Padang, seriusnews.id – Pemerintah menargetkan renovasi 80 ribu gedung sekolah di seluruh penjuru Tanah Air rampung sebelum tutup tahun 2026. Program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini fokus mempercepat perbaikan fasilitas belajar yang mengalami kerusakan fisik.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meninjau langsung pelaksanaan renovasi tersebut di SD Negeri 25 Koto Panjang, Kota Padang, Sumatera Barat. Sekolah dasar ini menerima kucuran dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 senilai Rp1,39 miliar.
Pihak sekolah mengelola proyek tersebut secara swakelola melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Pola kerja ini melibatkan langsung warga sekitar lokasi proyek dengan target pengerjaan selama 120 hari kerja.
Pola Swakelola Gerakkan Ekonomi Warga Lokal
Andre menegaskan bahwa skema swakelola mendatangkan manfaat ganda bagi lingkungan pendidikan dan permukiman warga. Pekerja proyek berasal dari warga setempat sehingga aliran anggaran negara langsung memutar roda ekonomi lokal.
Langkah perbaikan ini tidak hanya menyasar fasilitas yang terkena dampak bencana alam. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga memprioritaskan sekolah dengan tingkat kerusakan bangunan kategori sedang hingga berat.
Saat ini, sekitar 70 ribu sekolah di berbagai daerah telah dan sedang menjalani proses pengerjaan fisik. Pihak sekolah yang membutuhkan bantuan renovasi dapat mendaftarkan kondisi gedung melalui sistem aplikasi resmi kementerian untuk tahapan verifikasi.
Wilayah Sumatera Barat sendiri menerima kuota renovasi dalam jumlah cukup besar. Kota Padang mendapatkan jatah 84 sekolah, disusul Kabupaten Tanah Datar sebanyak 129 sekolah, dan Kota Pariaman sebanyak 34 sekolah.
Dorong Digitalisasi Kelas Lewat Smartboard
Selain membenahi atap dan dinding kelas, pemerintah mempercepat digitalisasi proses belajar mengajar. Negara mendistribusikan perangkat papan interaktif digital (smartboard) ke ruang-ruang kelas secara bertahap.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Yopi Krislova menyebut perangkat interaktif ini sukses memicu semangat belajar para murid. Visual pelajaran yang atraktif membuat siswa lebih cepat memahami topik pelajaran di kelas.
Meski demikian, dinas pendidikan terus mematangkan pelatihan guru dan kesiapan materi ajar digital. Guru memegang peran kunci agar penggunaan teknologi canggih tersebut berjalan optimal di ruang kelas.
Renovasi di Kota Padang menjangkau jenjang PAUD, SD, hingga SMP. Pemerintah pusat terus memverifikasi data lapangan sehingga jumlah sekolah penerima bantuan di daerah tersebut masih berpeluang bertambah.(ar)









