Penyebab Antrean BBM di Sumbar Terungkap, Pemprov Pastikan Stok Aman

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas SPBU sedang mengisi BBM untuk beberapa kendaran roda dua.(poto : kabarsumbar.com).

Petugas SPBU sedang mengisi BBM untuk beberapa kendaran roda dua.(poto : kabarsumbar.com).

Sumatera Barat, seriusnews.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan antrean panjang kendaraan di berbagai SPBU bukan terjadi karena kelangkaan bahan bakar. Hambatan logistik menuju Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung menjadi penyebab utama tersendatnya distribusi BBM Sumatera Barat selama dua pekan terakhir.

Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi, mengungkapkan bahwa kendala pengiriman pasokan ini bersumber dari tiga titik jalur lalu lintas yang krusial. Jalur padat tersebut meliputi kawasan Jembatan Bungus, tanjakan Sitinjau Lauik, serta area pemulihan pascabencana Lembah Anai.

Hambatan paling berat berada di kawasan Jembatan Bungus yang menjadi akses utama keluar-masuk bagi mobil tangki Pertamina. Armada pengangkut bahan bakar terpaksa mengandalkan jembatan darurat (bailey) sejak jembatan lama dibongkar pada akhir Juni lalu untuk pembangunan permanen.

Jembatan Darurat Bungus Hambat Laju Armada Tangki Pertamina

Penggunaan jembatan darurat yang terbatas ini memicu kemacetan kendaraan yang mengular hingga sepanjang empat kilometer di sekitar lokasi. Kondisi sarana tersebut akhirnya memaksa truk tangki menunggu antrean penyeberangan hingga mencapai tiga jam lamanya.

Baca Juga :  Petani Koto Tangah Bangkit Pasca Bekas Banjir Lewat Panen Raya Jagung Padang 2026

Selain di Bungus, kemacetan parah di Sitinjau Lauik juga menahan laju armada logistik hingga waktu tujuh jam. Sementara itu, proses pemulihan jalan di Lembah Anai ikut menyumbang keterlambatan dengan menambah durasi perjalanan sekitar satu jam.

Rentetan kendala di jalan raya ini mengubah jadwal kedatangan pasokan bahan bakar di berbagai SPBU secara drastis. Pasokan BBM yang seharusnya tiba di lokasi pengisian pada pagi hari terpaksa baru sampai ketika hari sudah malam.

Pemprov Bersama Pertamina Terapkan Strategi Operasional 24 Jam

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pertamina langsung menerapkan langkah darurat yang taktis serta terukur. Otoritas terkait memutuskan untuk mengoperasikan fasilitas penampungan IT Teluk Kabung selama 24 jam penuh tanpa jeda.

Aparat kepolisian juga memberikan pengawalan khusus bagi mobil tangki saat melintasi jembatan darurat pada jam-jam sepi lalu lintas. Langkah pengamanan ini bertujuan mempercepat waktu tempuh armada agar bisa segera melakukan pengisian ulang tangki SPBU.

Baca Juga :  HUT Nasionalisasi PT Semen Padang ke-68, SIG Percepat Transformasi Hadapi Tantangan Industri Semen

Manajemen Pertamina bahkan menghentikan sementara waktu pengiriman pasokan energi dari IT Teluk Kabung menuju ke wilayah Provinsi Bengkulu. Kebijakan pengalihan ini bertujuan memprioritaskan seluruh kapasitas armada tangki demi melayani kebutuhan lokal masyarakat Sumatera Barat.

Target Distribusi BBM Kembali Normal Pekan Ketiga Agustus

Pengamat transportasi Universitas Bung Hatta, Fidel Miro, menilai persoalan antrean panjang ini murni masalah teknis distribusi logistik lapangan. Ketersediaan stok yang melimpah tidak akan berdampak positif bagi masyarakat jika proses penyaluran di lapangan masih tersendat.

Sementara itu, Anggota DPR RI Andre Rosiade turut memastikan stok biosolar bersubsidi untuk wilayah Sumatera Barat masih sangat aman. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional juga terus mengebut pembangunan konstruksi jembatan permanen agar proyek tersebut selesai tepat waktu.

Pihak berwenang memprediksi arus distribusi energi ini kembali berjalan normal pada pekan ketiga Agustus setelah jembatan baru resmi berfungsi. Andre mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan BBM dipastikan aman.(ar)

Berita Terkait

Musda V IJTI Sumbar Soroti Peran Jurnalis Televisi Atasi Bencana
Revitalisasi Pasar Raya Padang Relokasi Ratusan PKL
Kapolda Sumbar Lantik Dirlantas dan Kabidkum Baru
Sitinjau Lauik Sempat Lumpuh Imbas Tumpahan Solar, Kini Normal
Pemko Padang Gandeng BRI Genjot PAD Lewat Sistem Digital
Wagub Sumbar Bentuk Tim Khusus Hadapi Kepungan Kabut Asap Kiriman
Siaga 24 Jam Penuh, Polda Sumbar Optimalkan Layanan Darurat Call Center 110
Telkomsel Bangun Empat BTS Baru di Mentawai Usai Dikawal Andre Rosiade
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Musda V IJTI Sumbar Soroti Peran Jurnalis Televisi Atasi Bencana

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Revitalisasi Pasar Raya Padang Relokasi Ratusan PKL

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Kapolda Sumbar Lantik Dirlantas dan Kabidkum Baru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Sitinjau Lauik Sempat Lumpuh Imbas Tumpahan Solar, Kini Normal

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Pemko Padang Gandeng BRI Genjot PAD Lewat Sistem Digital

Berita Terbaru

Tiga pesilat muda asal SMAN 1 Sungai Penuh sukses menyabet medali pada Kejuaraan Nasional Silat Satria Muda Indonesia di Cibubur, Jakarta, sepanjang 13 hingga 18 Oktober 2026.(poto: dorlanhikmah.com).

Pendidikan

Pesilat SMAN 1 Sungai Penuh Sabet Tiga Medali Kejurnas SMI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:29 WIB

Tim gabungan lintas instansi menertibkan ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menggelar lapak liar di fasilitas umum, Rabu (21/10/2026).(poto: padangkita.com).

Regional

Revitalisasi Pasar Raya Padang Relokasi Ratusan PKL

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:42 WIB

Waliota Alfin, Duduk berdampingan dengan beberapa orang Kepala Daerah saat menghadiir HUT ke-72 Tanjab Timur.(poto: istimewa).

Pemerintahan

Hadiri HUT Ke-27 Tanjab Timur, Walkot Alfin Dorong Sinergi

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:37 WIB