Langkah Nyata Pemko Pariaman Perkuat Mitigasi Bencana

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kota Pariaman memasang 101 ramu evakuasi tsunami Pariaman di sejumlah kawasan pesisir pantai.( ilustrasi poto: AI).

Pemerintah Kota Pariaman memasang 101 ramu evakuasi tsunami Pariaman di sejumlah kawasan pesisir pantai.( ilustrasi poto: AI).

Pariaman, seriusnews.id – Pemerintah Kota Pariaman memasang 101 ramu evakuasi tsunami Pariaman di sejumlah kawasan pesisir pantai. Langkah strategis ini menjadi upaya nyata pemerintah daerah dalam memperkuat sistem mitigasi bencana berbasis masyarakat. Pemasangan tanda penunjuk arah ini bertujuan agar warga bisa menyelamatkan diri secara mandiri dengan cepat ketika situasi darurat terjadi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman, Ferry Ferdian Bagindo Putra, memastikan seluruh fasilitas keselamatan tersebut sudah terpasang. Sebagian besar penunjuk arah ini terpasang pada titik-titik rawan di sepanjang garis pantai Pariaman.

“Alhamdulillah semuanya telah terpasang. Kebanyakan dipasang di kawasan pesisir pantai di Pariaman,” ujar Ferry Ferdian di Pariaman, Jumat.

Alokasi Anggaran Daerah Demi Keselamatan Warga Pesisir

Pemerintah daerah membiayai pengadaan fasilitas ini melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pariaman Tahun 2026. Anggaran yang terpakai untuk proyek kemanusiaan ini mencapai nilai sekitar Rp186 juta. Fasilitas tersebut berfungsi mengarahkan masyarakat menuju titik aman melalui jalur evakuasi yang sudah ditentukan petugas.

Baca Juga :  BPBD Kota Padang Catat 6.989 Kejadian Bencana Semester I 2026, Kekeringan Jadi Dampak Terbesar

Pemerintah Kota Pariaman memprioritaskan program ini karena wilayah mereka masuk dalam zona merah rawan gempa bumi dan tsunami di Sumatera Barat. Ketersediaan penanda jalur yang jelas menjadi faktor krusial dalam meminimalkan risiko korban jiwa saat bencana melanda.

“Sebelumnya sudah ada penunjuk arah evakuasi, namun kondisinya telah banyak yang rusak dan masih ada jalur yang belum terpasang penunjuk arah evakuasi,” katanya menambahkan.

Rencana Penambahan Rambu Penunjuk Jalur Secara Bertahap

Meskipun petugas telah memasang ratusan tanda baru tahun ini, BPBD mencatat masih ada beberapa titik yang membutuhkan fasilitas serupa. Keterbatasan dana daerah membuat program perbaikan fasilitas mitigasi ini harus berjalan dalam beberapa tahap.

BPBD Kota Pariaman berkomitmen untuk terus mengganti rambu-rambu yang rusak secara berkala. Pihaknya juga akan menambah unit baru pada jalur penyelematan yang belum memiliki petunjuk arah sesuai dengan kondisi keuangan daerah.

Baca Juga :  Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Pasaman Barat Diperkuat, Warga Diajak Cegah Risiko Sejak Dini

“Untuk 2027 akan kami usulkan kembali, disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” tutur Ferry menjelaskan langkah selanjutnya.

Optimalisasi Teknologi HF Radar Array Milik BMKG

Saat ini, masyarakat Kota Pariaman bisa memanfaatkan 22 lokasi Tempat Evakuasi Akhir (TEA) yang tersebar di beberapa wilayah. Seluruh lokasi tersebut menggunakan fasilitas umum yang dinilai aman dari ancaman gelombang laut.

Pemasangan tanda penunjuk arah ini juga mendukung optimalisasi teknologi High Frequency (HF) Radar Array yang sudah tersedia di daerah tersebut. Integrasi antara panduan fisik di lapangan dan teknologi deteksi dini akan mempercepat proses evakuasi warga.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meresmikan penggunaan HF Radar Array ini untuk mempercepat penyebaran informasi kemaritiman. Kepala BMKG RI, Prof. Teuku Faisal Fathani, menyebutkan radar ini memiliki daya jangkau hingga 150 kilometer dan terpasang di dua lokasi di Sumatera Barat.(ar)

Berita Terkait

Pemko Padang Terjunkan Ratusan Mahasiswa Verifikasi Kebersihan Lingkungan
Semen Padang Pamerkan SEPABLOCK di Festival Literasi Sumbar 2026
Perumda Air Minum Kota Padang Perbaiki Accelerator 2 IPA Gunung Pangilun
Reses DPRD Kota Padang Jupri Serap Aspirasi Warga Gurun Laweh
Revitalisasi Pabrik Indarung I Siap Jadi Pusat Budaya
Wali Kota Padang Tinjau Pembangunan Jalan Pasir Jambak dan Drainase Tunggul Hitam
Pemko Padang dan Unes Kolaborasi Gelar Verifikasi Lapangan Padang Rancak Award 2026
TP-PKK Kota Padang Borong Juara Jambore PKK Sumbar 2026
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:09 WIB

Pemko Padang Terjunkan Ratusan Mahasiswa Verifikasi Kebersihan Lingkungan

Rabu, 9 September 2026 - 14:13 WIB

Semen Padang Pamerkan SEPABLOCK di Festival Literasi Sumbar 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:44 WIB

Perumda Air Minum Kota Padang Perbaiki Accelerator 2 IPA Gunung Pangilun

Senin, 7 September 2026 - 20:07 WIB

Reses DPRD Kota Padang Jupri Serap Aspirasi Warga Gurun Laweh

Senin, 7 September 2026 - 20:01 WIB

Revitalisasi Pabrik Indarung I Siap Jadi Pusat Budaya

Berita Terbaru

Semen Padang Hospital menggelar layanan konsultasi MCU DPRD Pesisir Selatan untuk menjaga kondisi fisik para wakil rakyat.(poto: padangkita.com).

Kesehatan

Semen Padang Hospital Gelar Konsultasi MCU DPRD Pesisir Selatan

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:55 WIB