Kol Bermanfaat, Tapi 6 Kelompok Ini Perlu Membatasi Konsumsi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi Kol. (CNBC Indonesia)

Foto: Ilustrasi Kol. (CNBC Indonesia)

Jakarta, seriusnews.id-Kol atau kubis menjadi sayuran populer karena murah, mudah diolah, dan kaya nutrisi. Sayuran ini mengandung vitamin C, vitamin K, serat, kalium, serta antioksidan yang membantu melawan peradangan sekaligus mendukung kesehatan pencernaan.

Selain itu, sejumlah penelitian mengaitkan kol dengan kesehatan jantung, pengendalian gula darah, hingga penurunan risiko penyakit kronis. Namun demikian, tidak semua orang dapat mengonsumsinya dalam jumlah besar.

Pada kondisi tertentu, kol justru bisa memicu gangguan kesehatan. Oleh karena itu, enam kelompok berikut perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi kol:

1. Penderita gangguan tiroid

Kol mengandung goitrogen yang dapat mengganggu fungsi tiroid, terutama jika seseorang mengonsumsinya secara berlebihan dalam kondisi mentah. Namun, memasak kol dapat membantu mengurangi efek tersebut.

Baca Juga :  Tren Lemon dan Minyak Zaitun Bisa Ganggu Lambung

2. Orang dengan diare atau IBS

Kol mengandung serat dan fruktan yang dapat memperburuk gejala diare maupun sindrom iritasi usus besar (IBS). Akibatnya, sebagian orang mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsinya.

3. Penderita maag atau GERD

Kol dapat menghasilkan gas di saluran pencernaan. Karena itu, kondisi ini sering memicu kembung dan memperburuk gejala pada penderita GERD.

4. Orang yang akan menjalani operasi

Kol dapat memengaruhi pengaturan gula darah. Dengan demikian, sebagian dokter menyarankan untuk membatasi konsumsi kol sebelum prosedur operasi.

5. Pengguna obat pengencer darah

Kol mengandung vitamin K yang dapat memengaruhi kerja obat seperti warfarin. Oleh sebab itu, pengguna obat pengencer darah perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum meningkatkan konsumsi kol.

Baca Juga :  Minum Kopi di Jam Ini Ternyata Bisa Bantu Turunkan Risiko Kematian Dini

6. Orang yang mudah kembung

Kol mengandung raffinose yang sulit dicerna tubuh. Akibatnya, proses fermentasi di usus menghasilkan gas berlebih yang menyebabkan perut kembung.

Selain itu, orang yang memiliki alergi terhadap sayuran keluarga Brassica seperti brokoli dan kembang kol juga perlu berhati-hati. Sebab, mereka berpotensi mengalami reaksi serupa saat mengonsumsi kol.

Dengan demikian, kol tetap aman dikonsumsi selama seseorang mengatur porsinya dengan tepat dan mengolahnya dengan benar. (nr*)

Berita Terkait

Rahasia Manfaat Kulit Manis untuk Gula Darah dan Diet Sehat
5 Herbal Penurun Kolesterol Alami yang Terbukti Manjur
5 Obat Herbal Asam Lambung Alami yang Redakan Maag Cepat
Tips Aman Makan Nasi Padang untuk Penderita Diabetes
Tingkatkan Mutu Layanan, RS M Djamil Padang Gembleng Kepemimpinan Pejabat Rumah Sakit
Sekda Sumbar Tegaskan Pentingnya Vaksinasi HPV demi Cegah Kanker Serviks
Dampak Kabut Asap Karhutla, Ratusan Ribu Warga Terpapar ISPA di 7 Provinsi
Ribuan Peserta Meriahkan UNANDRun 2026 dan Jalan Sehat Dies Natalis
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Rahasia Manfaat Kulit Manis untuk Gula Darah dan Diet Sehat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:30 WIB

5 Herbal Penurun Kolesterol Alami yang Terbukti Manjur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:26 WIB

5 Obat Herbal Asam Lambung Alami yang Redakan Maag Cepat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Tips Aman Makan Nasi Padang untuk Penderita Diabetes

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Tingkatkan Mutu Layanan, RS M Djamil Padang Gembleng Kepemimpinan Pejabat Rumah Sakit

Berita Terbaru

Helikopter militer hijau melakukan water bombing mengambil air di sungai dengan latar hutan terbakar dan asap tebal.(ilustrasi poto: AI).

Regional

Helikopter TNI AD Jatuh Saat Pemadaman Karhutla Kalteng

Rabu, 4 Nov 2026 - 16:03 WIB