Kampung Zakat Ampalu Berdayakan Industri Tenun Minang

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meluncurkan Program Zakat Community Development (ZCD).(poto: padangkita.com).

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meluncurkan Program Zakat Community Development (ZCD).(poto: padangkita.com).

Sumatera Barat, seriusnews.id – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, resmi meluncurkan program Kampung Zakat Nagari Ampalu di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota. Pemerintah daerah mengadopsi program Zakat Community Development (ZCD) ini untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat setempat. Kolaborasi lintas lembaga tersebut menyasar pengembangan industri tenun sebagai sektor unggulan nagari.

Mahyeldi menegaskan bahwa program ini membawa misi besar untuk membangun harapan baru bagi warga. Pihaknya ingin mengoptimalkan instrumen zakat guna melahirkan berbagai unit usaha produktif. Langkah nyata tersebut juga berfungsi mempercepat kebangkitan ekonomi daerah pascabencana.

Pengembangan Usaha Tenun Sektor Unggulan Nagari Ampalu

Gubernur Sumbar menilai pemilihan kerajinan tenun sebagai fokus pemberdayaan merupakan langkah yang sangat strategis. Sektor ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi juga membawa identitas budaya Minangkabau. Pihaknya sangat optimistis produk lokal ini mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional melalui pendampingan berkelanjutan.

Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen penuh untuk memperkuat aspek pemasaran. Mereka siap membuka akses pasar yang lebih luas agar publik semakin mengenal produk tenun kain Ampalu. Langkah ini akan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi perajin lokal.

Baca Juga :  Jangan Asal Bicara! Ini 4 Kategori Ucapan yang Wajib Kamu Tahu

Mahyeldi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran dalam berzakat. Sumatera Barat memiliki potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang sangat besar jika pengelolaannya berjalan profesional. Pengelolaan yang baik dapat menjadi pilar utama dalam mendukung pembangunan umat.

Dukungan Anggaran Miliaran Rupiah Dari Sektor Zakat

Wakil Ketua Baznas RI, Mokhamad Mahdum, menjelaskan bahwa program kolaborasi ini mendapatkan dukungan anggaran hampir mencapai Rp1,9 miliar. Dana tersebut mengalir ke berbagai sektor produktif seperti pertanian, peternakan, hingga perkebunan warga. Namun, pemberdayaan kelompok penenun melalui ZCD tetap menjadi salah satu fokus utama bantuan.

Baznas RI menyalurkan bantuan berupa peralatan modern, pelatihan intensif, hingga pembangunan fasilitas produksi yang memadai. Lembaga ini bahkan menerapkan sistem pembayaran upah sejak awal proses produksi untuk menjaga stabilitas pendapatan. Strategi ini akan mendorong produk tenun lokal menembus pasar internasional lewat jaringan Baznas.

Bupati Limapuluh Kota, Safni, turut menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah untuk menyukseskan program ini. Pihaknya terus mengawal penguatan produk unggulan daerah agar masyarakat semakin mandiri secara finansial. Sinergi ini menjadi bukti nyata kepedulian bersama dalam mengentaskan kemiskinan di tingkat nagari.

Baca Juga :  Mahyeldi Dorong Literasi Keuangan Syariah untuk Lindungi Generasi Muda dari Risiko Digital

Sinergi Lintas Sektor Dorong Kemandirian Ekonomi Warga

Aksi kepedulian sosial juga datang dari PT PLN (Persero) UP3 Payakumbuh pada momen peluncuran tersebut. Perusahaan milik negara ini memberikan bantuan instalasi listrik gratis kepada tujuh keluarga kurang mampu di kawasan tersebut. Kehadiran aliran listrik ini dapat mendukung aktivitas harian dan produktivitas warga.

Peluncuran program strategis ini menghadiri langsung Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mustafa, beserta sejumlah kepala OPD terkait. Ketua Baznas Sumbar Nurman Agus dan Ketua Baznas Limapuluh Kota Yulius juga datang ke lokasi. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh terhadap program pemberdayaan berbasis umat ini.

Selain itu, Manager PLN UP3 Payakumbuh Yessi Indra dan Wali Nagari Ampalu Andrizal ikut mendampingi jalannya acara hingga selesai. Seluruh pihak sepakat bahwa keberhasilan program ini memerlukan pengawasan dan komitmen jangka panjang. Kolaborasi ini bertujuan mengubah status para penerima manfaat dari mustahik menjadi muzakki.(ar)

Berita Terkait

Desa Batang Tajongkek Raih Juara Umum MTQ IX Pariaman Selatan
Jemaah Haji Agam 2026 Resmi Dikukuhkan, Kemenhaj Sumbar Tekankan Pentingnya Menjaga Kemabruran
Makmurkan Rumah Ibadah, Pemprov Sumbar Benahi Kualitas Akustik Masjid
Sukses Berdayakan Ekonomi, UPZ Baznas Semen Padang Rampungkan Program Kambing Etawa di Padayo
Desa Naras Hilir Raih Juara Umum MTQ Pariaman Utara 2026
Perkuat Karakter Pelajar, Pemkot Padang Resmi Luncurkan Program 3T
Musda XI MUI: Mahyeldi Tegaskan Peran Strategis Ulama Sumbar Jaga Falsafah ABS-SBK
Perkuat Penegakan Hukum, Polda Sumbar dan MUI Sepakati Standardisasi Saksi Ahli Keagamaan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:00 WIB

Desa Batang Tajongkek Raih Juara Umum MTQ IX Pariaman Selatan

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:00 WIB

Jemaah Haji Agam 2026 Resmi Dikukuhkan, Kemenhaj Sumbar Tekankan Pentingnya Menjaga Kemabruran

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:00 WIB

Makmurkan Rumah Ibadah, Pemprov Sumbar Benahi Kualitas Akustik Masjid

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:00 WIB

Sukses Berdayakan Ekonomi, UPZ Baznas Semen Padang Rampungkan Program Kambing Etawa di Padayo

Senin, 13 Juli 2026 - 16:00 WIB

Desa Naras Hilir Raih Juara Umum MTQ Pariaman Utara 2026

Berita Terbaru

Gubernur Sumbar sebut stok Bio Solar aman. Masalah utama terletak pada kendala distribusi dan penyalahgunaan barcode di SPBU.(Ilustrasi poto: AI).

Regional

Gubernur Sumbar Buka Suara Soal Kendala Distribusi Bio Solar

Kamis, 23 Jul 2026 - 13:00 WIB