JAKARTA, seriusnews.id – Banyak calon mahasiswa memilih jurusan kuliah dengan pertimbangan matang karena berkaitan dengan peluang karier di masa depan. Namun, CEO Nvidia, Jensen Huang, memiliki pandangan berbeda mengenai hal tersebut.
Menurut Huang, perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuat pilihan jurusan tidak lagi menjadi faktor paling menentukan. Ia menilai kemampuan memanfaatkan AI jauh lebih penting daripada pilihan bidang studi.
Huang menegaskan bahwa semua disiplin ilmu tetap memiliki peran penting pada masa depan. Karena itu, mahasiswa tidak perlu terlalu fokus pada jurusan yang dipilih. Sebaliknya, mereka perlu mencari cara agar AI dapat membantu proses belajar, mengasah keterampilan, dan mendukung pencapaian tujuan karier.
Selain itu, Huang mendorong generasi muda untuk memanfaatkan AI sebagai alat pendukung pengembangan diri. Menurutnya, teknologi tersebut mampu membantu seseorang meningkatkan kemampuan dan produktivitas.
Huang menempuh pendidikan teknik elektronik di Universitas Negeri Oregon sebelum melanjutkan studi magister teknik elektro di Stanford University. Meski berkarier di industri teknologi, ia mengaku akan memilih mendalami ilmu fisika jika memiliki kesempatan mengulang masa kuliah.
Pandangan yang sama juga datang dari salah satu pendiri Anthropic, Jack Clark. Ia mengambil jurusan sastra Inggris dan penulisan kreatif saat menempuh pendidikan tinggi. Menurut Clark, pemahaman sejarah dan kemampuan membangun narasi tentang masa depan memberi manfaat besar bagi pekerjaannya di bidang AI.
Di sisi lain, pendiri Anthropic, Daniela Amodei, mengajak generasi muda untuk mengembangkan kemampuan yang belum mampu ditiru teknologi secara optimal. Ia menyebut keterampilan komunikasi, berpikir kritis, dan pemahaman humaniora sebagai bekal penting untuk menghadapi perkembangan AI.
Menurut Amodei, kemajuan AI justru meningkatkan nilai kemampuan manusia dalam memahami orang lain, berkomunikasi secara efektif, dan menganalisis persoalan secara mendalam. Karena itu, ia menilai bidang humaniora akan semakin relevan pada masa depan. (nr*)









