Sumatera Barat, seriusnews.id – Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat membawa kabar baik bagi kelestarian tradisi lokal pada pertengahan tahun ini. Sebanyak 15 karya budaya asal Sumatera Barat resmi menyandang status sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang baru. Ketetapan ini mencakup berbagai bentuk ekspresi budaya mulai dari seni pertunjukan, ritus adat, bahasa, kuliner, hingga tradisi lisan yang hidup di tengah masyarakat.
Pemerintah pusat memberikan pengakuan resmi ini setelah melalui proses penilaian yang sangat ketat. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Syaiful Bahri, menyampaikan langsung pengumuman tersebut di Kota Padang pada Rabu (8/7/2026). Ia menyatakan bahwa capaian ini bukan sekadar penghargaan, melainkan sebuah amanah besar bagi seluruh masyarakat.
“Penetapan ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar,” ujar Syaiful di Padang. Pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga keberlangsungan seluruh warisan tradisi ini agar tidak punah tergerus zaman.
Ragam Tradisi Unik dari Berbagai Daerah Sumatera Barat
Karya budaya yang lolos pada fase awal ini berasal dari belasan kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Kota Padang menyumbang dua warisan penting, yaitu Bahasa Pondok dan tradisi bela diri Urak Balabek. Sementara itu, Kabupaten Sijunjung meloloskan Marinai, dan Kota Sawahlunto membawa Tari Piriang Balenggek Lunto ke panggung nasional.
Bergerak ke wilayah Solok, terdapat keragaman tradisi yang sangat menonjol dalam penilaian tahun ini. Kota Solok sukses mendaftarkan Tradisi Tunduak sebagai warisan nasional yang diakui. Kabupaten Solok bahkan menyumbangkan tiga karya sekaligus, yakni tradisi Balaho, Indang Solok, dan Tari Tupai Janjang Koto Hilalang.
Daerah lain juga tidak kalah dalam menunjukkan kekayaan adat budaya mereka ke tingkat pusat. Kota Bukittinggi meloloskan Tari Payung, sedangkan Kabupaten Kepulauan Mentawai membawa instrumen komunikasi tradisional bernama Tuddukat. Kabupaten Limapuluh Kota juga berhasil mencatatkan ritual mistis Sirompak Taeh dalam daftar nasional ini.
Kekayaan kuliner dan seni lainnya turut melengkapi daftar pencapaian kebudayaan Sumatera Barat kali ini. Kota Padang Panjang berhasil meloloskan Tapuang Pisang sebagai warisan tradisi yang khas. Terakhir, Kota Payakumbuh menyumbangkan seni Sijoda serta kuliner Kalamai, sementara Kabupaten Solok Selatan meloloskan tradisi Goba-goba.
Puluhan Usulan Lain Bersiap Hadapi Sidang Penilaian Nasional
Pencapaian pertengahan tahun ini ternyata baru merupakan langkah awal dari target besar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Dinas Kebudayaan Sumatera Barat sebenarnya mengusulkan total 63 karya budaya sepanjang tahun 2026 ini. Angka 15 karya budaya yang lolos sekarang merupakan hasil dari penilaian termin pertama.
Dinas Kebudayaan kini langsung mengalihkan fokus untuk mengawal sisa usulan yang belum bersidang. Sebanyak 48 usulan karya budaya lainnya saat ini sedang masuk dalam tahap persiapan intensif. Seluruh usulan tersebut akan berjuang melewati sidang penilaian pada termin kedua dan ketiga mendatang.
Syaiful menjelaskan bahwa proses pengusulan warisan budaya ini membutuhkan kerja keras dan dokumen yang komplet. Tim ahli harus menyusun kajian akademis yang mendalam serta membuat video dokumentasi yang representatif. Pemerintah daerah juga wajib melibatkan para maestro dan penutur budaya asli untuk proses verifikasi di lapangan.
Strategi Pewarisan Nilai Ekonomi Bagi Seluruh Generasi Muda
Penetapan status tingkat nasional ini membawa konsekuensi logis bagi pemerintah daerah dan komunitas adat. Syaiful menegaskan bahwa setiap karya budaya harus aktif bergerak melalui proses pewarisan nyata kepada generasi muda. Tradisi tersebut tidak boleh berhenti sebagai dokumen di atas kertas saja.
Pemerintah daerah berharap pemanfaatan warisan ini mampu memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat pendukungnya. Pengembangan tradisi secara tepat dapat menghasilkan nilai sosial, edukatif, bahkan nilai ekonomi. Kolaborasi berbagai pihak akan menjadi kunci utama dalam menghidupkan ekosistem budaya lokal ini.
Keberagaman karya yang lolos menunjukkan bahwa adat Minangkabau dan Kepulauan Mentawai terus bertumbuh secara dinamis. Tradisi tersebut bukan sekadar cerita masa lalu yang pasif di dalam buku sejarah. Warisan leluhur ini terbukti tetap hidup, relevan, dan berkembang dalam keseharian masyarakat modern saat ini.
Tambahan prestasi ini mendongkrak jumlah koleksi kebudayaan Sumatera Barat yang diakui secara nasional. Sejak tahun 2013 hingga sekarang, Sumatera Barat telah mengantongi total 164 karya budaya berstatus warisan nasional. Angka ini semakin mengukuhkan posisi Sumatera Barat sebagai salah satu lumbung budaya terbesar di Indonesia.(ar)









