Kota Padang, seriusnews.id – Guru Besar Universitas Andalas Rima Semiarty menerima pengukuhan pada Sabtu (27/6) di Convention Hall Kampus Limau Manis, Padang. Ia berdiri sebagai salah satu profesor baru di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Dalam orasi ilmiahnya, Rima mengangkat isu mutu layanan kesehatan Indonesia sebagai fokus utama kajian. Ia menyoroti fenomena masyarakat Indonesia yang masih memilih berobat ke luar negeri.
Ia menjelaskan bahwa pengalaman pasien menentukan keputusan berobat, bukan hanya fasilitas atau teknologi medis yang tersedia di rumah sakit.
Guru Besar Unand Tegaskan Pentingnya Mutu Layanan
Universitas Andalas menggelar prosesi pengukuhan secara resmi di hadapan sivitas akademika dan tamu undangan. Acara ini menandai bertambahnya jumlah profesor di Fakultas Kedokteran.
Rima menyampaikan bahwa ia menempuh perjalanan akademik panjang sebelum mencapai jabatan guru besar. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut juga membawa tanggung jawab dalam pengembangan ilmu kesehatan.
Pihak kampus mendorong para akademisi untuk terus memperkuat riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama di sektor pelayanan kesehatan.
Orasi Ilmiah Bahas Pasien Berobat Ke Luar Negeri
Rima memaparkan orasi ilmiah berjudul “Kenapa Berobat ke Luar Negeri? Peningkatan Mutu Administrasi Layanan Kesehatan untuk Kepuasan Masyarakat.” Ia mengkaji alasan masyarakat Indonesia memilih layanan kesehatan di luar negeri.
Ia menemukan bahwa kecepatan layanan, kemudahan administrasi, komunikasi tenaga kesehatan, dan tingkat kepercayaan terhadap rumah sakit memengaruhi keputusan pasien.
Ia menekankan bahwa rumah sakit perlu memperbaiki sistem administrasi bersamaan dengan peningkatan kualitas layanan medis agar mampu bersaing.
Rima juga mendorong pemerintah, rumah sakit, dan perguruan tinggi untuk menggunakan hasil kajian sebagai dasar peningkatan kebijakan pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan berorientasi pada pasien.
Administrasi Kesehatan Dorong Kepuasan Pasien
Rima menilai penguatan administrasi layanan kesehatan dapat meningkatkan pengalaman pasien secara langsung. Ia melihat hal ini sebagai kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan dalam negeri.
Ia juga menilai peningkatan mutu layanan berpotensi menekan keinginan masyarakat untuk berobat ke luar negeri. Karena itu, ia mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperbaiki sistem secara menyeluruh.
Dalam kesempatan tersebut, Rima juga mengenang janji kepada almarhum ayahnya, Kamardi Thalut, yang ia wujudkan melalui pencapaian jabatan profesor.
Ia turut menyampaikan rasa syukur atas dukungan keluarga, termasuk suaminya Menkher Manjas, yang mendampinginya selama lebih dari 37 tahun.(ar)









