Padang, seriusnews.id – Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) dan UIN Imam Bonjol Padang memperkuat kolaborasi melalui program KKN UIN-IB Padang Periode ke-52 Tahun 2026. Kolaborasi itu hadir melalui pembekalan dan pelepasan 2.530 mahasiswa di Aula Gedung J Kampus III UIN-IB Padang, Senin (15/6/2026).
Program tersebut membuka ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat. Pemko Padang menempatkan perguruan tinggi sebagai mitra penting untuk memperkuat pembangunan daerah.
Muhaimin Iskandar membuka kegiatan pelepasan sekaligus memberikan kuliah umum kepada peserta.
Muhaimin menegaskan bahwa mahasiswa memegang peran penting sebagai agen perubahan. Menurutnya, KKN menjadi ruang yang menghubungkan teori akademik dengan kondisi masyarakat.
Ia mengajak mahasiswa memanfaatkan masa pengabdian untuk menghasilkan gagasan dan inovasi. Ia juga mendorong peserta menghadirkan solusi atas berbagai tantangan sosial.
Muhaimin berharap UIN Imam Bonjol Padang terus melahirkan pemikiran besar yang memberi kontribusi bagi masa depan Indonesia.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengapresiasi kontribusi perguruan tinggi dalam membentuk generasi penerus.
Fadly mengajak mahasiswa menerapkan ilmu yang mereka peroleh selama kuliah. Ia menilai keterlibatan langsung di tengah masyarakat dapat memperkuat manfaat pendidikan.
Ia juga berharap peserta KKN memberi dampak nyata selama menjalankan pengabdian.
Smart Surau Jadi Program Prioritas
Fadly menekankan pentingnya dukungan mahasiswa terhadap program Smart Surau.
Pemko Padang merancang program tersebut untuk menghidupkan kembali fungsi rumah ibadah sebagai pusat pendidikan dan pembinaan generasi muda.
Program Smart Surau menghadirkan kegiatan Subuh Mubarokah, Remaja Masjid Reborn, fasilitasi Rumah Tahfidz, serta ruang belajar digital di masjid dengan akses WiFi gratis.
Fadly mengajak mahasiswa ikut menyukseskan program tersebut saat menjalankan KKN di tengah masyarakat.
Pemko Padang juga mendorong mahasiswa mendukung berbagai agenda strategis daerah.
Salah satu fokus utama ialah gerakan Padang Rancak yang menargetkan predikat kota terbersih di Indonesia.
Pemerintah daerah juga mempercepat langkah Kota Padang menuju pengakuan sebagai Kota Kreatif Gastronomi Dunia dari UNESCO.
Pemko berharap mahasiswa dapat memperluas partisipasi masyarakat dan memperkuat pelaksanaan program pembangunan.
Fadly menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap pengembangan pendidikan.
Pemko Padang menyiapkan delapan unit feeder bus untuk mendukung akses menuju Kampus III UIN Imam Bonjol Padang.
Pemerintah daerah juga mendorong pelebaran jalan menuju kawasan kampus melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.
Sementara itu, Rektor UIN Imam Bonjol Padang Martin Kustati menjelaskan bahwa program tahun ini mengangkat tema An-Nahl Berdampak: Berdaya, Tangguh dan Berbudaya.
Mahasiswa dari berbagai fakultas akan menjalankan pengabdian di sejumlah daerah di Sumatera Barat dan provinsi sekitarnya mulai 20 Juli hingga 19 Agustus 2026.
Kegiatan pelepasan juga menghadirkan Abdul Haris, Firdaus, unsur Forkopimda Kota Padang, serta jajaran pimpinan dan civitas akademika UIN Imam Bonjol Padang.(ar)









