Sumatera Barat, seriusnews.id – Alizar Tanjung resmi memimpin IKAPI Sumbar setelah memenangi Musyawarah Daerah (Musda) Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Provinsi Sumatera Barat periode 2026–2031.
Ia mengumpulkan 25 suara dan unggul tipis atas Novic Ferial yang memperoleh 24 suara dalam pemungutan suara di ruang Theater Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Padang, Sabtu (27/6/2026).
Kemenangan tersebut mengantarkan Alizar Tanjung memimpin IKAPI Sumbar selama lima tahun ke depan. Peserta Musda juga langsung menyepakati pembentukan tim formatur untuk menyusun kepengurusan baru.
Pimpinan sidang, Armaidi Tanjung, mengumumkan hasil penghitungan suara sekaligus menetapkan Alizar Tanjung sebagai Ketua IKAPI Sumbar periode 2026–2031.
Alizar Tanjung Unggul Tipis Pada Pemilihan Ketua IKAPI Sumbar
Peserta Musda membentuk tim formatur yang beranggotakan tujuh orang. Tim itu terdiri atas Alizar Tanjung sebagai ketua, Novic Ferial, Armaidi Tanjung, Resthy Anggreta Sari, Heru Sumaryanto, Engriyo, dan Ilham.
Tim formatur memiliki waktu selama 15 hari untuk menyusun kepengurusan IKAPI Sumbar periode 2026–2031. Setelah kepengurusan terbentuk, organisasi akan mulai menjalankan program kerja lima tahun mendatang.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat, Jumaidi, membuka Musda IKAPI Sumbar. Ketua IKAPI Sumbar periode 2021–2026, Purwadi, bersama perwakilan 60 penerbit di Sumatera Barat turut menghadiri kegiatan tersebut.
Jumaidi Dorong Penerbit Perkuat Literasi Masyarakat Sumatera Barat Bersama
Jumaidi menegaskan bahwa IKAPI memegang peran penting dalam meningkatkan budaya membaca masyarakat. Menurutnya, penerbit menghubungkan penulis dengan pembaca melalui buku yang mereka terbitkan dan salurkan ke berbagai daerah.
Penerbit mendistribusikan buku melalui toko buku, perpustakaan, hingga langsung kepada pembaca. Peran tersebut membuat industri penerbitan menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan literasi.
Jumaidi mengajak seluruh pihak ikut membangun budaya membaca. Menurutnya, kegiatan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Perpustakaan karena masyarakat dapat melakukannya di mana saja dan kapan saja.
Ia juga meminta para penerbit tidak khawatir menghadapi perkembangan teknologi digital. Menurutnya, banyak negara maju kembali memanfaatkan buku sebagai media pembelajaran di sekolah maupun perguruan tinggi.
Ketua Baru Susun Program Kerja Bersama Seluruh Pengurus Terpilih
Alizar Tanjung langsung memprioritaskan penyusunan kepengurusan lengkap bersama tim formatur setelah memenangkan pemilihan. Selanjutnya, ia akan mengajak seluruh pengurus menyusun program kerja untuk lima tahun mendatang.
Ia ingin memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan berbagai mitra lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pertumbuhan industri penerbitan di Sumatera Barat.
Menurut Direktur Rumahkayu Pustaka Utama itu, penerbit di Sumatera Barat memiliki peluang besar untuk berkembang apabila seluruh pemangku kepentingan membangun sinergi secara berkelanjutan.
Panitia Musda juga menggelar kegiatan sosial dengan menyerahkan 77 buku kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang yang diwakili Nurpitri.
Tujuh penerbit berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, yakni Pustaka Artaz, Afifa Utama, Jasa Surya, Suri, Langsung Terbit, Brimeta Publisher, dan UMSB Press. Aksi itu menjadi wujud dukungan penerbit terhadap penguatan budaya literasi di Sumatera Barat.(ar)









