Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Pasaman Barat Diperkuat, Warga Diajak Cegah Risiko Sejak Dini

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah seorang petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pasaman Barat saat berusaha memadamkan kebakaran.( poto : ANTARA)

Salah seorang petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pasaman Barat saat berusaha memadamkan kebakaran.( poto : ANTARA)

Pasaman Barat, seriusnews.id – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat terus memperluas sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat di berbagai wilayah. Langkah itu bertujuan meningkatkan pengetahuan warga tentang cara mencegah kebakaran dan menangani api sejak tahap awal.

Pemerintah daerah menempatkan pencegahan sebagai prioritas untuk menekan angka kebakaran. Karena itu, petugas pemadam tidak hanya bersiaga di pos, tetapi juga rutin turun ke lapangan untuk bertemu langsung dengan masyarakat.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Pasaman Barat, Handoko, menegaskan bahwa pencegahan menjadi strategi utama yang terus dijalankan jajarannya.

“Prinsip kami adalah mencegah itu jauh lebih baik daripada sekadar memadamkan. Oleh karena itu, tim kami tidak hanya siaga di posko, tapi juga rutin turun langsung ke lapangan,” kata Handoko di Simpang Empat, Rabu.

Petugas Perluas Edukasi Hingga Berbagai Lokasi

Petugas pemadam kebakaran menggelar sosialisasi di permukiman warga, pertokoan, sekolah, kantor pemerintahan nagari, fasilitas kesehatan, perusahaan perkebunan, serta pabrik kelapa sawit.

Dalam setiap kegiatan, petugas menjelaskan penyebab kebakaran sekaligus mengajarkan langkah pencegahan. Mereka juga mengadakan simulasi pemadaman api tahap awal agar warga mampu bertindak cepat saat menghadapi kebakaran.

Baca Juga :  HF Radar BMKG Pariaman Resmi Beroperasi, Perkuat Peringatan Dini Tsunami di Sumbar

Menurut Handoko, simulasi tersebut membantu masyarakat memahami cara mengendalikan api sebelum kobaran membesar. Pengetahuan itu dapat mengurangi risiko kerugian ketika kebakaran terjadi.

“Kita memberikan edukasi berupa sosialisasi pencegahan dini bahaya kebakaran dan pelaksanaan simulasi pemadaman kebakaran api permulaan agar warga benar-benar paham cara penanganan awal api permulaan pada kejadian kebakaran,” ujarnya.

Warga Perlu Mengurangi Risiko Kebakaran Sejak Awal

Handoko menjelaskan banyak kebakaran berawal dari kelalaian yang sebenarnya dapat dicegah. Karena itu, ia mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kondisi rumah dan lingkungan sekitar.

Ia mengimbau warga memeriksa instalasi listrik secara rutin, terutama kabel yang sudah tua dan berpotensi memicu korsleting. Pemeriksaan berkala membantu mengurangi potensi munculnya titik api.

Handoko juga mengingatkan warga agar tidak meninggalkan kompor yang masih menyala tanpa pengawasan. Kebiasaan sederhana itu mampu menekan risiko kebakaran di rumah.

Selain itu, ia mengajak masyarakat menghentikan kebiasaan membuka lahan atau membakar sampah tanpa pengawasan. Aktivitas tersebut sering memicu kebakaran yang kemudian sulit di kendalikan.

“Sangat menghindari praktik membuka lahan atau membakar sampah sembarangan tanpa penjagaan, mengingat tingginya angka kejadian yang bermula dari hal ini,” kata Handoko.

Enam Bulan Pertama Catat Empat Puluh Empat Kebakaran

Pemadam Kebakaran Pasaman Barat mencatat 44 kejadian kebakaran selama Januari hingga akhir Juni 2026. Data itu menunjukkan pentingnya upaya pencegahan yang terus pemerintah lakukan bersama masyarakat.

Baca Juga :  HJK Padang 2026 Angkat Gastronomi, Pemko Perkuat Langkah Menuju Pengakuan UNESCO

Petugas menangani 12 kebakaran rumah tinggal selama periode tersebut. Mereka juga menangani enam kebakaran kendaraan bermotor dan enam kebakaran pohon sawit.

Selain itu, petugas mencatat dua kebakaran akibat kompor atau gas. Mereka juga menangani tiga kebakaran peralatan listrik dan elektronik serta tiga kebakaran pabrik atau gudang.

Data yang sama menunjukkan satu kebakaran gedung serta dua kebakaran di pasar, toko, atau restoran. Petugas juga menangani sembilan kebakaran pada bangunan lainnya.

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar setiap warga memahami langkah pencegahan kebakaran. Pemerintah berharap kesadaran masyarakat dalam memeriksa instalasi listrik, menggunakan kompor secara aman, serta menghindari pembakaran lahan dan sampah dapat menekan jumlah kebakaran pada periode berikutnya.(ar)

Berita Terkait

Wali Kota Padang Tinjau Pembangunan Jalan Pasir Jambak dan Drainase Tunggul Hitam
Pemko Padang dan Unes Kolaborasi Gelar Verifikasi Lapangan Padang Rancak Award 2026
TP-PKK Kota Padang Borong Juara Jambore PKK Sumbar 2026
TP-PKK Kota Padang Pukau Penonton Lomba Defile Jambore Sumbar 2026
Wali Kota Padang Lepas Kontingen TP-PKK Targetkan Juara Jambore Sumbar
Warga Mata Air Kreasikan Lomba Mural Kota Padang untuk Percantik Lingkungan
Normalisasi Sungai Lubuk Kilangan Padang Dikebut Demi Selamatkan Sawah Warga
Sertifikat Warisan Budaya Takbenda Sumatera Barat Diserahkan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 18:46 WIB

Wali Kota Padang Tinjau Pembangunan Jalan Pasir Jambak dan Drainase Tunggul Hitam

Sabtu, 5 September 2026 - 18:29 WIB

Pemko Padang dan Unes Kolaborasi Gelar Verifikasi Lapangan Padang Rancak Award 2026

Jumat, 4 September 2026 - 17:16 WIB

TP-PKK Kota Padang Borong Juara Jambore PKK Sumbar 2026

Kamis, 3 September 2026 - 15:25 WIB

TP-PKK Kota Padang Pukau Penonton Lomba Defile Jambore Sumbar 2026

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Wali Kota Padang Lepas Kontingen TP-PKK Targetkan Juara Jambore Sumbar

Berita Terbaru