Padang, seriusnews.id – Kementerian Haji dan Umrah akhirnya menerbitkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) Tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi. Pengumuman ini memberi kepastian waktu bagi ribuan calon jemaah di seluruh penjuru Tanah Air.
Pemerintah menuangkan ketentuan tersebut ke dalam Keputusan Dirjen Pelayanan Haji Nomor 26 Tahun 2026. Kalender Ummul Qura dari Arab Saudi menjadi acuan utama penetapan tanggal operasional ini.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, meminta para calon jemaah mulai menata persiapan fisik serta berkas perjalanan. Menurut Maria, rata-rata jemaah akan berada di Tanah Suci selama 38 hingga 40 hari.
Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho, memastikan seluruh panitia kini bergerak menyelaraskan perencanaan armada dan akomodasi. Teguh mengingatkan bahwa kesiapan teknis sejak awal menjadi kunci utama kelancaran mobilisasi jemaah di Arab Saudi.
Rincian Lengkap Keberangkatan dan Puncak Ibadah
Agenda resmi mencatat jemaah gelombang pertama mulai memasuki asrama haji pada 10 April 2027. Petugas selanjutnya menerbangkan kloter perdana menuju Madinah pada 11 April 2027.
Pemberangkatan gelombang pertama berlangsung hingga 25 April 2027. Sementara itu, gelombang kedua yang mengarah langsung ke Jeddah beroperasi mulai 26 April hingga 10 Mei 2027.
Rangkaian ibadah inti bergulir pada pertengahan Mei 2027. Jemaah bergerak meninggalkan penginapan di Makkah menuju padang Arafah pada 14 Mei 2027.
Seluruh umat Islam menjalankan puncak wukuf di Arafah pada 15 Mei 2027. Keesokan harinya, yakni 16 Mei 2027, jemaah merayakan Hari Raya Iduladha 1448 Hijriah.
Jemaah kemudian menyelesaikan lempar jumrah selama hari-hari Tasyrik pada 17 hingga 19 Mei 2027. Usai rangkaian inti tuntas, persiapan kepulangan ke Indonesia langsung bergulir.
Agenda Pemulangan Jemaah Menuju Tanah Air
Fase pemulangan gelombang pertama bermula pada 21 Mei hingga 4 Juni 2027 melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Petugas mengawal pemulangan ini secara bertahap agar tidak terjadi penumpukan penumpang di terminal bandara.
Selanjutnya, pemulangan gelombang kedua melalui Bandara Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz di Madinah berlangsung pada 5 hingga 20 Juni 2027. Tanggal 20 Juni 2027 sekaligus menutup seluruh rangkaian operasional haji tahun tersebut.
Pemerintah membagi durasi keberangkatan dan kepulangan masing-masing selama 30 hari. Tiap gelombang mendapatkan alokasi waktu pelayanan selama 15 hari penuh.
Kemenhaj tetap mengingatkan potensi penyesuaian jadwal apabila Pemerintah Arab Saudi mengubah kebijakan penanggalan Hijriah. Masyarakat dan calon jemaah sebaiknya terus memantau saluran komunikasi resmi kementerian untuk menyerap pengumuman terbaru secara berkala.(ar)









