Jakarta, seriusnews.id-Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering sibuk mengejar dunia, bekerja, mencari rezeki, dan menikmati aktivitas. Namun di tengah kesibukan itu, banyak orang justru melalaikan sholat.
Allah memberikan nikmat sehat agar manusia bisa beraktivitas dan beribadah dengan baik. Namun sebagian orang justru menggunakan kesehatan itu hanya untuk urusan dunia, bukan untuk mendekat kepada-Nya.
Sehat sering terlupakan, baru disadari saat sakit
Banyak orang baru menyadari mahalnya nikmat sehat ketika jatuh sakit. Saat tubuh lemah, mereka baru merindukan kesempatan untuk sujud dan beribadah dengan tenang.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari)
Hadis ini mengingatkan bahwa kesehatan dan waktu luang seharusnya menjadi sarana untuk beribadah, bukan untuk lalai.
Sholat sebagai ukuran amal
Sholat menjadi ibadah utama yang menentukan kualitas amal seseorang. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Amal yang pertama kali dihisab adalah sholat. Jika baik, maka baik seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi)
Ketika seseorang menjaga sholat, ia menjaga seluruh amal kehidupannya. Sebaliknya, ketika ia melalaikannya, ia merusak pondasi ibadahnya.
Jangan menunggu lemah untuk kembali kepada Allah
Manusia sering menunda ibadah dengan alasan sibuk atau masih kuat secara fisik. Padahal, waktu tidak selalu memberi kesempatan kedua.
Setiap sujud menjadi momen untuk mendekat kepada Allah, dan setiap sholat menjadi bentuk syukur atas nikmat sehat yang diberikan.
Nikmat sehat merupakan amanah yang harus digunakan untuk beribadah, bukan hanya untuk urusan dunia. Sholat menjadi wujud syukur paling nyata atas kesehatan yang Allah berikan.
Selama masih sehat dan kuat, manusia perlu memanfaatkannya untuk berdiri, rukuk, dan sujud kepada Allah sebelum waktu itu hilang. (nr*)









