Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas, Jarak Luncur Tak Terpantau karena Kabut

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak pada Kamis (11/6/2026).( poto : kompas.com )

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak pada Kamis (11/6/2026).( poto : kompas.com )

Jawa Timur, seriusnews.id – Gunung Semeru luncurkan awan panas pada Sabtu (13/6/2026) malam di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru mencatat erupsi dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 8 menit 37 detik.

Petugas mulai merekam aktivitas tersebut sekitar pukul 23.00 WIB. Kabut tebal menutupi area puncak saat erupsi berlangsung sehingga petugas tidak bisa mengukur jarak luncur awan panas guguran.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menjelaskan kondisi cuaca menghambat pengamatan visual dari pos pemantauan.

Menurut dia, petugas tetap memantau perkembangan aktivitas Gunung Semeru selama erupsi terjadi.

BPBD Kabupaten Lumajang memastikan kondisi permukiman warga di sekitar Gunung Semeru masih aman. Pos pantau juga melaporkan bahwa luncuran awan panas telah berhenti.

Pemerintah daerah belum menerima laporan dampak langsung terhadap kawasan hunian. Meski demikian, BPBD tetap meningkatkan kesiapsiagaan.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Hadiri Raker APPSI Lombok Barat untuk Sinergi Daerah

BPBD menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk mengantisipasi perubahan kondisi. Tim siap bergerak jika aktivitas vulkanik mendekati permukiman dalam radius delapan kilometer dari puncak kawah.

Petugas terus memantau kondisi lapangan dan memperbarui informasi secara berkala.

Warga Diminta Tetap Tenang dan Waspada

BPBD mengimbau warga di lereng Gunung Semeru agar tetap tenang. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi dari petugas pemantauan.

Isnugroho meminta warga tidak mengabaikan perkembangan aktivitas gunung. Langkah antisipasi dinilai penting untuk mengurangi risiko apabila aktivitas meningkat.

Sampai saat ini, awan panas belum memicu gangguan terhadap aktivitas warga.

BPBD mengingatkan adanya risiko lain setelah erupsi terjadi. Material vulkanik yang menumpuk di lereng dapat memicu banjir lahar saat hujan turun.

Pasir dan batu berpotensi terbawa aliran sungai dari kawasan Gunung Semeru. Risiko meningkat karena wilayah tersebut sering mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Baca Juga :  Ternyata Ini Penyebab Anda Masuk Desil Tinggi dalam Aplikasi DTSEN

Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah daerah juga terus memantau kondisi cuaca dan aktivitas gunung.

Saat ini Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap memberlakukan pembatasan aktivitas di wilayah rawan.

PVMBG melarang masyarakat beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

PVMBG juga meminta warga tidak mendekati area dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Zona tersebut berpotensi terkena perluasan awan panas dan aliran lahar.

Pemerintah dan petugas pemantauan terus mengawasi perkembangan Gunung Semeru untuk menjaga keselamatan warga.(ar)

Berita Terkait

Pembangunan Jalan Trans Papua Segmen Mamberamo Elelim Dipacu Tembus Pegunungan
PT Pertamina Resmi Menurunkan Harga BBM Nonsubsidi Mulai 1 Agustus 2026
Kementan Bongkar Sengketa Harga dan Mutu Beras Fortifikasi Stunting
Kemenko Pangan Akselerasi Penataan 13 Ribu Titik SPPG Program Makan Bergizi Gratis
BGN Prioritaskan Dapur Makan Bergizi Gratis di Daerah Stunting
Jembatan Musi V Kantongi Sertifikat Laik Fungsi Kementerian PU
Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Emban Tugas Gubernur BI
Jalan Tol Landasan Darurat Pesawat Tempur TNI AU Disiapkan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:00 WIB

PT Pertamina Resmi Menurunkan Harga BBM Nonsubsidi Mulai 1 Agustus 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:27 WIB

Kementan Bongkar Sengketa Harga dan Mutu Beras Fortifikasi Stunting

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:00 WIB

Kemenko Pangan Akselerasi Penataan 13 Ribu Titik SPPG Program Makan Bergizi Gratis

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:00 WIB

BGN Prioritaskan Dapur Makan Bergizi Gratis di Daerah Stunting

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:00 WIB

Jembatan Musi V Kantongi Sertifikat Laik Fungsi Kementerian PU

Berita Terbaru

Pemerintah Kota Padang meresmikan kemitraan Sister City Padang bersama Pemerintah Kota Hildesheim, Jerman.(poto: padangkita.com).

Pemerintahan

Pemko Padang Perbarui Kemitraan Sister City Hildesheim Jerman

Jumat, 7 Agu 2026 - 02:00 WIB

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengajak Praja IPDN asal Sumbar untuk bersiap menjadi birokrat masa depan yang berintegritas tinggi.(poto: padangkita.com).

Pemerintahan

Gubernur Mahyeldi Dorong Praja IPDN Sumbar Jadi Birokrat Adaptif

Kamis, 6 Agu 2026 - 23:59 WIB