Kebakaran Gedung Inspektorat Padang, Kantor Bapenda dan Penginapan Ikut Hangus

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel Damkar Kota Padang berusaha memadamkan api yang melahap gedung inspektorat dan Bapenda Kota Padang.(poto: padangkita.com).

Personel Damkar Kota Padang berusaha memadamkan api yang melahap gedung inspektorat dan Bapenda Kota Padang.(poto: padangkita.com).

Kota Padang, seriusnews.id – Kompleks perkantoran Pemerintah Kota Padang kembali membara setelah si jago merah melahap dua gedung instansi penting. Peristiwa kebakaran gedung inspektorat padang ini tepatnya melanda fasilitas di Jalan Sawahan Nomor 50, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur pada Senin (13/7/2026) dini hari. Insiden ini mengejutkan warga sekitar karena api cepat membesar dan merembet ke bangunan komersial di dekatnya.

Peristiwa ini menambah panjang daftar musibah fatal pada fasilitas umum milik pemerintah daerah setempat. Belum genap satu bulan yang lalu, kebakaran hebat juga menghancurkan kantor dinas lainnya. Kini, giliran Kantor Inspektorat dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang yang menjadi arang akibat amukan api.

Selain melahap fasilitas negara, kobaran api ikut menjalar ke properti swasta yang berdiri di samping kompleks tersebut. Bangunan komersial Nafara Guest House turut terdampak akibat rambatan api yang marak. Beruntung, warga sekitar segera menghubungi petugas darurat guna mencegah dampak yang lebih fatal.

Kronologi Amukan Si Jago Merah di Sawahan

Petugas pemadam kebakaran langsung bergerak cepat setelah menerima laporan darurat dari masyarakat. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang mencatat laporan pertama masuk pada pukul 00.31 WIB. Armada penolong pertama langsung tiba di lokasi kejadian dalam waktu lima menit, tepatnya pukul 00.36 WIB.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Elzadaswarman Hadiri Khatam Al-Qur’an 47 Santri di Payakumbuh

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Budi Payan, menjelaskan kronologi awal munculnya titik api di kompleks tersebut. Saksi mata di sekitar lokasi melihat kobaran api pertama kali berasal dari lantai dua bangunan pemerintahan. Api yang telanjur membesar langsung menjalar dengan cepat ke area sekitarnya karena tiupan angin.

“Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran ini diketahui setelah api sudah membesar di lantai dua Kantor Inspektorat dan merembet ke Bapenda, kemudian ke Nafara Guest House,” kata Budi Payan, Senin pagi. Lokasi perkantoran yang berada di kawasan padat penduduk sempat membuat situasi di lapangan menjadi sangat mencekam.

Upaya Pemadaman Bersama Tim Gabungan Kota Padang

Petugas mengerahkan kekuatan penuh demi menjajaki dan menjinakkan amukan api yang terus meluas. Damkar Kota Padang menurunkan 12 unit armada pemadam kebakaran bersama 90 personel ke lokasi. Mereka bekerja keras memutus jalur perambatan api agar tidak menghanguskan pemukiman warga yang rapat.

Proses pemadaman dan pengamanan area kebakaran juga mendapatkan bantuan penuh dari berbagai unsur terkait. Personel gabungan dari TNI, Polri, PMI, hingga Satpol PP bahu-membahu menembus asap tebal. Kerja sama yang solid antarinstansi ini membuat api berhasil mereka kendalikan sebelum meluas lebih jauh.

Baca Juga :  Kebakaran Pasar Kayu Tanam Hanguskan 15 Kios di Padang Pariaman

Berdasarkan laporan sementara, total luas area yang hangus terbakar mencapai sekitar 500 meter persegi. Hantaman api menyebabkan Gedung Inspektorat, Kantor Bapenda, serta Nafara Guest House mengalami kerusakan sangat berat. Kondisi ketiga bangunan tersebut kini tampak memprihatinkan dengan struktur yang menghitam pascapemadaman.

Total Kerugian Materiil dan Penyelamatan Aset Daerah

Pihak Damkar memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa yang terjadi dini hari ini. Warga sekitar juga tidak perlu mengungsi karena petugas berhasil melokalisasi perambatan api dengan cepat. Dampak paling besar dari musibah ini murni berupa kerusakan fisik bangunan dan fasilitas kerja dinas.

“Kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp1,8 miliar. Sementara itu, petugas berhasil menyelamatkan aset yang diperkirakan bernilai sekitar Rp30 miliar,” ujar Budi menambahkan. Saat ini, pihak kepolisian dan tim forensik masih melakukan penyelidikan mendalam untuk menemukan penyebab pasti kebakaran.

Musibah berturut-turut ini memicu perhatian sekaligus kekhawatiran yang mendalam dari warga Kota Padang secara luas. Sebelum insiden ini, tepatnya pada 24 Juni 2026, kebakaran hebat melanda Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kejadian tersebut menghanguskan area bank sampah dan puluhan kendaraan operasional dinas hingga tinggal rangka.(ar)

Berita Terkait

Wali Kota Padang Tinjau Pembangunan Jalan Pasir Jambak dan Drainase Tunggul Hitam
Pemko Padang dan Unes Kolaborasi Gelar Verifikasi Lapangan Padang Rancak Award 2026
TP-PKK Kota Padang Borong Juara Jambore PKK Sumbar 2026
TP-PKK Kota Padang Pukau Penonton Lomba Defile Jambore Sumbar 2026
Wali Kota Padang Lepas Kontingen TP-PKK Targetkan Juara Jambore Sumbar
Warga Mata Air Kreasikan Lomba Mural Kota Padang untuk Percantik Lingkungan
Normalisasi Sungai Lubuk Kilangan Padang Dikebut Demi Selamatkan Sawah Warga
Sertifikat Warisan Budaya Takbenda Sumatera Barat Diserahkan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 18:46 WIB

Wali Kota Padang Tinjau Pembangunan Jalan Pasir Jambak dan Drainase Tunggul Hitam

Sabtu, 5 September 2026 - 18:29 WIB

Pemko Padang dan Unes Kolaborasi Gelar Verifikasi Lapangan Padang Rancak Award 2026

Jumat, 4 September 2026 - 17:16 WIB

TP-PKK Kota Padang Borong Juara Jambore PKK Sumbar 2026

Kamis, 3 September 2026 - 15:25 WIB

TP-PKK Kota Padang Pukau Penonton Lomba Defile Jambore Sumbar 2026

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Wali Kota Padang Lepas Kontingen TP-PKK Targetkan Juara Jambore Sumbar

Berita Terbaru