Pemko Padang Perkuat Persiapan Penilaian Kota Pangan Aman 2026 Bersama BBPOM

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemko Padang menjalankan agenda pendampingan di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kota Padang, Senin (15/6/2026).( poto : padangkita.com )

Pemko Padang menjalankan agenda pendampingan di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kota Padang, Senin (15/6/2026).( poto : padangkita.com )

Padang, seriusnews.id – Pemerintah Kota (Pemko) Padang mempercepat langkah menuju Kota Pangan Aman melalui kolaborasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang.

Langkah ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) Tahun 2026 sekaligus memperkuat perlindungan konsumsi masyarakat.

Pemko Padang menjalankan agenda pendampingan pengisian instrumen penilaian mandiri atau self-assessment di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kota Padang, Senin (15/6/2026).

Pertemuan tersebut mempertemukan Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Pelaksana Tugas Kepala BBPOM di Padang Elyunaida, serta jajaran kepala perangkat daerah yang terlibat dalam proses penilaian.

Pemko Padang Perkuat Persiapan Menuju Kota Pangan Aman

Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan dari BBPOM selama tahapan persiapan berlangsung.

Menurut Raju, langkah itu sejalan dengan arahan pimpinan daerah untuk memperkuat perlindungan masyarakat melalui pelayanan publik yang lebih baik.

“Kita berterima kasih kepada Ibu Plt Kepala BBPOM yang sudah memberikan pendampingan kepada Kota Padang untuk penilaian KKPA 2026. Sesuai arahan Bapak Wali Kota, kita ingin menjadi Kota Pangan Aman untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Padang,” ujar Raju Minropa.

Baca Juga :  SAPA Puskesmas Padang Hadirkan Tur Virtual untuk Mudahkan Layanan

Padang memiliki identitas kuat sebagai daerah dengan kekayaan kuliner. Karena itu, pemerintah daerah menempatkan keamanan pangan sebagai bagian penting dalam pembangunan kota.

Pemko juga memperkuat langkah pengembangan sektor gastronomi dengan memastikan kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga.

Penilaian KKPA Jadi Alat Evaluasi Sistem Pangan

Pemko Padang memandang Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman bukan sekadar target administratif. Pemerintah menggunakan proses tersebut untuk mengukur efektivitas sistem keamanan pangan secara menyeluruh.

Setiap indikator penilaian dibahas secara rinci selama proses pendampingan berlangsung. Seluruh perangkat daerah menyusun data dan langkah kerja secara terkoordinasi.

Kolaborasi itu melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Perikanan dan Pangan, Dinas Pertanian, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang.

Baca Juga :  Cegah Pungli, Pemkot Padang Perketat Pengelolaan Dana BOS Sekolah

Melalui kerja lintas sektor, pemerintah ingin menjaga kualitas rantai pasok pangan agar tetap aman dan berkelanjutan.

Pelaksana Tugas Kepala BBPOM di Padang Elyunaida menegaskan bahwa status kota pangan aman membutuhkan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.

Ia menilai pendampingan yang berjalan secara intensif dapat meningkatkan kesiapan Kota Padang menghadapi penilaian tahun ini.

“Melalui kolaborasi yang kuat antara Pemko Padang dan BBPOM di Padang, diharapkan kesiapan Kota Padang dalam menghadapi Penilaian KKPA Tahun 2026 semakin optimal,” kata Elyunaida.

Elyunaida juga menekankan pentingnya keamanan pangan bagi masa depan masyarakat. Menurutnya, kualitas pangan berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia.

“Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Karena pangan yang aman hari ini merupakan investasi bagi kesehatan masyarakat di masa depan,” tutupnya.

Kolaborasi antara Pemko Padang dan BBPOM menjadi langkah nyata untuk meningkatkan standar keamanan pangan.

Pemerintah berharap proses penilaian ini mampu memperkuat perlindungan masyarakat sekaligus mendorong kualitas layanan publik.(ar)

Berita Terkait

Batang Hari dan Tebo Perbarui Kerja Sama Daerah di Wilayah Perbatasan
Lantik 33 Pejabat Baru, Sekda Sumbar Rombak Pola Karier ASN
RAPBD Sawahlunto 2027 Tembus Rp517 Miliar, Ini Rinciannya
Hadiri HUT Ke-27 Tanjab Timur, Walkot Alfin Dorong Sinergi
Cegah Karhutla, Pemprov Sumbar dan Polda Targetkan Nol Titik Api
Pemko Padang Siap Pertahankan Juara Keterbukaan Informasi Tingkat Sumbar 2026
Menjelang 2 Tahun Prabowo-Gibran, Ikappi DKI Soroti Distribusi dan Harga Pangan Pasar
Kapolda Sumbar Temui Gubernur Mahyeldi Bahas Kamtibmas hingga Mitigasi Bencana
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:22 WIB

Batang Hari dan Tebo Perbarui Kerja Sama Daerah di Wilayah Perbatasan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Lantik 33 Pejabat Baru, Sekda Sumbar Rombak Pola Karier ASN

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:21 WIB

RAPBD Sawahlunto 2027 Tembus Rp517 Miliar, Ini Rinciannya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Hadiri HUT Ke-27 Tanjab Timur, Walkot Alfin Dorong Sinergi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Cegah Karhutla, Pemprov Sumbar dan Polda Targetkan Nol Titik Api

Berita Terbaru

Helikopter militer hijau melakukan water bombing mengambil air di sungai dengan latar hutan terbakar dan asap tebal.(ilustrasi poto: AI).

Regional

Helikopter TNI AD Jatuh Saat Pemadaman Karhutla Kalteng

Rabu, 4 Nov 2026 - 16:03 WIB