Agam, seriusnews.id – Pemerintah Kabupaten Agam bergerak cepat memperjuangkan nasib ratusan warga yang terdampak bencana hidrometeorologi akhir tahun lalu. Pihak pemerintah daerah kini resmi mengajukan usulan agar ratusan korban tersebut mendapatkan bantuan jadup Pemkab Agam untuk tahap kedua.
Dinas Sosial Kabupaten Agam mencatat sebanyak 339 warga masuk dalam daftar usulan terbaru kepada Kementerian Sosial. Kepala Dinas Sosial Agam, Villa Erdi, mengonfirmasi bahwa seluruh calon penerima ini merupakan korban yang terlewat pada penyaluran gelombang pertama.
Ratusan warga tersebut kini menempati hunian sementara setelah rumah mereka mengalami kerusakan akibat hantaman bencana. Selain itu, pihak pemerintah daerah juga telah menetapkan mereka sebagai penerima sah Dana Tunggu Hunian.
Validasi Data Kependudukan Korban Bencana Hidrometeorologi Agam
Petugas lapangan saat ini terus mempercepat proses validasi data kependudukan di seluruh wilayah terdampak. Langkah verifikasi faktual ini bertujuan untuk memastikan bantuan logistik tersebut benar-benar tepat sasaran.
Pihak dinas sosial menyatakan bahwa angka usulan 339 jiwa ini masih bersifat dinamis dan sementara. Jumlah penerima bantuan jaminan hidup berpotensi mengalami perubahan seiring berjalannya proses pemutakhiran data secara berkala.
Pemerintah daerah menargetkan proses finalisasi data ini akan selesai dalam waktu dekat. Hasil verifikasi akhir di lapangan nantinya akan menentukan penambahan atau pengurangan jumlah penerima manfaat.
Pemerintah Daerah Jamin Seluruh Korban Terima Bantuan
Villa Erdi menegaskan pihak pemerintah daerah berkomitmen mengawal hak seluruh korban bencana hidrometeorologi secara maksimal. Beliau meminta masyarakat yang belum terakomodasi pada tahap awal untuk tetap tenang dan bersabar.
Aparatur pemerintah daerah terus bekerja keras merampungkan seluruh tahapan pendataan dan verifikasi berkas secara teliti. Pihak dinas sosial tidak ingin ada satu pun warga terdampak yang terlewat dari program bantuan ini.
Komitmen kuat ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam memulihkan kondisi sosial ekonomi masyarakat pascabencana. Seluruh jajaran terkait saling bersinergi demi mempercepat pencairan dana bantuan dari pemerintah pusat.
Rincian Penyaluran Dana Jaminan Hidup Tahap Pertama
Sebelum usulan baru ini bergulir, pemerintah telah mengucurkan dana jaminan hidup tahap pertama sebesar Rp11,06 miliar. Anggaran sebesar itu mengalir langsung kepada 8.195 jiwa dari total 2.313 kepala keluarga.
Setiap warga penerima manfaat memperoleh alokasi dana sebesar Rp15 ribu per hari selama tiga bulan. Total bantuan tunai yang masuk ke rekening setiap individu mencapai nominal Rp1,35 juta.
Pihak pemerintah daerah menyalurkan bantuan dana stimulus gelombang pertama ini secara merata di 12 kecamatan. Tim dinas sosial membagi klasifikasi penerima berdasarkan tingkat kerusakan bangunan tempat tinggal warga.
Data riil menunjukkan sebanyak 553 kepala keluarga dengan kategori rumah rusak ringan tersebar di tujuh kecamatan. Selanjutnya, pemerintah daerah mencatat 78 kepala keluarga dengan kondisi rumah rusak sedang di delapan kecamatan.
Kelompok terbesar mencakup 1.666 kepala keluarga yang mengalami musibah rumah rusak berat di 11 kecamatan. Dari total 16 kecamatan di Agam, terdapat lima wilayah kecamatan yang tidak masuk dalam daftar penerima bantuan ini.
Lima wilayah tersebut meliputi Kecamatan Sungai Pua, Tanjung Mutiara, Palembayan atau Bawan, Ampek Angkek, dan Canduang. Pihak pemerintah daerah memastikan kelima wilayah tersebut aman dari kategori kerusakan akibat bencana hidrometeorologi tersebut.(ar)









