Sumatera Barat, seriusnews.id – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, resmi meluncurkan program Kampung Zakat Nagari Ampalu di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota. Pemerintah daerah mengadopsi program Zakat Community Development (ZCD) ini untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat setempat. Kolaborasi lintas lembaga tersebut menyasar pengembangan industri tenun sebagai sektor unggulan nagari.
Mahyeldi menegaskan bahwa program ini membawa misi besar untuk membangun harapan baru bagi warga. Pihaknya ingin mengoptimalkan instrumen zakat guna melahirkan berbagai unit usaha produktif. Langkah nyata tersebut juga berfungsi mempercepat kebangkitan ekonomi daerah pascabencana.
Pengembangan Usaha Tenun Sektor Unggulan Nagari Ampalu
Gubernur Sumbar menilai pemilihan kerajinan tenun sebagai fokus pemberdayaan merupakan langkah yang sangat strategis. Sektor ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi juga membawa identitas budaya Minangkabau. Pihaknya sangat optimistis produk lokal ini mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional melalui pendampingan berkelanjutan.
Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen penuh untuk memperkuat aspek pemasaran. Mereka siap membuka akses pasar yang lebih luas agar publik semakin mengenal produk tenun kain Ampalu. Langkah ini akan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi perajin lokal.
Mahyeldi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran dalam berzakat. Sumatera Barat memiliki potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang sangat besar jika pengelolaannya berjalan profesional. Pengelolaan yang baik dapat menjadi pilar utama dalam mendukung pembangunan umat.
Dukungan Anggaran Miliaran Rupiah Dari Sektor Zakat
Wakil Ketua Baznas RI, Mokhamad Mahdum, menjelaskan bahwa program kolaborasi ini mendapatkan dukungan anggaran hampir mencapai Rp1,9 miliar. Dana tersebut mengalir ke berbagai sektor produktif seperti pertanian, peternakan, hingga perkebunan warga. Namun, pemberdayaan kelompok penenun melalui ZCD tetap menjadi salah satu fokus utama bantuan.
Baznas RI menyalurkan bantuan berupa peralatan modern, pelatihan intensif, hingga pembangunan fasilitas produksi yang memadai. Lembaga ini bahkan menerapkan sistem pembayaran upah sejak awal proses produksi untuk menjaga stabilitas pendapatan. Strategi ini akan mendorong produk tenun lokal menembus pasar internasional lewat jaringan Baznas.
Bupati Limapuluh Kota, Safni, turut menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah untuk menyukseskan program ini. Pihaknya terus mengawal penguatan produk unggulan daerah agar masyarakat semakin mandiri secara finansial. Sinergi ini menjadi bukti nyata kepedulian bersama dalam mengentaskan kemiskinan di tingkat nagari.
Sinergi Lintas Sektor Dorong Kemandirian Ekonomi Warga
Aksi kepedulian sosial juga datang dari PT PLN (Persero) UP3 Payakumbuh pada momen peluncuran tersebut. Perusahaan milik negara ini memberikan bantuan instalasi listrik gratis kepada tujuh keluarga kurang mampu di kawasan tersebut. Kehadiran aliran listrik ini dapat mendukung aktivitas harian dan produktivitas warga.
Peluncuran program strategis ini menghadiri langsung Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mustafa, beserta sejumlah kepala OPD terkait. Ketua Baznas Sumbar Nurman Agus dan Ketua Baznas Limapuluh Kota Yulius juga datang ke lokasi. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh terhadap program pemberdayaan berbasis umat ini.
Selain itu, Manager PLN UP3 Payakumbuh Yessi Indra dan Wali Nagari Ampalu Andrizal ikut mendampingi jalannya acara hingga selesai. Seluruh pihak sepakat bahwa keberhasilan program ini memerlukan pengawasan dan komitmen jangka panjang. Kolaborasi ini bertujuan mengubah status para penerima manfaat dari mustahik menjadi muzakki.(ar)








