Sumatera Barat, seriusnews.id – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah memberikan pembekalan dan motivasi kepada dua calon anggota Paskibraka Nasional asal Sumbar tahun 2026. Momentum pelepasan tersebut berlangsung dalam sebuah pertemuan khusus di Istana Gubernuran pada Jumat (10/7/2026). Kedua pelajar terbaik ini akan segera bertolak ke Jakarta untuk mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan.
Dua putra-putri berprestasi tersebut adalah Ahmad Alfatih dari SMA Negeri Agam Cendekia dan Ulya Kireina Halim dari SMA Negeri 2 Padang Panjang. Mahyeldi menegaskan bahwa mereka memikul tanggung jawab besar di tingkat nasional. Keduanya tidak hanya membawa nama pribadi dan keluarga, melainkan juga menjaga kehormatan serta nama baik seluruh masyarakat Sumatera Barat.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyampaikan rasa bangga dan ucapan selamat atas pencapaian luar biasa kedua remaja ini. Mahyeldi mengingatkan bahwa kepercayaan ini merupakan sebuah amanah besar yang menuntut pembuktian nyata. Oleh karena itu, mereka wajib menjaga amanah tersebut dengan menampilkan performa terbaik selama masa karantina.
Mahyeldi Minta Utusan Sumbar Jaga Nama Daerah
Gubernur menyatakan bahwa keberhasilan menembus tingkat nasional merupakan buah manis dari kerja keras dan kedisiplinan yang tinggi. Proses panjang tersebut melibatkan ketekunan luar biasa dari diri siswa serta dukungan penuh dari berbagai pihak. Peran aktif orang tua, guru, serta para pembina di daerah turut andil dalam membentuk mentalitas juara mereka.
Selama menjalani masa karantina dan pendidikan di Jakarta, kedua peserta harus senantiasa menunjukkan karakter unggul pemuda Minang. Mahyeldi meminta mereka tetap mempertahankan sikap disiplin, integritas tinggi, dan kerendahan hati. Nilai-nilai luhur tersebut akan menjadi modal utama mereka saat berinteraksi dengan perwakilan dari provinsi lain.
Sikap dan tindakan mereka selama di Istana Negara akan menjadi cerminan langsung dari kualitas generasi muda Sumatera Barat. Utusan daerah harus mampu menghormati keberagaman budaya yang ada di dalam pemusatan latihan. Mahyeldi optimistis bahwa Ahmad dan Ulya bisa menjadi duta daerah terbaik yang membanggakan di mata bangsa.
Proses Seleksi Ketat Menuju Istana Negara Jakarta
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumbar, Mursalim memaparkan proses panjang terpilihnya kedua pelajar tersebut. Ahmad Alfatih dan Ulya Kireina Halim berhasil lolos setelah melewati seluruh tahapan seleksi yang sangat kompetitif dan berjenjang. Mereka mampu menyisihkan puluhan kandidat lain sejak seleksi awal di tingkat daerah.
Pada fase awal di tingkat provinsi, sebanyak 86 pelajar SMA/SMK terbaik dari 19 kabupaten dan kota ikut bersaing. Tim seleksi kemudian menyaring seluruh peserta hingga menyisakan enam utusan terbaik untuk melaju ke tahapan berikutnya. Enam pelajar tersebut kemudian mengikuti proses verifikasi akhir tingkat nasional yang diselenggarakan langsung oleh BPIP.
Berdasarkan hasil verifikasi ketat tersebut, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menetapkan Ahmad dan Ulya sebagai utusan resmi Sumatera Barat. Ahmad Alfatih mengisi kuota Paskibraka Nasional Putra, sedangkan Ulya Kireina Halim mengisi kuota Paskibraka Nasional Putri. Capaian ini menegaskan kualitas sistem pembinaan kepemudaan yang berjalan di Sumatera Barat.
Inspirasi Pemuda Sumbar Pada HUT RI Kedelapanpuluhsatu
Sesuai dengan jadwal yang ada, kedua delegasi Sumbar ini akan bertolak menuju Jakarta pada 14 Juli 2026. Mereka akan langsung bergabung dalam pemusatan pendidikan dan pelatihan intensif bersama perwakilan dari seluruh provinsi. Seluruh rangkaian latihan ini bertujuan untuk mempersiapkan fisik dan mental mereka menjelang hari penugasan utama.
Keduanya akan mengemban tugas bersejarah pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara sakral tersebut akan berlangsung di Istana Negara pada tanggal 17 Agustus 2026 mendatang. Kehadiran mereka di sana menjadi bukti nyata bahwa pemuda daerah mampu bersaing di panggung tertinggi.
Pemprov Sumbar berharap pengalaman berharga ini dapat membentuk karakter kepemimpinan yang kuat pada diri Ahmad dan Ulya. Selain itu, kegiatan ini juga berguna untuk mempertebal rasa nasionalisme serta semangat pengabdian mereka kepada negara. Prestasi ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda lainnya di Sumatera Barat untuk terus berkarya.(ar)









