Program Nagari Creative Hub Pangian Dorong Ekonomi UMKM dan Budaya Lokal

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nagari Creative Hub Pangian dorong ekonomi UMKM dan budaya lokal Tanah Datar lewat digitalisasi TikTok Shop serta fasilitasi pusat kreativitas.(poto: radarsumbar.com).

Nagari Creative Hub Pangian dorong ekonomi UMKM dan budaya lokal Tanah Datar lewat digitalisasi TikTok Shop serta fasilitasi pusat kreativitas.(poto: radarsumbar.com).

Tanah Datar, seriusnews.id – Program Nagari Creative Hub terbukti membawa perubahan nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Nagari Pangian, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar. Pusat kreativitas hasil inisiasi Gubernur Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Vasco Ruseimy ini menjelma menjadi ruang pemberdayaan UMKM sekaligus pusat pelestarian seni budaya.

Pemprov Sumbar memfasilitasi kawasan ini dengan lima sarana pendukung utama untuk menunjang aktivitas warga. Masyarakat kini memanfaatkan Teras Nagari, Lapau Nagari, Medan Balindung, Medan Nan Bapaneh, serta fasilitas internet gratis secara rutin.

Lima Fasilitas Utama Menjadi Pusat Kegiatan Masyarakat Pangian

Ketua Satgas NCH Nagari Pangian, Zilnovita Zainal, menegaskan keberadaan sarana tersebut langsung disambut positif oleh warga sejak awal diluncurkan. Sarana ini berfungsi sebagai pusat informasi, pemasaran digital, tempat pelatihan, hingga arena pertunjukan seni tradisi.

Sektor ekonomi nagari langsung bergerak aktif melalui pemanfaatan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Pelaku UMKM lokal kini memasarkan enam produk unggulan secara rutin melalui siaran langsung akun TikTok @nch.pangian.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Serahkan KUA-PPAS Sumbar 2027, Fokus Transformasi Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Strategi Digitalisasi Produk Unggulan Lewat Siaran Langsung TikTok

Rangkaian produk unggulan tersebut meliputi aneka sambalado, rendang belut, minuman serai-lemon-jahe, keripik pisang, hingga kriya peta khas Minang. Warga menggelar sesi penjualan digital ini setiap malam mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.

Beberapa produk olahan bahkan sudah berhasil menembus jaringan toko oleh-oleh modern di Kota Padang. Namun, para perajin dan pembuat makanan tradisi masih menghadapi kendala teknis pada masa simpan produk.

Inovasi Teknologi Pangan Kunci Utama Perluasan Pasar Nasional

Produk kuliner seperti sambalado masih membutuhkan sentuhan teknologi pengawetan modern agar sanggup bertahan lama. Kondisi ini berbeda dengan rendang belut yang mampu bertahan hingga dua bulan tanpa mengurangi kualitas rasa.

Satgas NCH mendorong pendampingan teknologi pangan agar produk lokal memenuhi standar distribusi nasional. Selain tantangan pengawetan, para pelaku usaha juga berjuang melengkapi syarat administrasi sertifikasi halal.

Keterbatasan pemahaman teknologi digital juga menjadi hambatan tersendiri bagi generasi tua di nagari tersebut. Satgas NCH akhirnya menggandeng mahasiswa KKN untuk mendampingi warga mengoperasikan fitur live shopping dan pembayaran digital.

Baca Juga :  Kota Solok Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Pembukaan Porprov Sumbar 2026

Kehadiran mahasiswa membantu mengatasi kelangkaan pemuda nagari yang sebagian besar memilih pergi merantau ke luar daerah. Mahasiswa KKN mengajari warga teknik siaran langsung, pengelolaan pesanan, hingga strategi menambah jumlah pengikut.

Tantangan lain yang muncul adalah menjaga konsistensi produksi agar pasokan ke mitra pemasaran tidak terputus. Masalah keterbatasan bahan baku sering membuat produk lokal berisiko dikeluarkan dari jaringan toko oleh-oleh.

Di luar aktivitas perdagangan, kawasan ini juga memfasilitasi kegiatan sosial seperti latihan silek, randai, dan sanggar senam. Pemerintah Nagari Pangian mengarahkan seluruh anggaran pelatihan untuk mengoptimalkan kawasan kreativitas yang berkelanjutan ini.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sendiri menjalankan proyek percontohan ini di tiga daerah, yaitu Sawahlunto, Padang Pariaman, dan Tanah Datar. Langkah kolaboratif ini terbukti berhasil memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal.(ar)

Berita Terkait

Pemko Padang Serahkan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan Nelayan
Pemprov Sumbar Siapkan Empat Prioritas Pembangunan Ekonomi Daerah 2029
Gubernur Sumbar Dorong Kolaborasi Riset Energi Terbarukan di Unand
Kerapatan Adat Puji Keberlanjutan Program BMN Semen Padang Rp20 Miliar
Atome Finance Bantu Pemulihan Ekonomi Masyarakat Terdampak Bencana di Agam
Kota Padang Raih Juara Anugerah Adinata Syariah Sumbar 2026
Strategi Perkembangan Industri Tercepat: Langkah Nyata Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Modern
Kota Tua Padang Simpan Potensi Besar Dorong Ekonomi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 21:00 WIB

Pemko Padang Serahkan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan Nelayan

Sabtu, 12 September 2026 - 21:12 WIB

Pemprov Sumbar Siapkan Empat Prioritas Pembangunan Ekonomi Daerah 2029

Jumat, 4 September 2026 - 17:11 WIB

Gubernur Sumbar Dorong Kolaborasi Riset Energi Terbarukan di Unand

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:47 WIB

Kerapatan Adat Puji Keberlanjutan Program BMN Semen Padang Rp20 Miliar

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Atome Finance Bantu Pemulihan Ekonomi Masyarakat Terdampak Bencana di Agam

Berita Terbaru

Pemerintah Kota Padang menyalurkan bantuan sarana penangkapan ikan kepada kelompok nelayan terdampak bencana di Kecamatan Padang Utara pada Sabtu (19/9/2026).(poto: radarsumbar.com).

Ekonomi

Pemko Padang Serahkan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan Nelayan

Minggu, 20 Sep 2026 - 21:00 WIB