Sumatera Barat, seriusnews.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan antrean panjang kendaraan di berbagai SPBU bukan terjadi karena kelangkaan bahan bakar. Hambatan logistik menuju Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung menjadi penyebab utama tersendatnya distribusi BBM Sumatera Barat selama dua pekan terakhir.
Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi, mengungkapkan bahwa kendala pengiriman pasokan ini bersumber dari tiga titik jalur lalu lintas yang krusial. Jalur padat tersebut meliputi kawasan Jembatan Bungus, tanjakan Sitinjau Lauik, serta area pemulihan pascabencana Lembah Anai.
Hambatan paling berat berada di kawasan Jembatan Bungus yang menjadi akses utama keluar-masuk bagi mobil tangki Pertamina. Armada pengangkut bahan bakar terpaksa mengandalkan jembatan darurat (bailey) sejak jembatan lama dibongkar pada akhir Juni lalu untuk pembangunan permanen.
Jembatan Darurat Bungus Hambat Laju Armada Tangki Pertamina
Penggunaan jembatan darurat yang terbatas ini memicu kemacetan kendaraan yang mengular hingga sepanjang empat kilometer di sekitar lokasi. Kondisi sarana tersebut akhirnya memaksa truk tangki menunggu antrean penyeberangan hingga mencapai tiga jam lamanya.
Selain di Bungus, kemacetan parah di Sitinjau Lauik juga menahan laju armada logistik hingga waktu tujuh jam. Sementara itu, proses pemulihan jalan di Lembah Anai ikut menyumbang keterlambatan dengan menambah durasi perjalanan sekitar satu jam.
Rentetan kendala di jalan raya ini mengubah jadwal kedatangan pasokan bahan bakar di berbagai SPBU secara drastis. Pasokan BBM yang seharusnya tiba di lokasi pengisian pada pagi hari terpaksa baru sampai ketika hari sudah malam.
Pemprov Bersama Pertamina Terapkan Strategi Operasional 24 Jam
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pertamina langsung menerapkan langkah darurat yang taktis serta terukur. Otoritas terkait memutuskan untuk mengoperasikan fasilitas penampungan IT Teluk Kabung selama 24 jam penuh tanpa jeda.
Aparat kepolisian juga memberikan pengawalan khusus bagi mobil tangki saat melintasi jembatan darurat pada jam-jam sepi lalu lintas. Langkah pengamanan ini bertujuan mempercepat waktu tempuh armada agar bisa segera melakukan pengisian ulang tangki SPBU.
Manajemen Pertamina bahkan menghentikan sementara waktu pengiriman pasokan energi dari IT Teluk Kabung menuju ke wilayah Provinsi Bengkulu. Kebijakan pengalihan ini bertujuan memprioritaskan seluruh kapasitas armada tangki demi melayani kebutuhan lokal masyarakat Sumatera Barat.
Target Distribusi BBM Kembali Normal Pekan Ketiga Agustus
Pengamat transportasi Universitas Bung Hatta, Fidel Miro, menilai persoalan antrean panjang ini murni masalah teknis distribusi logistik lapangan. Ketersediaan stok yang melimpah tidak akan berdampak positif bagi masyarakat jika proses penyaluran di lapangan masih tersendat.
Sementara itu, Anggota DPR RI Andre Rosiade turut memastikan stok biosolar bersubsidi untuk wilayah Sumatera Barat masih sangat aman. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional juga terus mengebut pembangunan konstruksi jembatan permanen agar proyek tersebut selesai tepat waktu.
Pihak berwenang memprediksi arus distribusi energi ini kembali berjalan normal pada pekan ketiga Agustus setelah jembatan baru resmi berfungsi. Andre mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan BBM dipastikan aman.(ar)









