UNAND Gandeng Pakar NUS Kembangkan Teknologi Kesehatan Inklusif Berbasis Bahan Alam Sumatera

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Universitas Andalas resmi menjalin kolaborasi strategis bersama pakar diaspora dari National University of Singapore.(poto: padangkita.com).

Universitas Andalas resmi menjalin kolaborasi strategis bersama pakar diaspora dari National University of Singapore.(poto: padangkita.com).

Padang, seriusnews.id – Universitas Andalas resmi menjalin kolaborasi strategis bersama pakar diaspora dari National University of Singapore untuk memajukan teknologi kesehatan inklusif sumatera. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi membiayai langsung langkah inovatif ini melalui skema Program Diaspora Berdampak.

Proyek riset antarnegara ini memfokuskan eksplorasi potensi sumber daya alam Sumatera menjadi material cerdas dan sistem cerdas. Akademisi Fakultas Teknik UNAND Prof Dr Muhammad Ilhamdi Rusydi memimpin langsung tim peneliti dalam proyek berprospek besar ini.

Tim peneliti menargetkan hasil riset ini mampu melahirkan berbagai inovasi teknologi medis yang lebih terjangkau. Langkah ini sekaligus membuka akses pelayanan kesehatan yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat.

UNAND Perkuat Jejaring Kolaborasi Riset Tingkat Global

Wakil Rektor IV UNAND Prof Henmaidi membuka kegiatan strategis ini secara resmi di Ruang Sidang Senat UNAND Padang. Pihak rektorat menyambut hangat kehadiran para peneliti yang siap membawa perubahan positif bagi ekosistem riset kampus.

Manajemen kampus berharap program ini menghasilkan riset berdampak nyata yang mampu memperkuat jejaring kolaborasi internasional. Selain itu, kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah serta reputasi inovasi UNAND pada tingkat dunia.

Baca Juga :  Beasiswa Politeknik Kirana Buka Jalan Kuliah Gratis bagi Lulusan SMA di Padang

Sebelum peluncuran resmi, tim peneliti bersama Prof Andrivo Rusydi telah merampungkan sejumlah agenda teknis di Padang. Mereka bergerak cepat mendatangi laboratorium untuk memastikan kesiapan seluruh fasilitas pendukung riset.

Para akademisi juga menyusun peta jalan riset bersama tim lokal agar seluruh tahapan kerja berjalan terukur. Kerja sama awal ini menjadi fondasi kuat bagi pelaksanaan program riset selama dua pekan ke depan.

Kemitraan Strategis Jangka Panjang Fakultas Teknik UNAND

Dekan Fakultas Teknik UNAND menyuarakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan proyek kolaborasi riset antarlembaga ini. Beliau menegaskan bahwa arah pengembangan kemitraan ini sangat selaras dengan visi strategis fakultas.

Pihak fakultas menargetkan kemitraan riset tidak berhenti pada kegiatan yang berlangsung selama 14 hari saja. Pihaknya berkomitmen melanjutkan kerja sama ini menjadi kemitraan jangka panjang demi meningkatkan rekognisi internasional.

Riset ini mengusung judul Penguatan Roadmap Kolaborasi Riset Smart Materials dan Sistem Cerdas untuk Teknologi Kesehatan Inklusif Berbasis Potensi Sumatera. Judul ini mencerminkan fokus utama penelitian yang mengintegrasikan potensi lokal dengan kebutuhan medis global.

Baca Juga :  Wali Kota Pariaman Usul Tambahan Bantuan Revitalisasi Sekolah ke Kemendikdasmen

Guna memperkuat jangkauan riset, UNAND turut menggandeng akademisi dari Universitas Bung Hatta dan Universitas Mercubaktijaya. Kolaborasi antarperguruan tinggi ini memperkaya sudut pandang serta keahlian riset yang dibutuhkan.

Pemanfaatan Kecerdasan Buatan Dalam Publikasi Jurnal Internasional

Para peserta mengikuti gemblengan intensif melalui serangkaian lokakarya serta diskusi kelompok terarah selama 14 hari. Kegiatan terstruktur ini dirancang untuk memaksimalkan luaran riset agar memenuhi standar kualitas global.

Tim peneliti memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk mendongkrak kualitas penulisan proposal serta publikasi ilmiah. Terobosan ini membantu para akademisi menembus jurnal internasional bereputasi secara lebih efisien.

Inisiatif Kemdiktisaintek ini bertujuan merangkul kembali para diaspora andal untuk berkontribusi aktif bagi tanah air. Langkah ini sekaligus menjadi strategi efektif dalam menekan fenomena pelarian otak dari dalam negeri.

Pemerintah optimistis kehadiran para diaspora mampu memperkuat ekosistem riset nasional agar semakin berdaya saing global. Sinergi ini sekaligus membuktikan bahwa potensi riset Indonesia mampu menjawab tantangan kesehatan masa depan.(ar)

Berita Terkait

Dua Atlet SMPN 25 Padang Gembleng Latihan Spartan Menuju O2SN Nasional
Wali Kota Pariaman Bagikan Bibit Ikan Koi ke Siswa SD untuk Edukasi dan Gizi
PT Semen Padang Kucurkan Beasiswa Rp303,5 Juta untuk 198 Pelajar
Pemko Padang Salurkan Bantuan Seragam Sekolah Gratis bagi Siswa SMPN 11
Pembukaan MPLS SRT 3 Dharmasraya: Gubernur Mahyeldi Motivasi Siswa Bermimpi Besar
Pemprov Sumbar Kawal Program Sekolah Rakyat di Dharmasraya
Pemko Padang Buka Peluang Beasiswa Nalanda University India
Kelulusan Catar Akpol Sumbar 2026: Sembilan Peserta Dinyatakan Lulus Terpilih
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Dua Atlet SMPN 25 Padang Gembleng Latihan Spartan Menuju O2SN Nasional

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Wali Kota Pariaman Bagikan Bibit Ikan Koi ke Siswa SD untuk Edukasi dan Gizi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:00 WIB

UNAND Gandeng Pakar NUS Kembangkan Teknologi Kesehatan Inklusif Berbasis Bahan Alam Sumatera

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:03 WIB

PT Semen Padang Kucurkan Beasiswa Rp303,5 Juta untuk 198 Pelajar

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Pemko Padang Salurkan Bantuan Seragam Sekolah Gratis bagi Siswa SMPN 11

Berita Terbaru

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengajak Praja IPDN asal Sumbar untuk bersiap menjadi birokrat masa depan yang berintegritas tinggi.(poto: padangkita.com).

Pemerintahan

Gubernur Mahyeldi Dorong Praja IPDN Sumbar Jadi Birokrat Adaptif

Kamis, 6 Agu 2026 - 23:59 WIB