Reshuffle Kabinet Merah Putih: Siasat Prabowo Perkuat Posisi Politik Menuju 2029

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar reshuffle Kabinet Merah Putih melalui rotasi sejumlah menteri dan pejabat teras negara.(poto: kompas.com).

Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar reshuffle Kabinet Merah Putih melalui rotasi sejumlah menteri dan pejabat teras negara.(poto: kompas.com).

Jakarta, seriusnews.id – Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar reshuffle Kabinet Merah Putih melalui rotasi sejumlah menteri dan pejabat teras negara. Langkah strategis ini memperlihatkan kalkulasi kekuasaan menyongsong 2029 daripada sekadar penyegaran teknokratis biasa.

Oleh karena itu, perombakan berulang sebelum genap dua tahun masa pemerintahan menandai babak baru konsolidasi Istana. Akibatnya, publik kini menyaksikan pergeseran figur penting yang sarat kepentingan jejaring politik nasional.

Pergantian sejumlah pos kemudian mempertegas arah konsolidasi politik Prabowo yang kian mandiri. Selain itu, Kepala Negara tampak menata ulang struktur kabinet guna memastikan stabilitas jangka panjang.

Kalkulasi matang ini juga merespons dinamika panggung nasional yang kian dinamis. Terlebih lagi, manuver mantan Presiden Joko Widodo belakangan turut memengaruhi ritme pengambilan keputusan elite politik.

Bahkan, Jokowi kini aktif menjalankan safari politik serta menyatakan diri menjadi kader Partai Solidaritas Indonesia. Di sisi lain, keluarganya menduduki simpul penting, mulai dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kaesang Pangarep, hingga Bobby Nasution.

Situasi tersebut tentu mendorong Prabowo menguji loyalitas serta menyeleksi figur di lingkaran dalam. Dengan demikian, setiap reposisi jabatan mencerminkan persiapan awal menyongsong peta persaingan kekuasaan berikutnya.

Baca Juga :  Prabowo Bahas Transformasi BUMN dan Optimalisasi Aset Negara Bersama Danantara

Menakar Pergeseran Figur Sentral dalam Lingkaran Istana

Sementara itu, pencopotan Pratikno dari kursi Menko PMK menjadi sinyal pergeseran paling mencolok. Pasalnya, Prabowo kemudian menunjuk Sugiono yang berstatus kader inti Partai Gerindra untuk mengisi pos tersebut.

Perubahan ini otomatis menggeser simpul koordinasi pemerintahan dari loyalis Jokowi kepada lingkaran terdekat Prabowo. Namun demikian, pemerintah tidak memutus hubungan secara total dengan jejaring kekuasaan lama.

Sebaliknya, Prabowo justru menerapkan formula politik ikat-lepas dalam mengelola para pembantu presiden. Sebab, ia mempertahankan sejumlah tokoh kuat sembari memberikan penugasan baru yang tetap terkendali.

Sebagai contoh, Bahlil Lahadalia memperlihatkan bagaimana relasi kekuasaan tersebut tetap terawat baik. Selanjutnya, Ketua Umum Partai Golkar ini merangkap jabatan Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM.

Terkait hal itu, Prabowo merotasi Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri menjadi Kepala Staf Kepresidenan. Alhasil, posisi KSP memastikan mantan ajudan Jokowi tersebut tetap berada dekat dengan pusat koordinasi Istana.

Pada saat bersamaan, tongkat estafet kepemimpinan Korps Bhayangkara beralih kepada Kapolri baru Suyudi Ario Seto. Oleh sebab itu, penataan ini menjaga keseimbangan internal aparat keamanan negara tanpa memicu gejolak berarti.

Baca Juga :  Prabowo Soroti Kebocoran Kekayaan Negara di Munas NU Bangkalan 2026

Mengunci Mesin Partai Politik Menghadapi Kontestasi Nasional

Selain Golkar, masuknya Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian kian memperkokoh dukungan parlemen. Menariknya, Golkar secara terbuka menegaskan komitmen mereka untuk tetap tegak lurus mengawal kepemimpinan Prabowo.

Penempatan dua petinggi beringin sekaligus akhirnya mengunci dukungan mesin partai besar di dalam koalisi. Dengan cara ini, Prabowo memanfaatkan momentum guna meredam dampak manuver politik kekuatan luar Istana.

Bukan hanya itu, Partai Amanat Nasional turut memperoleh ruang tambahan melalui penunjukan Dradjad Hari Wibowo. Faktanya, politisi senior yang kritis tersebut kini mengemban tugas sebagai Wakil Menko Bidang Perekonomian.

Kehadiran figur tersebut jelas memberi warna baru dalam relasi kerja sama kabinet. Walhasil, Prabowo berhasil memperluas kanal politik tanpa bergantung sepenuhnya pada garis komunikasi masa lalu.

Ringkasnya, rangkaian seleksi personel membuktikan kejelian Prabowo merajut kekuatan politik baru. Dalam prosesnya, sebagian jejaring lama dilepas, sementara figur potensial lain dirangkul masuk ke dalam orbit utama.

Kini, pusat kekuasaan terus berhitung cermat menentukan kawan koalisi untuk periode berikutnya. Bagaimanapun juga, skenario keberlanjutan pasangan Prabowo-Gibran maupun potensi perbedaan jalur politik 2029 terus bergulir dinamis.(ar)

Berita Terkait

Siapa Memimpin Kota Sungai Penuh Mendatang?
Demokrat Sumbar Gelar Musdalub Tancap Gas Menuju Pemilu 2029
AHY Minta Kader Demokrat Sumbar Rapatkan Barisan Menuju Pemilu 2029
Muhammad Rizky Ananda Dorong Politik Inklusif, Golkar Padang Perkuat Peran Generasi Muda
Prabowo Buka Suara! MBG untuk Anak Orang Kaya Boleh Ditolak
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Reshuffle Kabinet Merah Putih: Siasat Prabowo Perkuat Posisi Politik Menuju 2029

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Siapa Memimpin Kota Sungai Penuh Mendatang?

Minggu, 26 Juli 2026 - 05:00 WIB

Demokrat Sumbar Gelar Musdalub Tancap Gas Menuju Pemilu 2029

Minggu, 26 Juli 2026 - 02:00 WIB

AHY Minta Kader Demokrat Sumbar Rapatkan Barisan Menuju Pemilu 2029

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:00 WIB

Muhammad Rizky Ananda Dorong Politik Inklusif, Golkar Padang Perkuat Peran Generasi Muda

Berita Terbaru