Pasaman Barat, seriusnews.id – Ancaman abrasi yang membayangi warga Pasir Tampang, Nagari Air Gadang, Pasaman Barat, kini perlahan sirna. Progres pembangunan penahan tebing Sungai Batang Pasaman telah menembus angka 70 persen. Pekerja di lapangan terus mempercepat pengerjaan fisik guna mengamankan kawasan permukiman dari luapan air.
Warga setempat menyambut gembira rampungnya sebagian besar bangunan pengaman tersebut. Kehadiran struktur pelindung ini memberikan rasa aman mendalam bagi puluhan kepala keluarga. Pasalnya, letak rumah warga memang berdiri sangat dekat dengan bibir sungai yang rawan longsor.
Tokoh masyarakat Pasir Tampang, Mardianto, menyampaikan apresiasi terbuka kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan pihak kontraktor. Menurutnya, kualitas pengerjaan fisik kali ini jauh melampaui hasil proyek serupa pada masa lalu.
“Pembangunan penahan tebing kali ini benar-benar memuaskan. Konstruksinya terlihat jauh lebih kokoh, rapi, dan berkualitas tinggi jika kita bandingkan dengan pengerjaan sebelumnya,” kata Mardianto kepada wartawan, Minggu (8/11/2026).
Permukiman Berjarak Lima Meter dari Bibir Sungai
Mardianto menceritakan bahaya nyata yang mengintai lingkungan tempat tinggalnya selama bertahun-tahun. Jarak antara tebing sungai dengan dinding rumah warga hanya tersisa sekitar lima meter. Saat curah hujan tinggi memicu luapan Sungai Batang Pasaman, warga kerap mengungsi atau terjaga sepanjang malam.
Arus deras kerap mengikis daratan secara perlahan dan mengancam keselamatan bangunan rumah. Rasa takut akan bencana tanah longsor kini berganti dengan ketenangan setelah dinding penahan berdiri kokoh. Warga juga memuji kecepatan para pekerja yang menyelesaikan tahapan demi tahapan tanpa mengurangi presisi mutu teknis.
“Dulu setiap hujan lebat, tidur kami tidak nyenyak karena takut air mengikis tebing dan merobohkan rumah. Sekarang, dengan adanya penahan tebing yang berkualitas baik ini, kami merasa jauh lebih tenang dan terlindungi,” lanjutnya.
Proyek Target Selesai Lebih Cepat dari Jadwal
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Pasaman Barat menargetkan proyek ini selesai sebelum memasuki puncak musim hujan. Pelaksana lapangan dari dinas terkait, Hen, mengonfirmasi bahwa pengerjaan fisik telah mencapai 70 persen dari total target perencanaan.
Tim teknis terus memacu percepatan pengerjaan struktur di titik-titik krusial yang mengalami pengikisan terparah. Hen optimistis kontraktor dapat menyerahkan hasil pengerjaan lebih cepat dari tenggat waktu resmi dalam dokumen kontrak.
“Saat ini pengerjaan terus kita kebut secara maksimal di lapangan. Progresnya sudah mencapai 70 persen dan kami memproyeksikan seluruh pekerjaan rampung pada akhir November atau paling lambat awal Desember mendatang,” terang Hen.
Struktur penahan tebing ini menjadi benteng utama pelindung sarana umum serta permukiman warga Pasir Tampang. Masyarakat berharap hasil pembangunan ini memiliki daya tahan jangka panjang sehingga mampu menahan hantaman arus deras Sungai Batang Pasaman hingga bertahun-tahun ke depan.(ar)









