Polda Sumbar Selidiki Korupsi Pengadaan Batu Bara PLTU Ombilin

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ombilin di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar).(poto: padangkita.com).

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ombilin di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar).(poto: padangkita.com).

Sumatera Barat, seriusnews.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat saat ini tengah mendalami dugaan korupsi pengadaan batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ombilin, Kota Sawahlunto. Selain indikasi tindak pidana korupsi, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus juga menelisik dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam proyek tersebut. Polisi bahkan sudah memeriksa tiga perusahaan pemasok bahan bakar yang bekerja sama dengan pihak pembangkit listrik.

Kasus hukum ini langsung menyita perhatian publik karena menyangkut kedaulatan energi regional. Selama ini, PLTU Ombilin memiliki peran yang sangat penting dalam menyokong pasokan listrik nasional. Fasilitas strategis tersebut menjadi tulang punggung pemenuhan daya, baik untuk kebutuhan rumah tangga, sektor industri, maupun fasilitas layanan publik.

Peran Strategis Pembangkit Listrik Ranah Minang

Pembangkit listrik yang berbahan bakar batu bara ini memiliki total kapasitas terpasang sebesar 200 Megawatt (MW). Kapasitas operasional tersebut terbagi ke dalam konfigurasi dua unit pembangkit yang masing-masing menghasilkan daya 2×100 MW. Keberadaan daya 200 MW ini memberikan kontribusi yang sangat signifikan dalam peta kelistrikan nasional, khususnya pada sistem interkoneksi Sumatera.

Besaran kapasitas tersebut juga menentukan performa pembangkit dalam memenuhi beban puncak dan beban dasar harian. Kehadiran pasokan dari Sawahlunto ini memperkuat margin cadangan daya sistem sekaligus menjaga keandalan aliran listrik ke masyarakat. Operasional multi-unit ini juga memungkinkan petugas melakukan pemeliharaan mesin secara bergilir tanpa harus menghentikan seluruh pasokan energi.

Dahulu, pendiri pembangkit memilih lokasi di Kota Sawahlunto dengan mempertimbangkan berbagai aksesibilitas utama. Pemerintah memperhitungkan kedekatan jalur transportasi batu bara, ketersediaan sumber air pendingin, hingga jarak ke gardu induk terdekat. Infrastruktur pendukung seperti jalan jalan akses, jaringan transmisi, dan sistem pendingin khusus sengaja dibangun untuk menjamin kelancaran operasional harian.

Baca Juga :  Pemko Pariaman Tambah Armada Sampah Listrik Tingkatkan Pelayanan Kebersihan Kota

Kontrak Swasta dan Transisi Energi Bersih

PT PLN Nusantara Power menjadi operator resmi yang bertanggung jawab mengelola aset pembangkit skala besar tersebut. Anak perusahaan dari PT PLN (Persero) ini menyandang status sebagai subholding pembangkitan listrik terbesar di kawasan Asia Tenggara. Selain menjaga keandalan pasokan, perusahaan ini juga mengemban misi penting untuk memelopori transisi energi ramah lingkungan di Indonesia.

Tanggung jawab kerja operator meliputi pengelolaan operasi harian, pelaksanaan pemeliharaan terjadwal maupun darurat, keselamatan kerja, hingga pemenuhan regulasi lingkungan. Di Indonesia, pengelolaan pembangkit besar umumnya berada di bawah kendali anak usaha PLN atau melalui skema kerja sama Independent Power Producer (IPP). Skema IPP mewajibkan swasta menjual daya listrik ke PLN berdasarkan perjanjian jangka panjang atau Power Purchase Agreement.

Kementerian ESDM dan pemerintah daerah setempat bertindak sebagai pengawas teknis utama operasional pembangkit tersebut. Pengawasan ketat ini bertujuan memastikan seluruh aktivitas industri tetap mematuhi standar keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan hidup. Hal itu menjadi krusial mengingat pembangkit ini berada di kawasan cagar budaya yang harus terjaga dengan baik.

Teknologi Modern Pembakaran Sub Bituminous Sumatera

Untuk memutar turbin pembakar, PLTU Ombilin menggunakan batu bara jenis sub-bituminous yang berasal dari tambang sekitar Sawahlunto dan wilayah Sumbar lainnya. Total kebutuhan bahan bakar untuk menghasilkan daya 200 MW tersebut mencapai kisaran 2.000 ton per hari. Secara rinci, setiap satu unit pembangkit menghabiskan pasokan pasokan batu bara sekitar 1.000 ton setiap harinya.

Baca Juga :  Langkah Strategis Pemko Padang Gaet IFC Wujudkan Kota Gastronomi UNESCO

Penggunaan komoditas batu bara masih menjadi pilihan utama karena ketersediaan cadangan dalam negeri yang melimpah dan harga pasar yang kompetitif. PLTU batu bara modern biasanya mengadopsi teknologi super critical atau ultra super critical guna mendongkrak efisiensi termal. Penerapan teknologi tersebut terbukti mampu menekan emisi gas buang karbon dioksida (CO2) per kilowatt-hour (kWh) secara signifikan.

Operator juga dapat memasang fasilitas Flue Gas Desulfurization (FGD) dan electrostatic precipitator (ESP) di area pembuangan gas. Komponen modern ini berfungsi menyaring dan mengendalikan emisi sulfur dioksida (SO2) serta debu halus sisa pembakaran agar tidak mencemari udara. Melalui jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), pasokan listrik bersih dari PLTU Ombilin mengalir menuju gardu induk interkoneksi Sumatera.

Pusat kendali sistem bertugas mengatur proses dispatching atau pembagian beban kerja setiap unit pembangkit demi menjaga stabilitas tegangan listrik pulau Sumatera. Kontribusi nyata dari operasional PLTU Ombilin ini menyokong target elektrifikasi nasional dan mendorong laju pertumbuhan ekonomi daerah. Keberadaan setiap unit pembangkit besar tetap bernilai strategis, terutama saat beban puncak atau ketika unit pembangkit lain memasuki masa perawatan berkala.(ar)

Berita Terkait

Pemprov Sumbar Kebut Pemulihan Pascabencana dengan Tambahan Dana TKD Rp2,71 Triliun
Perumda Air Minum Kota Padang Perbaiki IPA Gunung Pangilun
Sidak SPBU Polda Sumbar Ungkap Penyimpangan Solar Subsidi
Pemko Pariaman Tambah Armada Sampah Listrik Tingkatkan Pelayanan Kebersihan Kota
Langkah Strategis Pemko Padang Gaet IFC Wujudkan Kota Gastronomi UNESCO
Tol Sicincin-Bukittinggi Diprotes Warga, Ratusan Rumah Gadang Terancam Penggusuran
Pemko Padang Raih Apresiasi Satgas Pusat Usai Percepat Pemulihan Bencana
Polda Sumbar Siap Pecat Anggota Terlibat Narkoba
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:00 WIB

Pemprov Sumbar Kebut Pemulihan Pascabencana dengan Tambahan Dana TKD Rp2,71 Triliun

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:00 WIB

Perumda Air Minum Kota Padang Perbaiki IPA Gunung Pangilun

Rabu, 22 Juli 2026 - 05:52 WIB

Sidak SPBU Polda Sumbar Ungkap Penyimpangan Solar Subsidi

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:00 WIB

Langkah Strategis Pemko Padang Gaet IFC Wujudkan Kota Gastronomi UNESCO

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:21 WIB

Tol Sicincin-Bukittinggi Diprotes Warga, Ratusan Rumah Gadang Terancam Penggusuran

Berita Terbaru

Perumda  Air Minum Kota Padang mulai melakukan perbaikan bangunan accelerator Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun.(poto: padangkita.com).

Regional

Perumda Air Minum Kota Padang Perbaiki IPA Gunung Pangilun

Rabu, 22 Jul 2026 - 07:00 WIB

Tim Ditreskrimsus Polda Sumbar mengamankan truk yang diduga melakukan penyimpangan BBM bersubsidi Bio Solar, saat dilakukan sidak di sejumlah SPBU di Padang dan Padang Pariaman.(poto: padangkita.com).

Regional

Sidak SPBU Polda Sumbar Ungkap Penyimpangan Solar Subsidi

Rabu, 22 Jul 2026 - 05:52 WIB