Sumatera Barat, seriusnews.id – Bantuan rendang Pemprov Sumbar terus mengalir untuk membantu masyarakat yang terdampak musibah bencana alam di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggalang bantuan makanan siap saji ini dari para Aparatur Sipil Negara serta masyarakat umum.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengonfirmasi bahwa jajarannya sudah menjalankan aksi kepedulian sosial ini sejak beberapa hari terakhir. Pihaknya menargetkan total bantuan makanan olahan daging khas Minangkabau tersebut terkumpul sedikitnya satu ton sebelum jadwal pengiriman.
Penghimpunan Bantuan Rendang Dipusatkan Pada Posko BPBD
Gubernur Mahyeldi resmi menunjuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat sebagai pengelola utama seluruh proses penghimpunan logistik. Posko penerimaan bantuan saat ini sudah beroperasi secara aktif di Kantor BPBD Provinsi Sumatera Barat.
Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Sumatera Barat Medi Iswandi menyebutkan bahwa jumlah donasi sementara sudah menembus ratusan kilogram. Pengurus posko akan langsung mengemas dan mengirimkan seluruh bantuan begitu volume logistik memenuhi target minimal.
Aksi Kepedulian Berdasarkan Pengalaman Bencana Masa Lalu
Pemerintah daerah menggerakkan aksi kemanusiaan ini berdasarkan pengalaman Sumatera Barat yang kerap menghadapi peristiwa bencana alam. Musibah masa lalu mengajarkan betapa sulitnya pemenuhan kebutuhan pangan saat jalur distribusi logistik mengalami kerusakan total.
Masyarakat Sumatera Barat sangat memahami penderitaan para korban musibah karena pernah menerima uluran tangan dari berbagai daerah. Rasa saling bantu ini menjadi alasan kuat Pemprov Sumbar untuk segera meringankan beban warga di Nusa Tenggara Timur.
Alasan Rendang Menjadi Logistik Utama Kondisi Darurat
Pemerintah memilih masakan rendang sebagai bantuan utama karena memiliki ketahanan simpan yang sangat tinggi dalam situasi darurat. Kuliner legendaris Minangkabau ini mampu bertahan lama tanpa membutuhkan alat pendingin maupun proses pengawetan buatan.
Warga terdampak bencana dapat langsung mengonsumsi rendang tanpa harus memasak atau menggunakan peralatan dapur yang terbatas. Keunggulan praktis inilah yang membuat bantuan rendang sangat cocok untuk menunjang kebutuhan gizi para pengungsi bencana.(ar)









