Kota Padang, seriusnews.id – Kementerian PU Padang Rp1,1 triliun menjadi bentuk komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan infrastruktur di Kota Padang, Sumatera Barat. Banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025 merusak sejumlah fasilitas umum sehingga pemerintah segera mengalokasikan dana APBN untuk memperbaikinya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Reski Wahyudi, mengatakan pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 triliun untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur.
“Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum telah mengucurkan dana APBN sebesar Rp1,1 triliun untuk pemulihan infrastruktur di Kota Padang,” kata Reski Wahyudi di Padang, Rabu.
Kementerian PU Prioritaskan Bendung dan Pengendali Banjir
Kementerian Pekerjaan Umum memulai pekerjaan dengan merehabilitasi Bendung Koto Tuo dan Bendung Gunung Nago. Kedua bendung tersebut mendukung sistem irigasi sekaligus membantu pengendalian banjir.
BWS Sumatera V Padang juga menangani sejumlah titik kritis pengendali banjir. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko kerusakan saat hujan lebat kembali terjadi.
Tim pelaksana membangun dinding penahan tanah. Tim juga memperkuat tebing sungai dan membangun cekdam di sepanjang Batang Kuranji serta Air Dingin. Seluruh pekerjaan itu bertujuan mengendalikan sedimentasi.
Penyelesaian Lahan Tentukan Jadwal Pelaksanaan Proyek
Reski Wahyudi menjelaskan ketersediaan anggaran belum cukup untuk mempercepat proyek. Pemerintah Kota Padang masih harus menyelesaikan persoalan lahan di sejumlah lokasi.
Ia berharap pemerintah daerah mempercepat proses tersebut. Dengan begitu, pekerjaan dapat dimulai sesuai target pada Agustus.
“Kami berharap Pemkot Padang dapat mempercepat prosesnya sehingga target pelaksanaan di Agustus dapat terealisasi,” ujarnya.
BWS Sumatera V Padang menargetkan rehabilitasi dan rekonstruksi selesai dalam waktu tiga tahun. Target itu mencakup seluruh pekerjaan utama pascabencana di Kota Padang.
Pemkot Padang Siapkan Dukungan Penuh Program
Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan pemerintah daerah mendukung seluruh program pemulihan. Dukungan itu mencakup penyelesaian pembebasan lahan hingga pelaksanaan pembangunan.
Pemerintah Kota Padang juga menjalankan normalisasi sungai, pengendalian sedimentasi, pembangunan infrastruktur pengendali banjir, serta penguatan tata ruang. Langkah tersebut menjadi bagian dari mitigasi untuk mengurangi risiko bencana pada masa mendatang.
“Pemkot Padang siap memberikan dukungan penuh penyelesaian persoalan lahan,” kata Fadly Amran.
Fadly juga menyatakan pemerintah daerah siap merelokasi warga jika langkah itu menjadi solusi terbaik. Kebijakan tersebut bertujuan melindungi masyarakat yang tinggal di kawasan berisiko tinggi.
Pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Padang terus memperkuat koordinasi. Sinergi itu diharapkan mempercepat pemulihan infrastruktur sekaligus meningkatkan perlindungan masyarakat dari ancaman bencana pada masa mendatang.(ar)









