Padang, seriusnews.id — Wali Kota Padang, Fadly Amran, terus mendorong penguatan infrastruktur hijau DAS Batang Kuranji sebagai strategi jangka panjang mitigasi bencana ekologis. Langkah konkret ini menekan ancaman banjir dan banjir bandang yang kerap melanda kawasan hilir Kota Padang.
Fadly Amran menyampaikan komitmen tersebut saat meresmikan agenda Penanaman Perdana Festival Tanam Hulu. Selain itu, pihak penyelenggara memusatkan kegiatan pelestarian lingkungan ini di kawasan Guo, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji.
Restorasi Kawasan Hulu Sungai Batang Kuranji Padang
Sementara itu, Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia menginisiasi gerakan konservasi ini guna memulihkan daya dukung lingkungan kawasan hulu. Pihaknya menjalankan restorasi melalui penanaman pohon secara masif serta peningkatan kapasitas masyarakat lokal.
Oleh karena itu, Fadly Amran menegaskan bahwa penanganan ancaman bencana alam memerlukan pendekatan menyeluruh. Menurutnya, pemulihan kawasan rawan bencana seperti Guo dan Lambung Bukit memegang peranan kunci bagi keselamatan warga.
“Penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik semata, tetapi harus dibarengi dengan pemulihan kawasan hulu sungai secara berkelanjutan,” kata Fadly.
Selanjutnya, sejumlah tokoh lintas sektor menghadiri dan mendukung penuh peresmian agenda konservasi lingkungan ini. Bahkan, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade serta anggota DPRD Kota Padang hadir mendampingi Wali Kota. Begitu pula jajaran Forkopimda, kepala dinas terkait, Camat Kuranji, hingga jajaran TNI dan Polri turut mengawal acara.
Dukungan Dana BUMN dan Target Penanaman Pohon
Dalam kesempatan tersebut, Andre Rosiade memfasilitasi dukungan pembiayaan program rehabilitasi DAS melalui sinergi badan usaha milik negara. Lebih lanjut, ia menyalurkan alokasi dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN senilai lebih dari Rp2 miliar.
“Kami sangat mendukung penuh upaya pemulihan ekosistem ini, salah satunya dengan menyalurkan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan dari BUMN senilai lebih dari Rp2 miliar,” tutur Andre.
Di sisi lain, Ketua Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia, Hendra Amriz, memaparkan peta jalan pelaksanaan agenda pelestarian ini. Pihaknya memproyeksikan penanaman puluhan ribu bibit tanaman hutan di wilayah Kuranji dan Pauh.
“Festival Tanam Hulu ini akan berlangsung selama tujuh bulan ke depan dengan target penanaman mencapai 60.000 bibit tanaman hutan,” ungkap Hendra.
Akhirnya, panitia menutup rangkaian acara secara khidmat melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kota Padang dan Yayasan Galapagos Indonesia Lestari. Tidak hanya itu, yayasan juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Dinas Pertanian Kota Padang untuk menguatkan kolaborasi pemanfaatan serta pelestarian Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) dr. Mohammad Hatta.(ar)









