Prosesi Manabang Batang Pisang Jadi Pembeda Tabuik Piaman 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 05:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi

Lokasi "Manabang Batang Pisang" Tabuik Pasa, prosesi kedua rangkaian event Tabuik 2026 di Kota Pariaman.( poto : padangkita.com )

Pariaman, seriusnews.id – Prosesi Manabang Batang Pisang menjadi pembeda dalam rangkaian event Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 dibanding tahun sebelumnya. Panitia mengubah lokasi dan waktu pelaksanaan tanpa mengubah makna budaya yang selama ini hidup di tengah masyarakat Kota Pariaman.

Prosesi ini masuk sebagai agenda kedua dalam rangkaian Tabuik yang rutin menarik perhatian warga dan wisatawan. Dalam tradisi Tabuik, masyarakat memaknai satu kali tebasan pada batang pisang sebagai simbol ketajaman pedang pasukan Raja Yazid Bin Umaiyah saat peristiwa Karbala yang menewaskan Husein Bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, mengatakan perubahan tahun ini hanya menyentuh teknis pelaksanaan. Pemerintah tetap menjaga nilai dan susunan tradisi yang selama ini menjadi bagian dari identitas budaya Tabuik.

Pada pelaksanaan sebelumnya, panitia menggelar Manabang Batang Pisang untuk Tabuik Pasa di Kelurahan Alai Gelombang. Sementara itu, Tabuik Subarang menjalankan prosesi yang sama di Kelurahan Lohong.

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Sumbar, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Tahun ini, panitia memindahkan seluruh prosesi ke Rumah Tabuik.

Panitia melaksanakan Manabang Batang Pisang untuk Tabuik Pasa di Rumah Tabuik Subarang setelah Salat Ashar. Setelah itu, panitia menggelar Manabang Batang Pisang untuk Tabuik Subarang di Rumah Tabuik Pasa usai Salat Maghrib.

Ferialdi menyebut perubahan lokasi dan waktu sebagai pembeda utama dibanding penyelenggaraan sebelumnya.

Pertemuan Dua Kubu Jadi Bagian Tradisi

Ferialdi menjelaskan bahwa perpindahan lokasi mengikuti tradisi lama yang sudah berlangsung sejak dahulu. Panitia sengaja menempatkan prosesi secara silang agar anak Tabuik Pasa dan anak Tabuik Subarang bertemu dalam satu titik.

Pertemuan tersebut melahirkan prosesi basalisiah, yaitu simbol perselisihan yang menjadi bagian dari budaya Tabuik.

Panitia menjadwalkan basalisiah setelah Salat Isya atau sekitar pukul 20.00 WIB di Simpang Kampung Cino atau Simpang Tabuik Pariaman.

Baca Juga :  Mercure Hotel Padang Hadirkan Nobar Bola Gembira dengan Tayangan Resmi dan Promo Kuliner Menarik

Untuk menjaga keamanan, pemerintah melibatkan aparat pengamanan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Basalisiah Bukan Konflik, Tetapi Simbol Persaudaraan

Ferialdi menegaskan bahwa masyarakat tidak memaknai basalisiah sebagai pertentangan nyata. Tradisi itu hanya muncul selama rangkaian Tabuik berlangsung.

Anak Tabuik Pasa dan anak Tabuik Subarang tetap menjaga hubungan persaudaraan. Setelah prosesi pembuangan Tabuik ke laut selesai, kedua kelompok kembali berkumpul dan menjalani aktivitas seperti biasa.

Nilai kebersamaan itu terus menjadi pesan penting dalam pelestarian budaya Tabuik.

Pemerintah Kota Pariaman berharap Tabuik 2026 dapat memperkuat sektor pariwisata daerah dan menarik lebih banyak kunjungan.

Ferialdi menegaskan seluruh panitia menghentikan kegiatan setiap kali waktu salat tiba. Setelah ibadah selesai, panitia kembali melanjutkan seluruh rangkaian prosesi.

Pemerintah juga menekankan bahwa pelaksanaan Tabuik saat ini berfokus pada pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata tanpa mengganggu aktivitas keagamaan masyarakat.(ar)

Berita Terkait

Dermaga Apung Rusak, Kunjungan Wisatawan Pulau Angso Duo Pariaman Anjlok
Polda Sumbar Gandeng Dispar dan Satpol PP Perkuat Pengamanan Wisata
Padang Muda Bersakato YCC: Langkah Nyata Pemuda Menginspirasi Pembangunan Daerah
Takana Nasi Padang Hadirkan Destinasi Kuliner Premium di Padang
Jadwal Lengkap Hari Jadi Kota Padang ke-357 Tahun 2026
Nasi Kapau Uni Cah Bukittinggi Kuliner Legendaris yang Menggugah Selera
Kunjungan Wisatawan Mancanegara Sumbar Melonjak Tajam Lewat Bandara Minangkabau
Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 Dongkrak Ekonomi Kota Pariaman
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:00 WIB

Dermaga Apung Rusak, Kunjungan Wisatawan Pulau Angso Duo Pariaman Anjlok

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:16 WIB

Polda Sumbar Gandeng Dispar dan Satpol PP Perkuat Pengamanan Wisata

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:00 WIB

Padang Muda Bersakato YCC: Langkah Nyata Pemuda Menginspirasi Pembangunan Daerah

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:00 WIB

Takana Nasi Padang Hadirkan Destinasi Kuliner Premium di Padang

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:30 WIB

Jadwal Lengkap Hari Jadi Kota Padang ke-357 Tahun 2026

Berita Terbaru

Melalui Tim Reaksi Cepat Bank Nagari Tanggap Bencana (TRC BNTB), Bank Nagari bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana banjir di Kota Padang.(poto: padangkita.com).

Regional

Bank Nagari Salurkan Bantuan Banjir untuk Korban di Padang

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:59 WIB

Wali Kota Pariaman Yota Balad menyerahkan rancangan KUA PPAS 2027 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pariaman.(poto: padangkita.com).

Pemerintahan

Pemko Pariaman Sampaikan Rancangan KUA PPAS 2027 Ke DPRD

Rabu, 5 Agu 2026 - 21:00 WIB