Jakarta, seriusnews.id – Presiden Prabowo Subianto membahas transformasi BUMN nasional bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, Minggu.
Pertemuan itu berfokus pada pengelolaan aset negara agar memberi manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden menaruh perhatian pada percepatan transformasi perusahaan negara.
Pemerintah juga mendorong penguatan sektor ekonomi baru yang mampu menciptakan pertumbuhan berkelanjutan.
Pemerintah menempatkan transformasi BUMN sebagai agenda utama dalam penguatan ekonomi nasional. Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing, dan memperbaiki tata kelola perusahaan negara.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden dan Rosan membahas strategi konsolidasi agar pengelolaan aset negara berjalan lebih efektif. Pemerintah ingin setiap entitas BUMN memiliki peran yang lebih jelas dan produktif.
Transformasi juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan BUMN dalam menghadapi perubahan ekonomi. Pemerintah menilai langkah itu dapat memperbesar kontribusi perusahaan negara terhadap pertumbuhan nasional.
Danantara Jadi Bagian Penggerak Pertumbuhan Baru
Selain membahas BUMN, pemerintah juga menyoroti peluang ekonomi yang dapat berkembang melalui Danantara Indonesia. Fokus utama mengarah pada sektor yang mampu menghasilkan dampak ekonomi luas.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian ialah pariwisata. Pemerintah ingin memperkuat sektor ini melalui penyelenggaraan kegiatan nasional dan internasional.
Kegiatan olahraga, konser musik, dan industri kreatif menjadi bagian dari strategi tersebut. Pemerintah menilai sektor itu mampu membuka lapangan kerja dan menarik investasi.
Aktivitas tersebut juga berpotensi meningkatkan perputaran ekonomi di berbagai daerah. Pemerintah berharap efek ekonomi ikut dirasakan oleh sektor pendukung.
Konsolidasi BUMN Terus Berjalan
Presiden juga menerima laporan mengenai perkembangan konsolidasi perusahaan negara. Pemerintah terus menjalankan proses tersebut secara bertahap.
Teddy menjelaskan bahwa dari sekitar 1.077 entitas BUMN yang ada saat ini, pemerintah telah mengonsolidasikan 258 entitas. Pemerintah menargetkan sekitar 300 entitas tambahan masuk ke tahap berikutnya.
Pemerintah berharap konsolidasi dapat menekan biaya operasional dan memperkuat tata kelola. Langkah itu juga di harapkan mempercepat pengambilan keputusan bisnis.
Melalui transformasi dan konsolidasi, pemerintah ingin membangun BUMN yang lebih efisien, sehat, dan kompetitif.
Upaya tersebut di harapkan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(ar)









