Harga Mobil BYD Anjlok hingga 10 Persen, Ada Apa di China?

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil BYD. Foto: REUTERS/ANNEGRET HILSE

Baca artikel detikoto,

Mobil BYD. Foto: REUTERS/ANNEGRET HILSE Baca artikel detikoto, "BYD Pangkas Harga Mobilnya"

Jakarta Seriusnews.id– Produsen mobil listrik asal China, BYD, masih menurunkan harga mobilnya meski pemerintah China meminta produsen otomotif menghentikan perang harga. Rata-rata harga mobil BYD turun sekitar 10 persen.

Persaingan harga mobil di China terus memanas. Pemerintah sebelumnya sudah memperingatkan produsen agar tidak terus memangkas harga karena kondisi tersebut dikhawatirkan memicu deflasi dan mengganggu pertumbuhan ekonomi.

Namun, beberapa produsen otomotif belum menghentikan strategi diskon besar-besaran. Selain BYD, produsen lain seperti Geely dan Chery juga masih memberikan potongan harga untuk menarik konsumen.

Laporan Bloomberg menyebutkan rata-rata harga mobil BYD turun hingga 10 persen pada Maret 2026. Sementara itu, Geely dan Chery memberikan diskon sekitar 15 persen pada sejumlah model kendaraan mereka.

Baca Juga :  Libur Maulid Nabi: Penumpang Kereta Api Sumbar Tembus 8.181 Orang

Penurunan penjualan mobil di China menjadi salah satu penyebab utama perang harga tersebut. Industri otomotif China saat ini menghadapi kelebihan kapasitas produksi. Tahun lalu, penjualan mobil baru mencapai sekitar 23 juta unit, sedangkan kapasitas produksi pabrik menembus lebih dari 55 juta unit per tahun.

Kondisi itu mendorong banyak produsen meningkatkan ekspor kendaraan, terutama mobil listrik. Bahkan, ekspor kendaraan listrik China dilaporkan naik dua kali lipat dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga :  Panduan Memilih Dashcam Mobil: Cek Fitur Wajib dan Harganya

Di sisi lain, regulator China kini memperketat pengawasan terhadap industri otomotif. Pemerintah meminta produsen membayar pemasok lebih cepat dibanding sebelumnya. Kebijakan ini membuat perusahaan tidak lagi leluasa menunda pembayaran demi menjaga arus kas sambil memberikan diskon besar.

Akibat aturan tersebut, beban keuangan produsen ikut meningkat. BYD tercatat memiliki rasio utang terhadap ekuitas sekitar 25 persen.

Sekretaris Jenderal Organisasi Internasional Produsen Kendaraan Bermotor, Francois Roudier, menilai perang harga memang terlihat menguntungkan bagi konsumen. Namun di sisi lain, kondisi itu justru dapat merugikan produsen dan memengaruhi kestabilan industri otomotif secara keseluruhan. (my*)

Berita Terkait

Truk Semen Tabrak Rumah Warga di Gunung Talang Solok
Tarif Pajak Kendaraan Jakarta dan Denda Keterlambatan Terbaru
BYD Seagull Generasi Kedua Meluncur, Bodi Makin Bongsor
Panduan Memilih Dashcam Mobil: Cek Fitur Wajib dan Harganya
Tren Pemasangan Dashcam Mobil Meningkat Jadi Kebutuhan
BYD Buka Pemesanan Awal Atto 1 Generasi Kedua
Balap Motor Padang Raih Tiga Emas Porprov Sumbar 2026
Panduan Menangani Situasi Darurat Mobil Mogok di Jalan Raya
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Truk Semen Tabrak Rumah Warga di Gunung Talang Solok

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Tarif Pajak Kendaraan Jakarta dan Denda Keterlambatan Terbaru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:08 WIB

BYD Seagull Generasi Kedua Meluncur, Bodi Makin Bongsor

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Panduan Memilih Dashcam Mobil: Cek Fitur Wajib dan Harganya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Tren Pemasangan Dashcam Mobil Meningkat Jadi Kebutuhan

Berita Terbaru

Pemko Padang memacu proyek trotoar di Pasar Raya dan Jalan Samudera.(poto: padangkita.com).

Regional

Pemko Padang Kebut Jalur Pedestrian Pasar Raya dan Pantai

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:58 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto memimpin langsung Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).(poto: istimewa).

Nasional

Prabowo Buka Rakornas TPAKD, Mahyeldi Pacu Finansial Warga

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:53 WIB

Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, memimpin langsung jalannya upacara sebagai inspektur pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026.(poto: radarsumbar.com).

Islami

Ratusan Santri Meriahkan Hari Santri 2026 di Pariaman

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:49 WIB

Ilustrasi Tim SAR gabungan menyisir aliran sungai dengan perahu karet untuk mencari balita hilang di Padang Pariaman.(poto: AI).

Regional

Balita 2 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Padang Pariaman

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:44 WIB