Jakarta, Seriusnews.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana vulkanik di Indonesia. Peringatan ini menyasar tiga gunung api yang saat ini bertahan pada status Level III atau Siaga.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, menyampaikan imbauan tersebut dalam konferensi pers di Jakarta. Pihaknya mencatat Gunung Anak Krakatau, Gunung Merapi, dan Gunung Semeru masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang sangat aktif.
Data resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memperlihatkan ancaman erupsi sewaktu-waktu dapat membahayakan keselamatan warga sekitar. Karena itu, BNPB mendesak penduduk lokal maupun wisatawan untuk mematuhi seluruh rekomendasi batas jarak aman.
Ancaman Bahaya Anak Krakatau dan Merapi
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menyimpan potensi bahaya berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan aliran lava. Petugas melarang keras pelaut, nelayan, serta wisatawan mendekati pulau vulkanik tersebut. BNPB menetapkan batas zona bahaya absolut dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
Sementara itu, Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah juga terus mengancam kawasan sekitarnya. Bahaya utama Merapi meliputi luncuran awan panas guguran, lelehan lava, serta lontaran material vulkanik.
Selain ancaman erupsi langsung, bahaya lahar hujan mengintai warga di sepanjang bantaran sungai yang berhulu di puncak Merapi. BNPB meminta masyarakat menghentikan segala aktivitas di sekitar Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Woro, dan Gendol saat curah hujan meningkat.
Zona Terlarang Erupsi Gunung Semeru
Gunung Semeru di Jawa Timur turut menunjukkan peningkatan risiko bencana yang serupa. Puncak tertinggi di Pulau Jawa ini berpotensi mengeluarkan awan panas guguran, guguran lava, lontaran batu pijar, dan lahar dingin.
BNPB memperketat ruang gerak warga di sekitar kawasan rawan bencana Semeru demi menghindari korban jiwa. Petugas melarang masyarakat beraktivitas di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga wajib menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Langkah antisipasi ini sangat penting mengingat material vulkanik dapat mengalir cepat saat hujan deras melanda wilayah puncak.
BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD setempat untuk memantau perkembangan aktivitas ketiga gunung api tersebut secara berkala.(ar)









