Kota Padang, seriusnews.id – Program revitalisasi Pasar Raya Padang masuk dalam kesepakatan bersama antara DPRD dan Pemerintah Kota Padang melalui APBD Tahun 2026.
Program ini bertujuan meningkatkan kembali daya tarik pusat perdagangan tersebut di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini memiliki banyak pilihan, termasuk melalui belanja daring.
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menyebut pasar tradisional perlu menghadirkan pengalaman baru agar tetap menjadi tujuan masyarakat. Menurutnya, perubahan perilaku konsumen menuntut kawasan pasar tampil lebih menarik dan nyaman.
“Ini sudah kita sepakati dalam Perda APBD 2026. Hari ini orang tidak lagi hanya bergantung ke pasar untuk berbelanja karena sudah banyak alternatif, termasuk belanja online. Karena itu pasar harus memiliki daya tarik baru,” ujar Muharlion, Selasa (16/6/2026).
Konsep Wisata Belanja dan Kuliner Jadi Andalan
DPRD menilai konsep yang disiapkan Pemerintah Kota Padang relevan dengan kebutuhan saat ini. Pemerintah mengarahkan Pasar Raya menjadi kawasan wisata belanja dan kuliner untuk meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat.
Muharlion mengatakan masyarakat nantinya tidak hanya datang untuk membeli kebutuhan, tetapi juga menikmati suasana kawasan yang lebih tertata dan nyaman. Konsep tersebut diharapkan memperluas fungsi pasar sebagai ruang aktivitas ekonomi sekaligus ruang publik.
“Yang diinginkan adalah pasar bukan hanya tempat orang berbelanja, tetapi juga bagian dari wisata. Ada wisata kuliner, wisata belanja, dan orang datang karena melihat kawasan yang lebih indah dan nyaman,” katanya.
Pemerintah merencanakan penataan sejumlah fasilitas pendukung untuk memperkuat konsep tersebut. Penataan mencakup area air mancur, trotoar, ruang publik, dan sarana lain yang mendukung kenyamanan pengunjung.
Perubahan kawasan itu diharapkan menciptakan pengalaman berbelanja yang lebih modern sekaligus menjaga fungsi utama pasar sebagai pusat perdagangan masyarakat.
Muharlion menilai peningkatan jumlah pengunjung akan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi pedagang. Semakin ramai kawasan pasar, semakin besar peluang peningkatan transaksi.
“Efek akhirnya tentu kepada aktivitas perdagangan. Kalau orang ramai datang, tentu belanja juga meningkat,” ujarnya.
DPRD Minta Akses Transportasi Jadi Prioritas
Meski mendukung penuh program revitalisasi, DPRD Kota Padang meminta pemerintah daerah memprioritaskan penataan terminal dan jalur angkutan kota. DPRD menilai akses transportasi menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran perdagangan.
Muharlion menegaskan penataan lalu lintas tidak boleh membuat masyarakat semakin sulit menjangkau kawasan pasar. Kemudahan akses di nilai akan menentukan tingkat kunjungan masyarakat selama dan setelah revitalisasi berlangsung.
“Kita minta persoalan terminal dan pengaturan angkot ini di prioritaskan. Jangan sampai masyarakat atau penumpang menjadi semakin jauh dari pasar karena itu akan berpengaruh terhadap aktivitas perdagangan,” katanya.
DPRD Kota Padang menyatakan akan terus mengawal seluruh tahapan pekerjaan agar pelaksanaan program berjalan sesuai rencana dan memberi manfaat bagi masyarakat serta pedagang.
Sesuai jadwal, revitalisasi Pasar Raya Padang berlangsung mulai 22 Juni hingga 31 Desember 2026. Selama proses pekerjaan berjalan, aktivitas perdagangan tetap berlangsung normal. Pemerintah hanya menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan pasar untuk mendukung kelancaran proyek.(ar)









