Kota Padang, seriusnews.id – Pemerintah Kota (Pemko) Padang membuka kesempatan bagi aparatur sipil negara untuk mengikuti Pelatihan ITEC India ASN melalui program Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC). Pemerintah India membiayai penuh program tersebut sehingga ASN dapat mengikuti pelatihan internasional tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang.
Program ini memberi peluang bagi ASN untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas wawasan internasional. Berbagai materi pelatihan menyesuaikan kebutuhan birokrasi modern agar kemampuan aparatur terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi.
Pemko Padang Dorong ASN Manfaatkan Peluang Belajar Internasional Gratis
Program ITEC menghadirkan beragam pilihan pelatihan pada bidang strategis. Peserta dapat memilih kecerdasan buatan (artificial intelligence), machine learning, pemrograman Python, kesehatan masyarakat, ekonomi sirkular, keamanan dan forensik, keuangan, manajemen pemerintahan, hingga teknologi antariksa.
Materi tersebut membantu ASN memperkuat kemampuan teknis sekaligus menambah pengalaman belajar di lingkungan internasional. Bekal itu akan mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kota Padang.
Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, mengajak seluruh ASN yang memenuhi persyaratan agar segera memanfaatkan kesempatan tersebut.
“Kami mengajak semua ASN Kota Padang untuk mengikuti pelatihan ini,” ujar Raju, Minggu (5/7/2026).
Raju menilai program ITEC bukan sekadar kesempatan belajar di luar negeri. Menurutnya, program itu juga menjadi sarana untuk menambah pengetahuan, memperluas wawasan, dan membawa pengalaman baru ke lingkungan kerja.
India Tanggung Seluruh Kebutuhan Peserta Pelatihan ITEC
Pemerintah India menanggung seluruh biaya program sehingga Pemko Padang tidak mengeluarkan dana APBD untuk pelaksanaan pelatihan tersebut.
Pemerintah India menyediakan biaya pelatihan, tiket pesawat pulang-pergi kelas ekonomi, akomodasi, konsumsi, serta uang saku harian bagi seluruh peserta. Fasilitas itu memberi kesempatan lebih luas kepada ASN untuk mengikuti pelatihan tanpa memikirkan biaya.
“Semua fasilitas ditanggung oleh Pemerintah India, mulai dari biaya pelatihan, tiket pesawat pergi dan pulang kelas ekonomi, akomodasi dan konsumsi, termasuk uang saku harian,” jelas Raju.
Raju menyampaikan informasi itu bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Padang, Bambang Adi Sandjoko.
Raju berharap setiap peserta membawa pulang ilmu baru dan pengalaman internasional. Selanjutnya, peserta dapat memanfaatkan kemampuan tersebut untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Pendaftaran Berakhir Dua Puluh Juli Dua Ribu Dua Puluh Enam
Panitia menutup pendaftaran program ITEC pada 20 Juli 2026. ASN yang ingin mengikuti program ini harus memiliki masa kerja minimal tiga tahun.
Panitia juga mewajibkan setiap peserta memilih bidang pelatihan yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi jabatannya. Kesesuaian tersebut membantu peserta menerapkan ilmu secara langsung setelah kembali ke instansi masing-masing.
Program ITEC menjadi salah satu bentuk kerja sama internasional yang membuka akses pengembangan kompetensi bagi ASN Kota Padang. Karena itu, Pemko Padang mengajak seluruh ASN yang memenuhi syarat agar segera mendaftar sebelum masa pendaftaran berakhir.(ar)









