Sumatera Barat, seriusnews.id – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi membakar semangat ratusan siswa baru pada pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya, Jumat (31/7/2026).
Momen tersebut menjadi ajang penguat optimisme bagi peserta didik untuk berani memupuk cita-cita tinggi. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi memimpin langsung pekik semangat yang disahut kompak oleh seluruh siswa.
Generasi Muda Dharmasraya Memiliki Darah Pejuang Bangsa
Di hadapan para siswa, guru, dan orang tua di Nagari Sungai Kambut, Mahyeldi menegaskan keterbatasan bukan penghalang kesuksesan. Tekad kuat, pendidikan berkualitas, dan doa orang tua merupakan kunci utama mengubah jalan hidup.
Mahyeldi mengingatkan bahwa generasi muda Minangkabau mewarisi darah para tokoh besar dan pendiri bangsa. Nama-nama besar seperti Mohammad Hatta, Mohammad Yamin, Buya Hamka, hingga Tan Malaka menjadi teladan nyata.
Perjuangan PDRI Menjadi Pondasi Semangat Generasi Penerus
Peran historis wilayah Dharmasraya dalam era Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) juga turut digelorakan. Nilai-nilai sejarah tersebut harus melandasi semangat belajar para siswa demi menjaga keutuhan NKRI.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi kemudian membagikan kisah masa lalunya yang tumbuh dari keluarga sangat sederhana. Ayahnya bekerja sebagai buruh angkut pasar, sedangkan ibunya penjahit yang memiliki keterbatasan fisik.
Teladan Perjuangan Hidup Dan Harapan Indonesia Emas
Meski dihadapkan pada keterbatasan ekonomi, enam dari tujuh bersaudara di keluarganya berhasil menuntaskan pendidikan tinggi. Pengalaman berjuang dari bawah hingga pernah menjadi tukang becak membuktikan bahwa kerja keras selalu membuahkan hasil.
Kepada jajaran pengajar, Mahyeldi menitipkan amanah agar mendidik para siswa dengan penuh keikhlasan dan keteladanan. Peran guru sangat krusial dalam membentuk karakter unggul serta membimbing calon pemimpin masa depan.
Dukungan penuh dari orang tua juga menjadi fondasi penting selama anak-anak menempuh masa pendidikan. Gubernur meyakini SRT 3 Dharmasraya bakal menjadi pelopor sekolah inklusif yang melahirkan generasi emas 2045.(ar)









