Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026 Dimulai, Prosesi Maambiak Tanah Jadi Penanda Awal Tradisi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, hadir langsung menyaksikan jalannya prosesi.( poto : padangkita.com )

Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, hadir langsung menyaksikan jalannya prosesi.( poto : padangkita.com )

Kota Pariaman, seriusnews.id – Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026 resmi dimulai melalui prosesi Maambiak Tanah yang berlangsung bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah pada Selasa (16/6/2026).

Ritual pembuka ini menandai awal seluruh rangkaian budaya Tabuik yang setiap tahun menjadi bagian penting dari identitas sekaligus daya tarik wisata Kota Pariaman.

Panitia menggelar prosesi Maambiak Tanah di dua lokasi yang berada di Kecamatan Pariaman Tengah. Anak Tabuik Subarang menjalankan ritual di aliran Sungai Batang Piaman, Desa Pauh Timur. Sementara itu, anak Tabuik Pasa melaksanakan prosesi di aliran sungai kecil di Kelurahan Alai Galombang.

Dalam tradisi ini, peserta menyelam ke dasar sungai untuk mengambil tanah. Mereka memasukkan tanah ke dalam belangga, membungkusnya dengan kain putih, lalu meletakkannya di atas baki khusus.

Setelah itu, rombongan mengarak tanah menuju Rumah Tabuik masing-masing. Anak Tabuik membawa obor atau lentera sepanjang perjalanan sebelum menempatkan tanah di Daraga, tempat khusus yang tersedia di setiap Rumah Tabuik.

Baca Juga :  Nasi Kapau Uni Cah Bukittinggi Kuliner Legendaris yang Menggugah Selera

Maambiak Tanah Menjadi Penanda Dimulainya Tradisi

Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, hadir langsung menyaksikan jalannya prosesi. Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan Maambiak Tanah menandai dimulainya seluruh rangkaian Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026.

Menurut Mulyadi, anak Tabuik Subarang menjalankan prosesi di Desa Pauh Timur dengan lancar. Setelah Salat Magrib, anak Tabuik Pasa melanjutkan prosesi di Kelurahan Alai Galombang.

Mulyadi menegaskan bahwa budaya Tabuik telah menjadi pesta rakyat tahunan yang menghadirkan hiburan sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.

Ia juga menekankan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungan tradisi tersebut dan mempertahankan keasliannya agar terus  di wariskan kepada generasi berikutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mulyadi menyebut Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman telah masuk daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Pengakuan tersebut memperkuat posisi Tabuik sebagai agenda budaya dan wisata nasional. Pemerintah Kota Pariaman pun optimistis jumlah kunjungan wisatawan selama pelaksanaan kegiatan dapat mencapai 200 ribu orang.

Baca Juga :  Pemko Pariaman Rebuilt Kios Sala Pantai Gandoriah

Target itu muncul karena tingginya antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan Tabuik tahun ini.

Filosofi Maambiak Tanah dan Urutan Prosesi Tabuik

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, menjelaskan bahwa Maambiak Tanah menjadi tahap pertama dalam rangkaian Tabuik.

Menurut Ferialdi, prosesi tersebut menggambarkan filosofi bahwa manusia berasal dari tanah dan pada akhirnya kembali ke tanah. Tanah yang peserta ambil dari dasar sungai juga melambangkan kesucian asal manusia.

Setelah Maambiak Tanah, rangkaian Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026 berlanjut ke sejumlah tahapan lain, yaitu Manabang Batang Pisang, Maradai, Turun Panja, Maatam, Maarak Jari-Jari, Maarak Saroban, Tabuik Naik Pangkek, hingga mencapai puncak acara Tabuik di hoyak dan Tabuik di buang ka lauik.

Rangkaian prosesi tersebut terus memperkuat posisi Tabuik sebagai warisan budaya yang hidup dan tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.(ar)

Berita Terkait

Buka Rapimwil Pemuda Muhammadiyah Sumbar, Fadly Amran Dorong Agenda Nasional dan Diplomasi Kuliner Padang
Pemprov Sumbar Tetapkan Kawasan Danau Maninjau Jadi Destinasi Wisata Prioritas
Pemko Padang Kembangkan Wisata Gua Kelelawar Padayo Berbasis Ekologi dan Edukasi
Wali Kota Fadly Amran Resmi Tutup Lomba Mural Taman Aliran Kenangan Padang
Wali Kota Padang Resmikan Pokdarwis LuBaRiTa untuk Garap Wisata Alam Lubuk Kilangan
Padang Gastronomi Fest 2026 Dorong Tradisi Malamang dan Target UNESCO
Pemprov Sumbar Dukung Evaluasi UNESCO Geopark Ranah Minang Silokek
Geopark Ranah Minang Silokek Menuju UNESCO: Sumbar Siap Tembus Panggung Dunia
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 20:07 WIB

Pemprov Sumbar Tetapkan Kawasan Danau Maninjau Jadi Destinasi Wisata Prioritas

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:15 WIB

Pemko Padang Kembangkan Wisata Gua Kelelawar Padayo Berbasis Ekologi dan Edukasi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:11 WIB

Wali Kota Fadly Amran Resmi Tutup Lomba Mural Taman Aliran Kenangan Padang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Wali Kota Padang Resmikan Pokdarwis LuBaRiTa untuk Garap Wisata Alam Lubuk Kilangan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Padang Gastronomi Fest 2026 Dorong Tradisi Malamang dan Target UNESCO

Berita Terbaru

Pemerintah Kota Padang menyalurkan bantuan sarana penangkapan ikan kepada kelompok nelayan terdampak bencana di Kecamatan Padang Utara pada Sabtu (19/9/2026).(poto: radarsumbar.com).

Ekonomi

Pemko Padang Serahkan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan Nelayan

Minggu, 20 Sep 2026 - 21:00 WIB