Sering Dikira Maag atau GERD, Ternyata Bisa Jadi Gejala Kanker Ovarium

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi (Kindel Media via Pexels)

Foto: Ilustrasi (Kindel Media via Pexels)

Jakarta, seriusnews.id-Kanker ovarium dikenal sebagai “silent killer” karena banyak perempuan menganggap gejalanya hanya gangguan pencernaan biasa.

Dokter menjelaskan, gejala seperti perut kembung, nyeri panggul atau punggung bawah, cepat kenyang, mudah lelah, hingga sering buang air kecil sering menyerupai GERD atau gangguan hormon. Padahal, gejala tersebut bisa menandai kanker ovarium jika terus muncul.

Spesialis onkologi ginekologi dari Max Cancer Care Saket India, Kanika Batra Modi, menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap gejala yang muncul hampir setiap hari. Ia meminta masyarakat segera memeriksakan diri jika keluhan berlangsung selama dua hingga tiga minggu.

Baca Juga :  7 Manfaat Telur Kampung Rebus untuk Kesehatan Tubuh

“Perut kembung terus-menerus atau cepat kenyang setelah makan sedikit sering menyerupai gangguan pencernaan. Namun jika gejala itu muncul setiap hari selama beberapa minggu, segera lakukan pemeriksaan,” ujar Modi.

Gejala yang perlu mendapat perhatian antara lain:

  • Perut kembung terus-menerus
  • Nyeri panggul atau perut
  • Cepat kenyang
  • Sering buang air kecil
  • Nyeri punggung bawah
  • Kelelahan berkepanjangan
  • Sembelit atau perubahan pola BAB
  • Perubahan berat badan tanpa sebab jelas

Dokter menilai durasi dan frekuensi gejala lebih penting daripada jenis keluhannya. Jika gejala muncul rutin selama dua hingga tiga minggu, masyarakat perlu segera menjalani pemeriksaan medis.

Baca Juga :  Semen Padang Hospital Melayani MCU Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Solok

Banyak pasien datang terlambat karena menganggap keluhan tersebut hanya masalah ringan. Sebagian mengira nyeri punggung berasal dari aktivitas harian atau perubahan berat badan biasa.

Dokter menyebut beberapa faktor dapat membantu menurunkan risiko kanker ovarium, seperti penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang, riwayat melahirkan, dan menyusui.

Faktor genetik juga berperan besar, terutama pada perempuan dengan mutasi gen BRCA1 dan BRCA2. Dokter mengingatkan masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan tubuh dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. (nr*)

Berita Terkait

Semen Padang Hospital Melayani MCU Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Solok
Kualitas Udara Memburuk, BRI Dharmasraya Bagikan Ratusan Masker Gratis
RS Dr. M. Djamil dan FK Unand Gelar Raker Departemen THT-BKL untuk Tingkatkan Mutu Layanan
Pegadaian dan IZI Buka Posko Kesehatan Gratis di Festival Pacu Jalur Kuansing
Maknai Kemerdekaan, PT Semen Padang Kumpulkan 326 Kantong Darah untuk PMI
Pemerintah Resmi Ubah Sistem Rujukan Pasien BPJS Kesehatan
Semen Padang Hospital Meluncurkan Paket Merdeka SPH 2026 Sambut HUT RI
Kota Pariaman Raih Terbaik I Layanan Kesehatan Regional Sumatera, Boyong Rp2 Miliar
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:05 WIB

Semen Padang Hospital Melayani MCU Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Solok

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Kualitas Udara Memburuk, BRI Dharmasraya Bagikan Ratusan Masker Gratis

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:11 WIB

RS Dr. M. Djamil dan FK Unand Gelar Raker Departemen THT-BKL untuk Tingkatkan Mutu Layanan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Pegadaian dan IZI Buka Posko Kesehatan Gratis di Festival Pacu Jalur Kuansing

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Maknai Kemerdekaan, PT Semen Padang Kumpulkan 326 Kantong Darah untuk PMI

Berita Terbaru

Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan, Agus Widiatmoko, meninjau langsung kompleks peninggalan bersejarah di Kota Padang pada Jumat (4/9/2026).(poto: padangkita.com).

Regional

Revitalisasi Pabrik Indarung I Siap Jadi Pusat Budaya

Senin, 7 Sep 2026 - 20:01 WIB