Sumatera Barat, seriusnews.id – Kereta Api Lembah Anai sempat berhenti beberapa saat di jalur rel Padang–Kayu Tanam, tepatnya di kawasan dekat Universitas Negeri Padang (UNP), pada Rabu (24/6/2026) malam. Peristiwa itu menarik perhatian warga dan memunculkan berbagai pertanyaan terkait penyebab berhentinya kereta di luar area stasiun.
Kereta berwarna putih dan merah yang menampilkan ornamen Rumah Gadang khas Minangkabau tersebut terlihat berhenti di jalur rel yang berada di sekitar kawasan kampus UNP.
Sejumlah warga yang melihat kejadian itu kemudian berspekulasi mengenai kondisi operasional kereta.
Namun, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumatera Barat memastikan tidak terjadi gangguan teknis maupun masalah operasional selama perjalanan kereta berlangsung.
KAI Jelaskan Penyebab Kereta Berhenti
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, membenarkan adanya pemberhentian sementara Kereta Api Lembah Anai di jalur dekat UNP tersebut. Menurutnya, kereta hanya menunggu proses lansiran di Stasiun Tabing, Kota Padang.
Ia menjelaskan bahwa penghentian sementara itu merupakan bagian dari pengaturan operasional perjalanan kereta api. Langkah tersebut dilakukan agar pergerakan rangkaian kereta tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
“Keretanya memang kereta penumpang, namun tercatat bahwa di Stasiun Tabing itu tidak ada penumpangnya. Jadi aman kok, tidak ada apa-apa,” kata Reza saat di konfirmasi melalui WhatsApp.
Penjelasan tersebut sekaligus menepis berbagai dugaan yang muncul setelah kereta terlihat berhenti di lokasi yang bukan merupakan stasiun.
Tidak Ada Gangguan Mesin atau Kendala Teknis
Reza menegaskan bahwa kondisi kereta berada dalam keadaan normal. Petugas tidak menemukan gangguan pada mesin maupun komponen lain yang dapat memengaruhi perjalanan kereta.
Menurutnya, penghentian sementara itu juga bertujuan menjaga keselamatan perjalanan. KAI menerapkan prosedur operasional yang mengutamakan keamanan dan kelancaran perjalanan kereta api.
Ia memastikan peristiwa tersebut tidak berkaitan dengan kerusakan sarana maupun gangguan pada jalur rel. Operasional perjalanan tetap berjalan sesuai rencana setelah kereta memperoleh giliran masuk stasiun.
Hanya Menunggu Antrian Masuk Stasiun
KAI menyebut kereta hanya menunggu antrian untuk masuk ke Stasiun Tabing. Situasi tersebut tidak di picu oleh keterlambatan perjalanan kereta lain yang melintas di jalur yang sama.
“Hanya menunggu antrian masuk stasiun saja, tidak ada yang lain. Tidak ada juga keterlambatan kereta dari jalur lain. Ke depannya pasti lancar,” ujar Reza.
Pernyataan itu memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa perjalanan Kereta Api Lembah Anai tetap berlangsung aman dan terkendali. KAI juga memastikan kondisi serupa tidak akan menjadi masalah bagi operasional perjalanan kereta ke depan.
Kejadian singkat tersebut menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api di Sumatera Barat. Ketika rangkaian kereta berhenti di lokasi yang tidak biasa, masyarakat dengan cepat mencari informasi mengenai penyebabnya.
Melalui penjelasan resmi dari KAI Divre II Sumbar, publik kini mengetahui bahwa penghentian sementara Kereta Api Lembah Anai pada Rabu malam hanya berkaitan dengan pengaturan perjalanan menuju Stasiun Tabing. Tidak ada gangguan teknis, kendala operasional, maupun risiko keselamatan yang menyertai peristiwa tersebut.(ar)









