Kereta Api Lembah Anai Sempat Berhenti Dekat UNP, KAI Pastikan Hanya Menunggu Antrian Masuk Stasiun

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kereta Api Lembah Anai sempat berhenti dekat UNP Padang. KAI Divre II Sumbar memastikan kereta hanya menunggu antrian masuk stasiun.( poto : infosumbar.net )

Kereta Api Lembah Anai sempat berhenti dekat UNP Padang. KAI Divre II Sumbar memastikan kereta hanya menunggu antrian masuk stasiun.( poto : infosumbar.net )

Sumatera Barat, seriusnews.id – Kereta Api Lembah Anai sempat berhenti beberapa saat di jalur rel Padang–Kayu Tanam, tepatnya di kawasan dekat Universitas Negeri Padang (UNP), pada Rabu (24/6/2026) malam. Peristiwa itu menarik perhatian warga dan memunculkan berbagai pertanyaan terkait penyebab berhentinya kereta di luar area stasiun.

Kereta berwarna putih dan merah yang menampilkan ornamen Rumah Gadang khas Minangkabau tersebut terlihat berhenti di jalur rel yang berada di sekitar kawasan kampus UNP.

Sejumlah warga yang melihat kejadian itu kemudian berspekulasi mengenai kondisi operasional kereta.

Namun, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumatera Barat memastikan tidak terjadi gangguan teknis maupun masalah operasional selama perjalanan kereta berlangsung.

KAI Jelaskan Penyebab Kereta Berhenti

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, membenarkan adanya pemberhentian sementara Kereta Api Lembah Anai di jalur dekat UNP tersebut. Menurutnya, kereta hanya menunggu proses lansiran di Stasiun Tabing, Kota Padang.

Ia menjelaskan bahwa penghentian sementara itu merupakan bagian dari pengaturan operasional perjalanan kereta api. Langkah tersebut dilakukan agar pergerakan rangkaian kereta tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Baca Juga :  Harga Mobil BYD Anjlok hingga 10 Persen, Ada Apa di China?

“Keretanya memang kereta penumpang, namun tercatat bahwa di Stasiun Tabing itu tidak ada penumpangnya. Jadi aman kok, tidak ada apa-apa,” kata Reza saat di konfirmasi melalui WhatsApp.

Penjelasan tersebut sekaligus menepis berbagai dugaan yang muncul setelah kereta terlihat berhenti di lokasi yang bukan merupakan stasiun.

Tidak Ada Gangguan Mesin atau Kendala Teknis

Reza menegaskan bahwa kondisi kereta berada dalam keadaan normal. Petugas tidak menemukan gangguan pada mesin maupun komponen lain yang dapat memengaruhi perjalanan kereta.

Menurutnya, penghentian sementara itu juga bertujuan menjaga keselamatan perjalanan. KAI menerapkan prosedur operasional yang mengutamakan keamanan dan kelancaran perjalanan kereta api.

Ia memastikan peristiwa tersebut tidak berkaitan dengan kerusakan sarana maupun gangguan pada jalur rel. Operasional perjalanan tetap berjalan sesuai rencana setelah kereta memperoleh giliran masuk stasiun.

Hanya Menunggu Antrian Masuk Stasiun

KAI menyebut kereta hanya menunggu antrian untuk masuk ke Stasiun Tabing. Situasi tersebut tidak di picu oleh keterlambatan perjalanan kereta lain yang melintas di jalur yang sama.

Baca Juga :  BYD Bikin Kejutan! Atto 1 Kini Dibekali LiDAR dan Fitur Canggih

“Hanya menunggu antrian masuk stasiun saja, tidak ada yang lain. Tidak ada juga keterlambatan kereta dari jalur lain. Ke depannya pasti lancar,” ujar Reza.

Pernyataan itu memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa perjalanan Kereta Api Lembah Anai tetap berlangsung aman dan terkendali. KAI juga memastikan kondisi serupa tidak akan menjadi masalah bagi operasional perjalanan kereta ke depan.

Kejadian singkat tersebut menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api di Sumatera Barat. Ketika rangkaian kereta berhenti di lokasi yang tidak biasa, masyarakat dengan cepat mencari informasi mengenai penyebabnya.

Melalui penjelasan resmi dari KAI Divre II Sumbar, publik kini mengetahui bahwa penghentian sementara Kereta Api Lembah Anai pada Rabu malam hanya berkaitan dengan pengaturan perjalanan menuju Stasiun Tabing. Tidak ada gangguan teknis, kendala operasional, maupun risiko keselamatan yang menyertai peristiwa tersebut.(ar)

Berita Terkait

Bajaj-Maxride Buka Dealer di Bukittinggi, Hadirkan Peluang Usaha dan Solusi Transportasi Baru
Changan Lumin dan Deepal S07 Tawarkan Efisiensi Biaya Energi, Ini Perhitungan dan Keunggulannya
KAI Divre II Sumbar Siapkan 124 Ribu Kursi Selama Libur Sekolah, KA Pariaman Ekspres Masih Jadi Favorit
BMW Pangkas Proyeksi Kinerja Keuangan 2026, Tertekan Persaingan Produsen Mobil China
Bank Nagari Gandeng PT Maju Global Motor, Hadirkan Pembiayaan Mobil Wuling di Sumbar
BI Rate Naik Jadi 5,50 Persen, Apakah Penjualan Motor Indonesia Akan Melambat?
Diskon Motor Yamaha Jakarta Fair 2026 Capai Rp 2 Juta, NMAX dan Fazzio Jadi Sorotan
28 Akses Gerbang Tol di Jakarta Terapkan Ganjil Genap Pekan Ini, Berlaku Empat Hari
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:30 WIB

Kereta Api Lembah Anai Sempat Berhenti Dekat UNP, KAI Pastikan Hanya Menunggu Antrian Masuk Stasiun

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:00 WIB

Bajaj-Maxride Buka Dealer di Bukittinggi, Hadirkan Peluang Usaha dan Solusi Transportasi Baru

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:00 WIB

Changan Lumin dan Deepal S07 Tawarkan Efisiensi Biaya Energi, Ini Perhitungan dan Keunggulannya

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:00 WIB

KAI Divre II Sumbar Siapkan 124 Ribu Kursi Selama Libur Sekolah, KA Pariaman Ekspres Masih Jadi Favorit

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:00 WIB

BMW Pangkas Proyeksi Kinerja Keuangan 2026, Tertekan Persaingan Produsen Mobil China

Berita Terbaru