:39 WIB

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Sah Desember 2026

Berita Terbaru