Padang, seriusnews.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) resmi mengesahkan Perubahan APBD Kota Padang untuk tahun anggaran 2026. Keputusan penting ini terwujud dalam rapat paripurna khidmat di Gedung DPRD Kota Padang pada Jumat, 17 Juli 2026.
Ketua DPRD Kota Padang, Muharloin, memimpin langsung jalannya rapat paripurna yang strategis tersebut. Selain pengesahan anggaran, forum legislatif ini juga membahas penyampaian nota Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk musim anggaran tahun 2027.
Seluruh fraksi di DPRD Kota Padang secara bulat memberikan dukungan penuh terhadap dokumen anggaran tersebut. Mereka sepakat bahwa penyesuaian anggaran ini sangat mendesak demi menjaga stabilitas pembangunan di ibu kota Provinsi Sumatera Barat ini.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, secara terbuka menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran legislatif. Pemerintah daerah menilai dukungan penuh dari para wakil rakyat ini menjadi pilar krusial bagi keberlanjutan berbagai program strategis daerah.
Legislatif Dukung Penuh Keberlanjutan Program Strategis Daerah
Pemerintah Kota Padang bergerak cepat dengan langsung memaparkan rancangan postur APBD untuk tahun anggaran 2027. Eksekutif memproyeksikan total belanja daerah pada tahun mendatang akan menyentuh angka yang cukup fantastis, yakni mencapai Rp2,7 triliun.
Untuk menopang kebutuhan belanja tersebut, pemerintah menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,1 triliun. Pemerintah daerah optimis mampu mencapai target tersebut melalui optimalisasi sektor pajak, retribusi daerah, hingga pengelolaan kekayaan daerah yang lebih maksimal.
Pemerintah kota juga mengandalkan sumber pendanaan lain dari sektor pendapatan transfer pemerintah. Sektor transfer dari pemerintah pusat dan kerja sama antardaerah ini ditargetkan menyumbang dana segar sebesar Rp1,5 triliun.
Manajemen keuangan daerah menuntut pembagian pos belanja yang sangat cermat dan proporsional. Langkah ini bertujuan agar setiap rupiah dari anggaran daerah benar-benar memberikan dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan seluruh warga kota.
Pemerintah Kota Padang Alokasikan Belanja Operasi
Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran belanja operasi yang cukup besar, yaitu mencapai Rp2,5 triliun. Kebijakan ini sengaja diambil demi menjaga stabilitas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat luas.
Di samping pemenuhan kebutuhan operasional, pemerintah kota tetap menaruh perhatian serius pada sektor fisik. Rapat paripurna tersebut menyepakati alokasi dana sebesar Rp118,3 miliar khusus untuk program percepatan pembangunan infrastruktur kota.
Pemerintah juga menyediakan anggaran kedaruratan guna mengantisipasi berbagai situasi yang tidak terduga. Untuk itu, pemerintah daerah mengamankan dana sebesar Rp7 miliar yang ditempatkan khusus pada pos belanja tidak terduga.
Semua alokasi belanja ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam menggerakkan roda ekonomi makro. Sinergi antara pembangunan fisik dan pelayanan dasar tetap menjadi fokus utama dari arah kebijakan pembangunan daerah ini.
Wakil Wali Kota Pastikan Anggaran Tetap Sehat
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan bahwa kondisi keuangan daerah tahun 2027 berada dalam status yang sangat sehat. Pernyataan menyejukkan ini muncul meskipun postur anggaran tahun depan menghadapi proyeksi defisit sebesar Rp87,3 miIiar.
Tim anggaran pemerintah daerah memastikan akan menutup defisit tersebut melalui skema yang aman. Pemerintah memanfaatkan surplus pembiayaan netto yang berasal dari selisih positif antara penerimaan dan pengeluaran pembiayaan daerah.
Pemerintah Kota Padang kini menaruh harapan besar agar dokumen anggaran tersebut bisa segera melaju ke tahapan berikutnya. Pihak eksekutif menginginkan pembahasan komisi dan badan anggaran DPRD segera berjalan demi penyempurnaan dokumen.
Melalui kerja sama yang erat ini, pemerintah yakin akan melahirkan anggaran yang tepat sasaran. Sinergi yang harmonis antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci utama dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan.
“Kami berharap apa yang telah disampaikan ini dapat dibahas lebih lanjut, sehingga menghasilkan APBD yang efektif, efisien, serta mampu mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Padang,” ujar Maigus penuh harap saat menutup penyampaiannya di podium.(ar)









