Pasaman, seriusnews.id – Pemerintah Kabupaten Pasaman memperkuat integrasi data antarperangkat daerah untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Statistik daerah tersebut. Langkah strategis ini menjadi bagian dari persiapan matang dalam menghadapi Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) 2026. Pemerintah daerah fokus pada peningkatan kualitas data secara menyeluruh sekaligus mempercepat transformasi digital di lingkungan birokrasi.
Upaya serius ini menjadi pembahasan utama dalam pertemuan intensif antara Diskominfo dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasaman. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor BPS Pasaman dan dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait. Tampak hadir Kepala BPS Pasaman Nita Andriyani, Sekretaris Diskominfo Ahdi Susanto, serta Kepala Bidang TI dan e-Government Nurhaki.
Pemanfaatan Teknologi API Percepat Pertukaran Data Sektoral
Salah satu strategi utama yang didorong dalam pertemuan ini adalah pemanfaatan Application Programming Interface (API). Teknologi ini berfungsi untuk mempercepat proses pertukaran data antarorganisasi perangkat daerah secara real-time. Sistem canggih ini memungkinkan pembaruan data berlangsung otomatis sehingga instansi pemerintah tidak perlu melakukan input manual berulang kali.
Penerapan API juga efektif untuk mengurangi risiko duplikasi data yang sering terjadi antarinstansi. Selain itu, konsistensi data pemerintah daerah akan menjadi lebih terjamin dan valid. Langkah teknis ini menjadi lompatan penting dalam mewujudkan tata kelola data yang bersih dan modern.
Selain API, kedua lembaga juga membahas optimalisasi penggunaan aplikasi SPLP sebagai sarana komunikasi. Aplikasi ini menjadi layanan penghubung utama antarlembaga pemerintah di Kabupaten Pasaman. Melalui sistem ini, koordinasi dan bagi pakai data sektoral menjadi lebih terstruktur dan efisien.
Keamanan Sistem Data Terkontrol Melalui Kementerian Komunikasi
Akses terhadap aplikasi SPLP tersebut berjalan melalui sistem keamanan yang sangat ketat dan terkontrol. Setiap perangkat daerah wajib melakukan pendaftaran resmi melalui Kementerian Komunikasi dan Digital sebelum menggunakan layanan. Prosedur ketat ini bertujuan penuh untuk menjamin keamanan data sensitif milik pemerintah daerah.
Kepala BPS Pasaman, Nita Andriyani, menegaskan bahwa keberhasilan penilaian EPSS sangat bergantung pada komitmen kolaborasi. Setiap perangkat daerah harus aktif bekerja sama dalam menghasilkan data sektoral yang akurat. Menurutnya, evaluasi ini memiliki esensi yang jauh lebih dalam bagi kemajuan daerah.
Nita menyebut bahwa EPSS bukan sekadar ajang penilaian formalitas akhir tahun dari pemerintah pusat. Evaluasi ini menjadi momentum penting untuk membangun budaya kerja baru yang berbasis pada kekuatan data. Oleh karena itu, sinergi yang kuat antara BPS dan Diskominfo menjadi kunci utama kesuksesan program.
Satu Data Indonesia Mudahkan Berbagi Informasi Pemerintahan
Sementara itu, Sekretaris Diskominfo Pasaman, Ahdi Susanto, menyatakan bahwa integrasi sistem berbasis digital memberikan banyak kemudahan. Perangkat daerah kini dapat saling berbagi informasi pembangunan secara cepat, tepat, dan aman. Langkah ini juga menjadi bukti nyata dukungan pemda terhadap kebijakan Satu Data Indonesia.
Dari sisi teknis, Kepala Bidang TI dan e-Government, Nurhaki, menambahkan bahwa penguatan sistem terus berjalan. Pihaknya terus memacu konektivitas agar seluruh ekosistem data pemerintah daerah dapat saling terhubung erat. Komitmen ini sekaligus menyinkronkan seluruh aplikasi agar tidak ada lagi proses penginputan data secara berulang.
Melalui seluruh rangkaian persiapan ini, Pemkab Pasaman menargetkan lonjakan nilai Indeks Pembangunan Statistik yang signifikan. Hasil akhir dari penguatan data ini bermuara pada terciptanya tata kelola pemerintahan yang transparan. Kebijakan publik yang lahir nantinya akan menjadi lebih efektif karena berbasis pada data yang akurat.(ar)









