Sumatera Barat, seriusnews.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa perlindungan profesi guru merupakan kunci utama dalam menentukan arah masa depan bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Pengukuhan Ibunda Guru PGRI Provinsi Sumatera Barat masa bakti XXIII 2024-2029 dan Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) I PGRI Sumbar 2026 di Hotel Truntum Padang, Jumat (4/9/2026) malam.
Dalam acara yang mengusung tema “Memperkuat Solidaritas dalam Mewujudkan Guru Bermutu Indonesia Maju” ini, Harneli Mahyeldi resmi memangku jabatan Ibunda Guru PGRI Sumbar. Gubernur Mahyeldi secara langsung menyematkan pin pengukuhan kepada Harneli di hadapan seluruh jajaran pengurus dan tamu undangan.
Mahyeldi menyampaikan apresiasi tinggi kepada PGRI yang telah menyelesaikan proses seleksi kepengurusan baru secara konsolidatif. Ia berharap jajaran pengurus periode 2024-2029 mampu membawa perubahan nyata dalam meningkatkan kualitas dan kapabilitas para pendidik.
Komitmen PGRI Memperjuangkan Hak dan Kesejahteraan Pendidik
Langkah penguatan ini bertujuan agar para pendidik merasa lebih tenang dan mantap ketika menjalankan tugas mengajar di sekolah. Menurut Mahyeldi, perlindungan profesi merupakan salah satu pilar utama yang wajib dijalankan oleh organisasi PGRI.
Organisasi PGRI harus hadir memberikan rasa aman serta memastikan seluruh hak guru terpenuhi dengan baik tanpa kendala. Perhatian mendalam terhadap nasib tenaga pendidik tidak dapat dipisahkan dari agenda besar pembangunan nasional.
Kualitas pendidikan nasional sangat bergantung pada komitmen negara dan masyarakat dalam memberdayakan posisi guru secara berkelanjutan. Profesi guru memiliki kedudukan yang sangat istimewa karena aktivitas mengajar merupakan bagian penting dari perjalanan para nabi.
Pengabdian tulus para guru memberikan dampak langsung yang nyata terhadap pembentukan karakter dan moral generasi muda. Kehadiran guru yang terlindungi dan berdaya akan melahirkan anak-anak bangsa yang unggul serta siap menghadapi tantangan zaman.
Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran turut menyampaikan apresiasi atas pengukuhan Ibunda Guru PGRI Sumbar tersebut. Fadly berharap momen ini mampu mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan para pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
Pemerintah Kota Padang terus mendorong penguatan kualitas generasi muda agar memiliki daya saing tinggi di tingkat global. Anak-anak muda perlu menguasai berbagai keterampilan adaptif agar sanggup menjawab tantangan dinamika era digital yang bergerak cepat.
Sinergi Pemerintah Daerah Mendorong Mutu Pendidikan Berkelanjutan
Selain membahas dunia pendidikan, Fadly juga meminta dukungan Gubernur Mahyeldi terkait pencalonan Padang sebagai kota gastronomi dunia. Pihaknya bertekad membawa nama Kota Padang dan Taste of Padang meraih rekognisi internasional pada ajang mendatang di Palembang.
Dukungan terhadap kepemimpinan Pemda Sumbar juga datang dari Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. Unifah menegaskan bahwa pembangunan dunia pendidikan memerlukan kerja sama yang erat dan tidak bisa berdiri sendiri.
Unifah mengapresiasi perhatian besar Gubernur Mahyeldi yang secara konsisten melindungi serta memperjuangkan hak-hak tenaga pendidik. Menurutnya, kecanggihan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) tidak akan pernah menggantikan sentuhan manusiawi dalam proses pembelajaran.
Kemajuan teknologi AI tetap membutuhkan arahan dari guru yang berdedikasi untuk membimbing arah karakter para siswa. Para guru merasa sangat terlindungi oleh komitmen nyata pemerintah daerah yang peduli pada kesejahteraan mereka.
Kegiatan Konkerprov I PGRI Sumbar sendiri berlangsung selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 September 2026. Forum strategis ini menjadi ajang konsolidasi organisasi untuk memperjuangkan hak dan meningkatkan mutu guru secara berkelanjutan.(ar)









