Jakarta, seriusnews.id-Kanker ovarium dikenal sebagai “silent killer” karena banyak perempuan menganggap gejalanya hanya gangguan pencernaan biasa.
Dokter menjelaskan, gejala seperti perut kembung, nyeri panggul atau punggung bawah, cepat kenyang, mudah lelah, hingga sering buang air kecil sering menyerupai GERD atau gangguan hormon. Padahal, gejala tersebut bisa menandai kanker ovarium jika terus muncul.
Spesialis onkologi ginekologi dari Max Cancer Care Saket India, Kanika Batra Modi, menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap gejala yang muncul hampir setiap hari. Ia meminta masyarakat segera memeriksakan diri jika keluhan berlangsung selama dua hingga tiga minggu.
“Perut kembung terus-menerus atau cepat kenyang setelah makan sedikit sering menyerupai gangguan pencernaan. Namun jika gejala itu muncul setiap hari selama beberapa minggu, segera lakukan pemeriksaan,” ujar Modi.
Gejala yang perlu mendapat perhatian antara lain:
- Perut kembung terus-menerus
- Nyeri panggul atau perut
- Cepat kenyang
- Sering buang air kecil
- Nyeri punggung bawah
- Kelelahan berkepanjangan
- Sembelit atau perubahan pola BAB
- Perubahan berat badan tanpa sebab jelas
Dokter menilai durasi dan frekuensi gejala lebih penting daripada jenis keluhannya. Jika gejala muncul rutin selama dua hingga tiga minggu, masyarakat perlu segera menjalani pemeriksaan medis.
Banyak pasien datang terlambat karena menganggap keluhan tersebut hanya masalah ringan. Sebagian mengira nyeri punggung berasal dari aktivitas harian atau perubahan berat badan biasa.
Dokter menyebut beberapa faktor dapat membantu menurunkan risiko kanker ovarium, seperti penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang, riwayat melahirkan, dan menyusui.
Faktor genetik juga berperan besar, terutama pada perempuan dengan mutasi gen BRCA1 dan BRCA2. Dokter mengingatkan masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan tubuh dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. (nr*)









