Sungai Penuh, seriusnews.id – Kepala Kantor Kemenag Kota Sungai Penuh H. Hardiman meninjau langsung pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat daerah. Peninjauan lapangan ini berlangsung di Pondok Pesantren Arafah Kota Sungai Penuh pada Selasa dan Rabu, 8–9 September 2026.
Hardiman turun ke lokasi untuk memastikan seluruh rangkaian kompetisi berjalan tertib, lancar, dan sesuai standar baku. Pengawasan ketat ini bertujuan untuk menjaga kualitas ajang bergengsi antar-peserta didik madrasah tersebut.
Monitoring Kemenag Kota Sungai Penuh Pada Hari Kedua
Panitia menggelar kompetisi hari kedua pada Selasa, 8 September 2026, khusus untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah. Ratusan siswa jenjang MTs bersaing menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam suasana yang kondusif.
Pelaksanaan kegiatan kemudian berlanjut pada hari ketiga, Rabu, 9 September 2026, bagi jenjang Madrasah Ibtidaiyah. Para murid tingkat MI mengikuti perlombaan dengan penuh antusias sejak pagi hari.
Di tengah peninjauan, Hardiman menyapa para peserta yang sedang bersiap menghadapi ujian dan kompetisi. Langkah ini memicu semangat para siswa untuk tampil maksimal selama kegiatan berlangsung.
Pihaknya memberikan dorongan moral agar anak-anak berjuang gigih dan tetap menjaga kejujuran. Sikap sportif menjadi poin utama yang terus ditekankan sepanjang ajang ini.
Pengembangan Potensi Siswa Madrasah Melalui Kompetisi OMI
Kemenag menilai ajang tahunan ini memegang peranan kunci dalam mengasah bakat serta keahlian para murid. Fasilitas kompetisi yang memadai mendorong siswa untuk berani menunjukkan keunggulan akademik maupun non-akademik.
Melalui ajang ini, para pelajar melatih mental bertanding serta mengukur kemampuan diri secara objektif. Atmosfer perlombaan juga membangun budaya belajar yang sehat antar-lembaga pendidikan.
Kehadiran pimpinan kantor ke lokasi membuktikan komitmen serius pemerintah dalam memajukan pendidikan madrasah. Pemerintah daerah terus mendorong terciptanya generasi muda yang cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia.
Langkah pengawasan langsung ini memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas penyelenggaraan kegiatan. Seluruh rangkaian OMI tingkat daerah ini berakhir dengan tertib tanpa kendala teknis yang berarti.(ar)









