Kabupaten Agam, seriusnews.id – Kabupaten Agam kembali mencatat prestasi di tingkat nasional setelah pelajar Paskibraka Nasional Ahmad Alfatih dari SMAN Agam Cendikia berhasil lolos sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026. Ia menjadi wakil daerah setelah 11 tahun Kabupaten Agam tidak menempatkan utusan di level nasional.
Kabar kelulusan ini langsung disampaikan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Agam (Kesbangpol Agam) Bambang Warsito di Lubuk Basung, Senin (22/06/2026). Ia mengacu pada pengumuman resmi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Lolos Bersama Wakil Sumbar Lainnya
Bambang menjelaskan Ahmad Alfatih berhasil lolos bersama satu peserta putri, Ulya Kireina Halim dari SMAN 1 Padang Panjang. Keduanya menjadi bagian dari peserta terbaik yang mewakili Sumatera Barat di tingkat nasional.
Seleksi berlangsung ketat sejak tingkat kabupaten hingga provinsi. Para peserta harus bersaing dengan perwakilan daerah lain sebelum masuk tahap pemusatan pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat).
Kabupaten Agam mengirim enam pelajar untuk mengikuti seleksi Paskibraka tingkat provinsi 2026. Mereka terdiri dari tiga putra dan tiga putri yang berasal dari beberapa sekolah di Agam.
Daftar tersebut mencakup Ahmad Al Fatih dari SMAN Agam Cendikia, Aulia Zikri dari SMAN 1 Ampek Koto, Dio Fernando dari SMAN 2 Lubuk Basung, Syifa Tul Aisyi dari SMAN 1 Ampek Koto, Jillan Auxilia dari SMAN 2 Lubuk Basung, dan Nahda Humaira dari SMAN 1 Tilatang Kamang.
Hanya Dua Wakil Tembus Nasional
Setelah mengikuti Pusdiklat tingkat provinsi, BPIP memilih enam perwakilan Sumatera Barat untuk melaju ke seleksi nasional. Ahmad Alfatih menjadi salah satu peserta yang berhasil menembus tahap akhir tersebut.
Bambang Warsito menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini. Ia menilai keberhasilan Ahmad menjadi bukti kualitas pelajar Kabupaten Agam yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Bambang juga menegaskan bahwa Kabupaten Agam terakhir kali mengirimkan wakil ke Paskibraka nasional sekitar 11 tahun lalu. Setelah itu, daerah tersebut belum kembali mencatatkan nama di tingkat nasional hingga tahun 2026.
Kini, keberhasilan Ahmad Alfatih mengakhiri penantian panjang tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi pelajar lain di Kabupaten Agam untuk terus berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.(ar)









