Kota Padang, seriusnews.id – Kompleks perkantoran Pemerintah Kota Padang kembali membara setelah si jago merah melahap dua gedung instansi penting. Peristiwa kebakaran gedung inspektorat padang ini tepatnya melanda fasilitas di Jalan Sawahan Nomor 50, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur pada Senin (13/7/2026) dini hari. Insiden ini mengejutkan warga sekitar karena api cepat membesar dan merembet ke bangunan komersial di dekatnya.
Peristiwa ini menambah panjang daftar musibah fatal pada fasilitas umum milik pemerintah daerah setempat. Belum genap satu bulan yang lalu, kebakaran hebat juga menghancurkan kantor dinas lainnya. Kini, giliran Kantor Inspektorat dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang yang menjadi arang akibat amukan api.
Selain melahap fasilitas negara, kobaran api ikut menjalar ke properti swasta yang berdiri di samping kompleks tersebut. Bangunan komersial Nafara Guest House turut terdampak akibat rambatan api yang marak. Beruntung, warga sekitar segera menghubungi petugas darurat guna mencegah dampak yang lebih fatal.
Kronologi Amukan Si Jago Merah di Sawahan
Petugas pemadam kebakaran langsung bergerak cepat setelah menerima laporan darurat dari masyarakat. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang mencatat laporan pertama masuk pada pukul 00.31 WIB. Armada penolong pertama langsung tiba di lokasi kejadian dalam waktu lima menit, tepatnya pukul 00.36 WIB.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Budi Payan, menjelaskan kronologi awal munculnya titik api di kompleks tersebut. Saksi mata di sekitar lokasi melihat kobaran api pertama kali berasal dari lantai dua bangunan pemerintahan. Api yang telanjur membesar langsung menjalar dengan cepat ke area sekitarnya karena tiupan angin.
“Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran ini diketahui setelah api sudah membesar di lantai dua Kantor Inspektorat dan merembet ke Bapenda, kemudian ke Nafara Guest House,” kata Budi Payan, Senin pagi. Lokasi perkantoran yang berada di kawasan padat penduduk sempat membuat situasi di lapangan menjadi sangat mencekam.
Upaya Pemadaman Bersama Tim Gabungan Kota Padang
Petugas mengerahkan kekuatan penuh demi menjajaki dan menjinakkan amukan api yang terus meluas. Damkar Kota Padang menurunkan 12 unit armada pemadam kebakaran bersama 90 personel ke lokasi. Mereka bekerja keras memutus jalur perambatan api agar tidak menghanguskan pemukiman warga yang rapat.
Proses pemadaman dan pengamanan area kebakaran juga mendapatkan bantuan penuh dari berbagai unsur terkait. Personel gabungan dari TNI, Polri, PMI, hingga Satpol PP bahu-membahu menembus asap tebal. Kerja sama yang solid antarinstansi ini membuat api berhasil mereka kendalikan sebelum meluas lebih jauh.
Berdasarkan laporan sementara, total luas area yang hangus terbakar mencapai sekitar 500 meter persegi. Hantaman api menyebabkan Gedung Inspektorat, Kantor Bapenda, serta Nafara Guest House mengalami kerusakan sangat berat. Kondisi ketiga bangunan tersebut kini tampak memprihatinkan dengan struktur yang menghitam pascapemadaman.
Total Kerugian Materiil dan Penyelamatan Aset Daerah
Pihak Damkar memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa yang terjadi dini hari ini. Warga sekitar juga tidak perlu mengungsi karena petugas berhasil melokalisasi perambatan api dengan cepat. Dampak paling besar dari musibah ini murni berupa kerusakan fisik bangunan dan fasilitas kerja dinas.
“Kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp1,8 miliar. Sementara itu, petugas berhasil menyelamatkan aset yang diperkirakan bernilai sekitar Rp30 miliar,” ujar Budi menambahkan. Saat ini, pihak kepolisian dan tim forensik masih melakukan penyelidikan mendalam untuk menemukan penyebab pasti kebakaran.
Musibah berturut-turut ini memicu perhatian sekaligus kekhawatiran yang mendalam dari warga Kota Padang secara luas. Sebelum insiden ini, tepatnya pada 24 Juni 2026, kebakaran hebat melanda Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kejadian tersebut menghanguskan area bank sampah dan puluhan kendaraan operasional dinas hingga tinggal rangka.(ar)









