Guru Besar ITB: Keamanan Galon Polikarbonat Bebas Risiko Kanker

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang pekerja memindahkan galon guna ulang berisi air minum.(poto: padangkita.com).

Seorang pekerja memindahkan galon guna ulang berisi air minum.(poto: padangkita.com).

Bandung, seriusnews.id – Isu mengenai bahaya kemasan pangan terus menyita perhatian masyarakat luas hingga saat ini. Guru Besar Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Johnner Sitompul, menegaskan bahwa belum ada bukti klinis yang secara langsung mengaitkan paparan Bisphenol A (BPA) dengan gangguan kesehatan. Beliau menjelaskan bahwa riset sejauh ini belum membuktikan adanya dampak buruk dari keamanan galon polikarbonat bpa terhadap hormon, reproduksi, maupun pemicu kanker pada manusia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bahkan belum pernah melakukan kajian yang menunjukkan efek negatif tersebut. Pernyataan ini sekaligus merespons maraknya informasi liar yang mengklaim bahwa konsumsi air minum dari wadah guna ulang dapat memicu penyakit berbahaya.

Karakteristik Kimia Komponen Plastik Galon Polikarbonat Sangat Stabil

Masyarakat perlu berpikir kritis dalam membedakan antara senyawa BPA yang berdiri sendiri dengan BPA sebagai unsur pembentuk kemasan plastik. Sebagai bahan pencampur plastik polikarbonat, zat ini melekat kuat pada ikatan polimernya dan sangat sulit terlepas ke dalam air. Karakteristik ini membuat potensi migrasi partikel menjadi sangat kecil, terutama ketika berada dalam suhu ruangan yang normal.

Polikarbonat merupakan jenis material kemasan yang memiliki ketahanan tinggi terhadap paparan panas. Keunggulan tersebut menjadikannya pilihan utama untuk wadah guna ulang yang lebih ramah lingkungan bagi industri air minum. Johnner mengingatkan bahwa publik sering kali salah paham dalam membedakan zat aktif tunggal dengan produk plastik yang sudah jadi.

Baca Juga :  Hobi Makan Semangka? Waspadai Efek Pusing yang Bisa Muncul Setelahnya

Bahan baku monomer yang telah menyatu dalam struktur polikarbonat mengalami perubahan sifat kimia yang drastis. Proses polimerisasi ini menciptakan reaksi yang menghasilkan senyawa baru yang jauh lebih kuat dan tidak mudah luruh. Oleh sebab itu, perdebatan yang mencampuradukkan kedua hal tersebut tidak memiliki landasan ilmiah yang kuat.

Hasil Penelitian Universitas Airlangga Memperkuat Bukti Keamanan Galon

Fakta ilmiah ini sejalan dengan hasil studi dari Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga (Unair). Tim peneliti Unair menemukan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara gangguan sistem hormon maupun kanker dengan konsumsi air dari wadah polikarbonat. Studi tersebut memantau langsung pola konsumsi masyarakat terhadap sepuluh merek air minum dalam kemasan paling populer.

Berdasarkan uji laboratorium, seluruh sampel air minum menunjukkan kadar migrasi senyawa yang berada jauh di bawah ambang batas bahaya. Konsentrasi tertinggi yang menemukan angka 0,099 μg/L, sedangkan tingkat terendah berada pada angka 0,080 μg/L. Jumlah ini tidak melewati batas aman yang tertuang dalam aturan BPOM sebesar 0,5 mg/kg ataupun standar Tolerable Daily Intake (TDI) dari Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA).

Rendahnya angka temuan ini membuktikan bahwa risiko kesehatan akibat penggunaan wadah plastik guna ulang berada pada tingkat yang sangat aman. Peneliti menyimpulkan bahwa konsumsi air kemasan tersebut tidak memicu gangguan kesehatan reproduksi seperti yang selama ini memicu kekhawatiran. Evaluasi berkala tetap berjalan untuk terus menyajikan data ilmiah yang objektif kepada publik luas.

Baca Juga :  Kok Punggung Sering Nyeri di Usia 30-an? Ternyata Ini Biang Masalahnya

Badan Pengawas Obat Dan Makanan Menjamin Seluruh Kemasan

Otoritas pengawas menjamin bahwa seluruh produk wadah air minum yang beredar secara resmi di pasar domestik memiliki status aman. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa legalitas kemasan tersebut sudah mengantongi label Standar Nasional Indonesia (SNI) serta izin edar resmi. Regulasi yang ketat memastikan keselamatan konsumen tetap menjadi prioritas utama.

Penggunaan wadah polikarbonat secara berulang-ulang juga tidak meningkatkan laju perpindahan zat kimia ke dalam air minum. BPOM senantisasi mengawal kepatuhan produsen agar mutu produk tetap terjaga selama proses distribusi hingga ke tangan konsumen. Langkah ini sekaligus menangkal penyebaran informasi keliru yang memicu kecemasan di lingkungan masyarakat.

Di sisi lain, regulator memberikan peringatan keras terkait pencantuman label bebas senyawa tertentu pada kemasan produk komersial. Klaim yang tidak berdasar pada edukasi ilmiah yang tepat berpotensi menciptakan salah paham dan mengecoh persepsi konsumen. Pemerintah meminta pelaku industri untuk tetap mematuhi aturan periklanan yang objektif dan transparan.(ar)

Berita Terkait

Semen Padang Hospital Melayani MCU Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Solok
Kualitas Udara Memburuk, BRI Dharmasraya Bagikan Ratusan Masker Gratis
RS Dr. M. Djamil dan FK Unand Gelar Raker Departemen THT-BKL untuk Tingkatkan Mutu Layanan
Pegadaian dan IZI Buka Posko Kesehatan Gratis di Festival Pacu Jalur Kuansing
Maknai Kemerdekaan, PT Semen Padang Kumpulkan 326 Kantong Darah untuk PMI
Pemerintah Resmi Ubah Sistem Rujukan Pasien BPJS Kesehatan
Semen Padang Hospital Meluncurkan Paket Merdeka SPH 2026 Sambut HUT RI
Kota Pariaman Raih Terbaik I Layanan Kesehatan Regional Sumatera, Boyong Rp2 Miliar
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:05 WIB

Semen Padang Hospital Melayani MCU Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Solok

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Kualitas Udara Memburuk, BRI Dharmasraya Bagikan Ratusan Masker Gratis

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:11 WIB

RS Dr. M. Djamil dan FK Unand Gelar Raker Departemen THT-BKL untuk Tingkatkan Mutu Layanan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Pegadaian dan IZI Buka Posko Kesehatan Gratis di Festival Pacu Jalur Kuansing

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Maknai Kemerdekaan, PT Semen Padang Kumpulkan 326 Kantong Darah untuk PMI

Berita Terbaru