Jakarta, seriusnews.id-Setiap 5 Mei, dunia memperingati Hari Asma Sedunia. Oleh karena itu, momen ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan pernapasan, termasuk melalui pola makan sehari-hari.
Asma merupakan penyakit kronis pada saluran pernapasan yang tidak dapat disembuhkan hanya dengan obat. Namun demikian, pola makan tetap berperan besar dalam mengontrol gejalanya. Selain itu, para ahli kesehatan menilai makanan dapat memengaruhi peradangan, sistem imun, hingga kondisi paru-paru secara keseluruhan.
Dokter spesialis paru, Dr. Ayush Gupta, menjelaskan bahwa nutrisi membantu mengelola asma melalui pengaruhnya terhadap peradangan dan stres oksidatif. Lebih lanjut, ia menekankan adanya hubungan antara kesehatan usus dan paru-paru yang turut memengaruhi kondisi pernapasan.
Makanan yang Dianjurkan
Oleh karena itu, pengidap asma sebaiknya memperbanyak konsumsi makanan yang dapat membantu mengurangi peradangan, seperti:
- Buah segar (apel, jeruk, beri) yang kaya antioksidan
- Sayuran hijau, brokoli, wortel, dan paprika
- Biji-bijian utuh yang tinggi serat
- Ikan berlemak seperti salmon dan sarden
- Makanan berbasis nabati seperti tempe dan tahu
Dengan demikian, makanan tersebut dapat membantu menjaga fungsi paru-paru sekaligus menurunkan risiko peradangan.
Makanan yang Sebaiknya Dihindari
Sebaliknya, beberapa jenis makanan justru dapat memicu kambuhnya asma, antara lain:
- Makanan cepat saji yang tinggi lemak dan memicu peradangan
- Pengawet dan bahan buatan yang dapat mengiritasi saluran napas
- Makanan tinggi sulfit seperti buah kering, wine, dan jus kemasan
- Garam berlebih yang dapat meningkatkan sensitivitas saluran pernapasan
Selain itu, ahli kesehatan menilai pola makan yang buruk dapat memperburuk gejala, terutama pada anak dan remaja.
Dengan demikian, pola makan sehat memang tidak menggantikan obat asma. Akan tetapi, pola makan yang tepat dapat membantu mengontrol gejala dan menjaga kesehatan paru-paru tetap stabil. (nr*)








