Pemprov Sumbar Kebut Pemulihan Pascabencana dengan Tambahan Dana TKD Rp2,71 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama pejabat kementerian menjelaskan tentang penggunaan tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk rehabilitasi pascabencana.(poto: padangkita.com).

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama pejabat kementerian menjelaskan tentang penggunaan tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk rehabilitasi pascabencana.(poto: padangkita.com).

Sumatera Barat, seriusnews.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bergerak cepat menuntaskan seluruh program pemulihan pascabencana Sumatera Barat di berbagai daerah terdampak. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengoptimalkan pemanfaatan dana tambahan Transfer ke Daerah untuk mengakselerasi perbaikan infrastruktur.

Langkah strategis ini berfokus pada pemulihan fasilitas publik, penguatan ekonomi warga, serta peningkatan kesiapsiagaan mitigasi bencana. Mahyeldi menyampaikan komitmen tersebut saat membuka Rapat Monitoring dan Evaluasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Auditorium Gubernuran.

Rapat koordinasi penting itu menghadirkan perwakilan Kementerian Dalam Negeri, lembaga terkait, serta seluruh kepala daerah terdampak. Mahyeldi menegaskan bahwa tambahan alokasi anggaran pusat merupakan instrumen krusial dalam membangkitkan kembali kesejahteraan warga.

Ia meminta seluruh jajaran pemerintah kabupaten dan kota langsung tancap gas merealisasikan setiap program fisik. Pemerintah daerah wajib menyusun perencanaan matang, menentukan skala prioritas utama, serta mendokumentasikan setiap tahapan kegiatan secara transparan.

Gubernur juga menginstruksikan keterbukaan informasi publik mengenai capaian pembangunan demi menjaga kepercayaan masyarakat luas. Publikasi transparan akan membantu masyarakat memantau secara langsung perkembangan perbaikan fasilitas umum di kawasan permukiman mereka.

Alokasi Dana TKD Tuntas Disalurkan Kemendagri

Sementara itu, Kasubdit Perencanaan Keuangan Daerah Kemendagri Fernando Siagian memastikan proses penyaluran dana telah selesai. Seluruh alokasi dana tambahan Transfer ke Daerah untuk wilayah terdampak bencana sudah masuk kas daerah sejak April 2026.

Baca Juga :  Pemprov Sumbar Luncurkan SAPA dan RUNDIANG SPM untuk Maksimalkan Pelayanan Publik

Fernando mendesak seluruh pemerintah daerah agar segera mengeksekusi anggaran khusus tersebut tanpa menunda kegiatan teknis. Pemanfaatan anggaran berfokus pada rehabilitasi bangunan, rekonstruksi jalan, pemulihan mata pencaharian warga, serta penguatan benteng mitigasi.

Kemendagri turut mengingatkan jajaran pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi ancaman cuaca ekstrem dan fenomena El Niño. Pemerintah daerah harus menggeser pola penanganan bencana dari sikap reaktif menuju perencanaan mitigasi yang terukur sejak dini.

Pemerintah pusat mengalokasikan total tambahan anggaran penanganan bencana nasional sebesar Rp10,6 triliun untuk berbagai wilayah. Dari total dana nasional tersebut, Provinsi Sumatera Barat mendapatkan porsi alokasi mencapai Rp2,71 triliun secara bertahap.

Pemerintah pusat mentransfer dana miliaran tersebut secara bertahap sejak bulan Februari hingga April 2026. Alokasi dana yang tergolong besar ini membuktikan keseriusan pemerintah pusat dalam mendukung penuh pemulihan wilayah Sumatera Barat.

Capaian Pemulihan Sumbar Masuk Tiga Besar

Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Politik dan Media Kastorius Sinaga memberikan apresiasi tinggi atas capaian kinerja Sumbar. Hasil monitoring Satgas Nasional menunjukkan Sumatera Barat berhasil masuk daftar tiga provinsi terbaik dengan progres pemulihan tercepat.

Kastorius menyoroti keberhasilan pemulihan sektor pertanian produktif yang mencatatkan progres sangat signifikan di lapangan. Rehabilitasi lahan sawah warga terdampak bencana saat ini sudah menembus angka sekitar 98 persen dari total target.

Baca Juga :  Remaja Asal Pekanbaru Hanyut di Pantai Gasan Gadang, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Petani di berbagai kabupaten terdampak kini telah kembali menggarap lahan dan memasuki musim tanam secara serentak. Capaian positif sektor pertanian ini langsung menggerakkan kembali roda perekonomian pedesaan yang sempat terhenti akibat bencana.

Percepatan ini terjadi berkat kerja sama solid antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan dukungan masyarakat setempat. Keberhasilan menata kembali lahan pertanian menjadi bukti nyata efektivitas koordinasi lintas sektor di lapangan.

Puluhan Organisasi Daerah Kelola Anggaran Khusus

Khusus untuk Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, pemerintah pusat mengucurkan alokasi anggaran sebesar Rp534 miliar. Sebanyak 23 Organisasi Perangkat Daerah mengelola anggaran tersebut untuk menjalankan program pemulihan secara intensif.

Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air menerima porsi anggaran terbesar untuk memperbaiki jaringan irigasi sungai. Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang juga mengelola porsi besar guna merekonstruksi jalan dan fasilitas publik.

Organisasi perangkat daerah lainnya turut menyerap anggaran sesuai bidang tugas pelayanan masyarakat masing-masing. Pembagian alokasi anggaran yang proporsional ini memastikan seluruh sektor terdampak mendapatkan penanganan yang seimbang.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat optimistis seluruh proyek pekerjaan fisik rampung tepat waktu sesuai target pemerintah. Masyarakat Sumatera Barat dapat segera merasakan manfaat nyata dari pemulihan infrastruktur serta kebangkitan ekonomi daerah.(ar)

Berita Terkait

Gubernur Sumbar Buka Suara Soal Kendala Distribusi Bio Solar
Semen Padang Hospital Gelar Syukuran HUT ke-13: Usung Inovasi dan Layanan Kesehatan Prima
Tingkatkan Kesiapsiagaan Pertolongan Perairan, Kantor SAR Padang Gelar Latihan Air di Pantai Carolina
Penemuan Jasad Lansia Membusuk di Padang Selatan Gempar Warga
Kebakaran Pasar Kayu Tanam Hanguskan 15 Kios di Padang Pariaman
Pemkot Padang Panjang Kembalikan Sistem Lalu Lintas Dua Arah
PLN dan Pemkab Pasaman Perkuat Sinergi Infrastruktur Kelistrikan
Perumda Air Minum Padang Perbaiki IPA Gunung Pangilun, Ini Wilayah Terdampak Pasokan Air
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:00 WIB

Gubernur Sumbar Buka Suara Soal Kendala Distribusi Bio Solar

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:00 WIB

Semen Padang Hospital Gelar Syukuran HUT ke-13: Usung Inovasi dan Layanan Kesehatan Prima

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:00 WIB

Tingkatkan Kesiapsiagaan Pertolongan Perairan, Kantor SAR Padang Gelar Latihan Air di Pantai Carolina

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:00 WIB

Penemuan Jasad Lansia Membusuk di Padang Selatan Gempar Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:22 WIB

Kebakaran Pasar Kayu Tanam Hanguskan 15 Kios di Padang Pariaman

Berita Terbaru

Gubernur Sumbar sebut stok Bio Solar aman. Masalah utama terletak pada kendala distribusi dan penyalahgunaan barcode di SPBU.(Ilustrasi poto: AI).

Regional

Gubernur Sumbar Buka Suara Soal Kendala Distribusi Bio Solar

Kamis, 23 Jul 2026 - 13:00 WIB