Merantau Puluhan Tahun, Kebun Karet Wanita Ini Dirusak

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 November 2026 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hadijah meratapi 48 batang pohon karet miliknya di Kerinci yang ditebang orang lain usai puluhan tahun merantau di Malaysia.(poto: istimewa).

Hadijah meratapi 48 batang pohon karet miliknya di Kerinci yang ditebang orang lain usai puluhan tahun merantau di Malaysia.(poto: istimewa).

Kerinci, Seriusnews.id – Harapan Hadijah menikmati masa tua dengan tenang di tanah kelahiran seketika sirna. Kepulangannya ke Kerinci justru menyisakan duka mendalam setelah kebun karet yang ia bina selama bertahun-tahun rata dengan tanah.

Ia memeras keringat puluhan tahun di Malaysia demi mengumpulkan tabungan hari tua. Namun, oknum tak bertanggung jawab tega menghancurkan 48 batang pohon karet berusia belasan tahun yang menjadi tumpuan hidup utamanya.

Aksi Perusakan Berlangsung Dua Gelombang

Para pelaku melancarkan aksi nekat ini secara bertahap dalam rentang waktu Juni hingga Agustus 2023. Pada gelombang pertama, mereka menebang 13 batang pohon karet tanpa rasa iba.

Baca Juga :  Polisi Bongkar Sindikat Pembuat STNK Palsu di Mataram, Empat Orang Ditangkap

Tak puas dengan aksi pertama, pelaku kembali merobohkan 35 batang pohon sisanya pada gelombang berikutnya. Akibat perusakan secara masif ini, Hadijah menelan kerugian material yang menembus angka Rp100 juta.

Pihak kepolisian mengamankan dua warga Sanggaran Agung berinisial A dan Ah yang memiliki hubungan darah sebagai ayah dan anak. Setelah melalui proses penantian panjang, kepolisian melimpahkan berkas kasus ini ke meja hijau pada Oktober 2026.

Peristiwa kelam ini menyisakan trauma mendalam bagi pahlawan devisa tersebut. Hadijah terpaksa mengurungkan niatnya untuk kembali mencari nafkah di negeri jiran Malaysia.

Baca Juga :  Juru Parkir di Padang Peras Mahasiswa Belasan Juta Rupiah

Ia mengaku cemas dan takut kebunnya kembali menjadi sasaran perusakan jika ia tinggalkan merantau. Ketakutan itu memaksa Hadijah bertahan di kampung halaman dengan mengandalkan hasil bumi seadanya.

Selama tiga tahun terakhir, ia berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di tengah keterbatasan ekonomi. Hadijah kini menggantungkan harapan penuh pada keputusan majelis hakim.

Ia menuntut keadilan yang tegas agar pelaku menerima hukuman setimpal. Lebih dari sekadar ganti rugi materi, Hadijah hanya ingin kembali merasakan rasa aman dan perlindungan hukum di tanah kelahirannya sendiri.(ar)

Berita Terkait

Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Pasaman, Operator Diringkus
Juru Parkir di Padang Peras Mahasiswa Belasan Juta Rupiah
Curi Motor Penjaga Sekolah, Residivis Kambuhan Diringkus Tim Klewang Polresta Padang di Pasar Raya
Tim Klewang Polresta Padang Tangkap Residivis Pencuri HP
Tim Klewang Polresta Padang Ungkap Komplotan Pencurian Mobil Lintas Provinsi
Polresta Padang Bongkar Sindikat Pencurian Kendaraan Bermotor Puluhan TKP
Polda Sumbar Bekuk WNA India Penyelundup Tambang Emas Ilegal
Hasil Operasi Antik Lombok Utara: Polisi Tangkap 14 Tersangka Narkoba dan Pelajar
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:57 WIB

Merantau Puluhan Tahun, Kebun Karet Wanita Ini Dirusak

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Pasaman, Operator Diringkus

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Juru Parkir di Padang Peras Mahasiswa Belasan Juta Rupiah

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Curi Motor Penjaga Sekolah, Residivis Kambuhan Diringkus Tim Klewang Polresta Padang di Pasar Raya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Tim Klewang Polresta Padang Tangkap Residivis Pencuri HP

Berita Terbaru

BNPB mengimbau warga di sepanjang aliran sungai lereng gunung api untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas dan bahaya lahar hujan saat curah hujan tinggi.(ilustrasi poto: AI).

Regional

BNPB Peringatkan Bahaya Erupsi Tiga Gunung Api Status Siaga

Senin, 2 Nov 2026 - 15:17 WIB

Sekretaris Komunitas Pedagang Pasar (KPP) Padang, Irwan Sofyan.(poto: radarsumbar.com).

Regional

Pedagang Padang Keluhkan Penukaran Uang Logam Bank Indonesia

Senin, 2 Nov 2026 - 15:09 WIB

Hadijah meratapi 48 batang pohon karet miliknya di Kerinci yang ditebang orang lain usai puluhan tahun merantau di Malaysia.(poto: istimewa).

Kriminal

Merantau Puluhan Tahun, Kebun Karet Wanita Ini Dirusak

Senin, 2 Nov 2026 - 13:57 WIB

Aktivitas pengangkutan ekspor CPO dan tumpukan karung komoditas di dermaga pelabuhan peti kemas. (dok.jemarionline.com).

Ekonomi

Harga CPO dan Kakao Turun pada Periode November 2026

Minggu, 1 Nov 2026 - 13:30 WIB

Infografik edukasi OJK membedakan pinjol legal dengan izin resmi CAMILAN serta pinjol ilegal yang mengancam data pribadi.(poto: AI).

Teknologi

Tips Cek Pinjol Legal OJK dan Ciri Jebakan Ilegal

Minggu, 1 Nov 2026 - 13:19 WIB